Ini Sebab Keoknya Indonesia di Piala Sudirman

Ardi Mandiri

Senin, 18 Mei 2015 | 23:43 WIB
Ini Sebab Keoknya Indonesia di Piala Sudirman
Ganda putri Indonesia.

Suara.com - Mantan pebulu tangkis Indonesia Christian Hadinata menilai kegagalan timnas Indonesia melaju ke final Piala Sudirman karena kekuatan tim yang tidak merata.

Christian Hadinata di Makassar, Senin (18/5/2015), mengatakan kekuatan tim ganda Indonesia belum bisa diimbangi atlet yang tampil di nomor tunggal. Kondisi ini sudah seharusnya menjadi perhatian utama tim pelatih kedepan.

"Komposisi tim yang tampil di Piala Sudirman memang tidak merata. Kami tentu menyayangkan karena kita pada dasarnya telah mendapatkan momen yang baik pada awal pertandingan," jelasnya.

Tim bulu tangkis Indonesia pada laga perdana yang menurunkan pasangan ganda putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, sukses menundukkan pasangan Tiongkok Cai Yun/Fu Haifeng dua game langsung 21-16, 21-17.

Namun momentum ini gagal dimanfaatkan setelah Tiongkok justru bisa menyamakan kedudukan pada laga kedua. Hal itu didapatkan setelah tunggal putri Indonesia Bellaetrix Manuputty yang menghadapi Li Xuerui, harus mundur dari pertandingan semifinal karena cedera.

Tim Indonesia akhirnya balik tertinggal setelah tunggal putra Indonesia Jonatan Christie tidak mampu menghadang tunggal putra terbaik tuan rumah Tiongkok Chen Long dengan kekalahan game langsung 10-21, 15-21 Indonesia akhirnya gagal melaju ke final Piala Sudirman 2015 setelah menelan kekalahan 1-3 dari tuan rumah Tiongkok. Ganda putri Indonesia Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii kalah 21-17, 17-21, 15-21 dari pasangan Tang Yuanting/Yu Yang.

Menurut dia, kekuatan yang tidak merata memang membuat peluang Indonesia semakin sulit. Indonesia, kata dia, memang punya tiga peluru dari sektor ganda. Namun jika salah satunya gagal maka peluang itu sulit karena kondisi sektor tunggal yang belum menjanjikan.

"Tidak hanya di Piala Sudirman. Ajang Piala Thomas dan Uber juga demikian sehingga kita memiliki pekerjaan mendesak untuk lebih fokus mematangkan sektor tunggal," katanya.

Berkaitan dengan kondisi tersebut, lanjut dia, sehingga PB Djarum dalam audisi umum pada tahun ini lebih memfokuskan untuk nomor tunggal putra dan putri.

Ketua Tim Pemantau Bakat Audisi Djarum 2015 ini menjelaskan, pihaknya kini menggelar audisi di sembilan kota di Indonesia yakni Medan, Palembang, Balikpapan, Jember Tasikmalaya, Purwokerti, Manado, Kudus dan Makassar.

Pihaknya berharap dengan program khusus ini membuat sektor tunggal putra dan putri bisa lebih berkembang dan mendapatkan banyak atlet andal yang bisa memperkuat timnas ke depan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lin Dan Puas, Cina Pertahankan Piala Sudirman

Lin Dan Puas, Cina Pertahankan Piala Sudirman

News | Senin, 18 Mei 2015 | 00:12 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×