Kisah Pilu Ortu Kena Rp65 Juta, Bayi Ditahan RSUD Pasar Rebo

Siswanto, Bagus Santosa

Minggu, 10 Mei 2015 | 15:59 WIB
Kisah Pilu Ortu Kena Rp65 Juta, Bayi Ditahan RSUD Pasar Rebo
RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur [suara.com/Bagus Santoso]

"Untuk foto kita susah, karena si bayi dirawat intensif, gimana mau foto, bawa HP saja tidak boleh karena ada radiasi yang ditimbulkan," kata Galih.

Akhirnya, Galih membuat BPJS untuk si bayi di Jakarta. Namun, lagi-lagi ada kendala, lantaran bulan terbitan BPJS-nya yang salah. Yaitu, dituliskan bulan 11, padahal BPJS ini dibuat pada bulan April (4).

"Ini pun ditolak, karena dianggap palsu. Padahal ini asli dan bisa dicek di BPJS-nya," katanya.

Meminta Bantuan Pemprov DKI

Hari ini, perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta mendatangi rumah Galih dan Magie di kontrakan milik Ibu Tarigan. Mereka ingin mengecek kondisi rumah Galih dan Magie. Galih menyambut baik kedatangan mereka karena ini harapan baru untuk menyelesaikan administrasi di RSUD Pasar Rebo sehingga anaknya bisa segera dibawa puang.

"Tadi anak buahnya stafnya Pak Ahok datang. Dia sudah lihat rumah kami. Kita berharap bantuannya," kata Galih.

Terintimidasi

Selama di rumah sakit, Magie memang diperbolehkan bertemu dengan Ibrahim. Dia diberi waktu empat kali sehari untuk memberikan ASI kepada Ibrahim. Ibrahim kini dirawat di ruangan Perlina, ruangan untuk perawatan bayi di RSUD Pasar Rebo. Selama dirawat, Magie mengaku pernah ditakut-takuti dokter.

"Dokternya bilang, kalau kelamaan di sini dan nggak ditebus, bayinya akan dititipkan ke panti," kata Magie.

Intimidasi ini bukan kali pertama, Galih juga pernah mendengar pernyataan tidak mengenakan dari dokter saat pertama kali masuk rumah sakit.

"Dokter dulu pernah bilang, 'ini mah dua-duanya bisa lewat'. Tapi kenyataannya, lahir normal kok. Saya nggak tahu kenapa dia bisa ngomong kaya gitu," kata Galih.

Secara Medis, Ibrahim Sehat dan Boleh Pulang

Sejak tanggal 2 Mei, Ibrahim dinyatakan sehat dan boleh pulang oleh dokter yang menanganinya. Namun, pihak rumah sakit malah mengarahkan Ibrahim untuk dirawat di ruang Perlina dan harus melunasi biaya administrasi supaya Ibrahim bisa pulang.

Galih dan Magie merasa terbebani karena di ruang rawat ini dikenakan biaya Rp300ribu perhari. Ini yang membuat tunggakan mereka bertambah setiap harinya.

"Saya sudah diberikan record kesehatannya. Ibrahim sudah sehat dan boleh pulang. Tapi lagi-lagi, rumah sakit minta Ibrahim dirawat dan minta dilunasi dulu biaya administrasinya. Kalau dirawat lagi kan, biayanya makin membengkak. Padahal katanya ada tawaran untuk cicilan. Tapi cicilannya harus dilunasi dulu 50 persen. Untuk uang segitu, kita belum punya," kata Galih.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pengelola RSUD Pasar Rebo.

Suara.com sudah mencoba mengonfirmasi. Di ruang Humas RSUD Pasar Rebo, hanya bertemu beberapa staf dan mereka tidak bisa memberikan penjelasan.

"Untuk hari ini (Minggu) humasnya libur. Kita belum bisa memberikan informasi apa-apa. Tapi benar, Ibu Magie dirawat di sini dan biaya pengobatannya Rp65 juta serta depositnya baru Rp200 ribu. Kalau mau ketemu humasnya, bisa besok pukul 8.00 WIB," kata salah satu staf rumah sakit, Yuni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

Biodiesel B50 Segera Diterapkan, Pakar Ungkap Efeknya di Mobil Tua

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:22 WIB

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:18 WIB

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:14 WIB

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:13 WIB

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:10 WIB

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

Mahasiswa Kembali Geruduk DPR, Tuntut Evaluasi Total Kabinet Merah Putih

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

Bantah Ada Operasi Politik Tekan PDIP, PKB: Kami Bukan Koordinator Koalisi!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:41 WIB

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

Dari Ulat di Sayuran hingga Korupsi, Warga Ini Tetap Kukuh MBG Harus Jalan

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:34 WIB