Array

Ahok Minta Kasus Bayi Ditahan RSUD Jadi Pelajaran Sebelum Berobat

Selasa, 12 Mei 2015 | 18:15 WIB
Ahok Minta Kasus Bayi Ditahan RSUD Jadi Pelajaran Sebelum Berobat
RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur [suara.com/Bagus Santoso]

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sudah mendapat laporan bayi bernama Muhammad Danendra diizinkan pulang oleh pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Senin (11/5/2015) kemarin. Sebelumnya, anak pasangan Galih Prasetyo dan Magie Dwi Listiani ini sempat ditahan rumah sakit karena tidak mampu bayar tagihan Rp65 juta.

"Udah, kan gak ada masalah. Udah pulang juga, kan," kata Basuki yang kerab disapa Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Danendra lahir tanggal 31 Maret 2015 pukul 09.47 WIB dengan kondisi prematur sehingga harus masuk ruang NICU/PICU RSUD Pasar Rebo. Orangtua Danendra kesulitan mengurus BPJS Kesehatan untuk anaknya yang baru lahir sehingga terlambat memasukkan dokumen ke rumah sakit.

"Pasti kemungkinan dia kelas satu atau apa. Kalau dia bener di kelas satu ya kami susah nolong," kata Ahok.

Dengan adanya kasus bayi Danendra yang tertahan di rumah sakit karena masalah biaya, Ahok berharap kepada masyarakat Jakarta sebelum berobat di rumah sakit harus menjelaskan kepada pihak RS apakah mengunakan kartu BPJS Kesehatan atau tidak.

"Sebelum masuk (rumah sakit), mereka harus jelasin dulu, ini BPJS atau bukan? Jadi warga juga mesti hati-hati. Sepuluh juta warga," kata Ahok.

Sebelum rumah sakit mengizinkan Danendra pulang dan memberi kesempatan pembayaran secara dicicil, Galih mengatakan dirinya mengirim email dan SMS aduan kepada Ahok pada Sabtu (9/5/2015). Aduan itu langsung direspon keesokan harinya.

"Jelas mas, Pemprov DKI sangat pro aktif sekali. Saya mengirim email dan sms aduan ke Pak Ahok itu hari Sabtu, terus Minggunya, tim Pak Ahok yang bernama Pak Benyamin langsung mendatangi kontrakan saya," kata Galih kepada Suara.com.

Saat bertemu Galih hari itu, Benyamin berjanji membantu permasalahan Galih.

"Dan hasilnya sangat positif, hari ini (Senin kemarin) anak saya pulang," kata Galih yang sekarang masih pekerja berstatus kontrak dengan penghasilan kecil.

Galih sangat bahagia setelah anaknya benar-benar dibolehkan pulang oleh pengelola rumah sakit.

"Tentu sangat bahagia," katanya.

Ia berterimakasih kepada jajaran aparatur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama Gubernur Ahok, Benyamin, Natanael, juga kepada Dedi dari BPJS RSUD Pasar Rebo yang memahami permasalahannya.

"Saya sangat berterimakasih dengan jajaran DKI 1, Pak Gubernur, Pak Natanael (tim pak Ahok), Pak Benjamin (tim pak Ahok) serta Pak Dedi dari BPJS. Mereka yang sangat nyata membantu saya dan istri hingga Danendra bisa keluar dari rumah sakit," katanya.

Saat ini, kata Galih, yang terpenting Danendra bisa berkumpul keluarga dulu. Persoalan masih harus mencicil uang Rp65 juta ke RSUD Pasar Rebo itu bisa diusahakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI