Mbah Rono Ingatkan Pendaki Soal Batas Aman Gunung Merapi

Siswanto | Suara.com

Senin, 18 Mei 2015 | 15:39 WIB
Mbah Rono Ingatkan Pendaki Soal Batas Aman Gunung Merapi
Puncak Gunung Merapi, Sabtu (3/5). [Antara/Hari Atmoko]

Suara.com - Kepala Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral Surono mengingatkan batas aman pendakian Gunung Merapi hanya dibolehkan sampai pos Pasar Bubrah.

"Walaupun Merapi dalam kondisi normal pendakian hanya boleh sampai Pasar Bubrah. Tidak boleh sampai puncak," kata Surono di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta, Senin (18/5/2015).

Hal itu dia tegaskan kembali menyusul terjadinya insiden terjatuhnya seorang pendaki yang merupakan mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Eri Yunanto (21), ke kawah Gunung Merapi pada Sabtu (16/5/2015).

"Saya tidak tahu mengapa ada yang sampai ke puncak dan ada yang sampai seperti itu," kata Surono.

Menurut dia kondisi di puncak Merapi sangat berbahaya bagi para pendaki. Selain disebabkan oleh asap serta gas beracun yang pekat, bebatuan di puncak juga rentan runtuh.

"Memang ada batuan yang belum stabil akibat letusan tahun 2010," kata dia.

Dia berharap para pendaki dapat mematuhi peringatan serta rekomendasi yang sudah sejak lama ditetapkan dan disosialisasikan. Selain itu, para pendaki juga dapat meminta bantuan pemandu jika tidak mengetahui medan.

"Jadi mohon seluruh pendaki mengikuti rekomendasi kami sehingga tidak ada insiden seperti ini, teman-teman pendaki lain juga tidak terganggu," kata dia.

Sementara itu terkait evakuasi, Surono juga mengingatkan bagi tim relawan , agar tetap memprioritaskan keselamatan diri dengan melengkapi piranti pengaman seperti penutup muka. Ini untuk menghindari dari hirupan gas beracun di sekitar kawah.

"Kondisi kawah (Merapi) kan kondisiya paling aktif, yang saya khawatirkan adalah gas yang berbahaya yang sangat pekat," kata dia.

Selain itu, dia juga meminta agar para relawan tidak melakukan evakuasi di saat tidak ada sinar matahari yang menyinari hingga permukaan kawah, seperti saat mendung, atau malam hari.

"Sebab dengan sinar matahari gas akan memuai dengan cepat sehingga konsentrasi gas tidak membahayakan tim penyelamat," kata dia.

Menurut dia saat ini temperatur kawah di puncak Gunung Merapi masih sedang dilakukan pengukuran untuk memperkirakan batas aman evakuasi. Temperatur kawah, ia perkirakan bisa mencapai mulai 100 hingga 400 derajat celcius.

"Di atas 200 derajat celcius saja tentu akan sangat berbahaya," kata dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Penampakan Eri Sebelum Jatuh ke Kawah Merapi

Ini Penampakan Eri Sebelum Jatuh ke Kawah Merapi

News | Senin, 18 Mei 2015 | 15:20 WIB

Tim Evakuasi Cuma Kerahkan Satu Orang Turun ke Kawah Merapi

Tim Evakuasi Cuma Kerahkan Satu Orang Turun ke Kawah Merapi

News | Senin, 18 Mei 2015 | 14:13 WIB

Mbah Rono Sesalkan Kasus Pendaki Jatuh ke Kawah Gunung Merapi

Mbah Rono Sesalkan Kasus Pendaki Jatuh ke Kawah Gunung Merapi

News | Senin, 18 Mei 2015 | 13:22 WIB

Evakuasi Pendaki Jatuh di Kawah Merapi, Surono Ingatkan Tim SAR

Evakuasi Pendaki Jatuh di Kawah Merapi, Surono Ingatkan Tim SAR

News | Senin, 18 Mei 2015 | 12:04 WIB

Tubuh Pendaki Terlihat, Pagi Ini, Tim SAR Turun ke Kawah Merapi

Tubuh Pendaki Terlihat, Pagi Ini, Tim SAR Turun ke Kawah Merapi

News | Senin, 18 Mei 2015 | 05:34 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

Dasco Dukung Putusan MK soal Parpol Tanpa 30 persen Caleg Perempuan Bakal Gugur

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:49 WIB

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

Pemerataan Pendidikan, Anak-Anak di Daerah Terpencil Bogor Kini Punya Gedung Sekolah Dasar Baru

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:24 WIB

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

Lawan Impunitas, Nasib Kasus Air Keras Andrie Yunus Ditentukan 2 Juni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:10 WIB

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB