Pernyataan Sudirman Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Mafia Migas

Siswanto | Bagus Santosa | Suara.com

Selasa, 19 Mei 2015 | 12:43 WIB
Pernyataan Sudirman Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Mafia Migas
Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon saat hadir dalam deklarasi koalisi di Lenteng Agung, Rabu (14/5/2014). [Suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Bila pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said tentang pemberantasan mafia minyak dan gas selalu berhenti di meja Susilo Bambang Yudhoyono sewaktu masih menjadi Presiden RI, benar, kata politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon, hal itu harus menjadi pintu masuk untuk membongkar mafia migas.

"Ya, Kalau itu benar sesuai dengan apa yang disampaikan Sudirman itu bisa jadi pintu masuk, apakah ada kerugian negara akibat mafia migas sesuai tuduhan Sudirman. Lewat pernyataan ini, KPK bisa telusuri itu. Saya sejak awal, minta untuk lakukan audit terhadap Petral ini," kata Effendi yang merupakan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR era Presiden Yudhoyono, Selasa (19/5/2015).

Untuk masalah Pertamina Energy Trading Limited atau Petral, Effendi mengatakan memiliki banyak catatan sehingga anak perusahaan PT. Pertamina (Persero) itu dibubarkan. Namun, kata Effendi, catatannya perlu kajian lebih komprehensif lagi supaya informasinya rinci.

"Sementara untuk Petralnya akan disampaikan nanti secara rinci," ujar Effendi.

Melalui Twitter dan Facebook, Senin (18/5/2015), Yudhoyono bereaksi keras atas pernyataan Sudirman yang dinilai menyerangnya karena menganggap tidak mendukung pembubaran Petral.

"Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendiskreditkan saya ketika menjadi Presiden dulu. Sudirman Said, melalui berita Republika Online, mengatakan bahwa pemberantasan mafia migas selalu berhenti di meja SBY," demikian tulis Yudhoyono di Twitter pribadinya.

Dalam akun Twitter dan Facebook, Yudhoyono meminta Sudirman Said menglarifikasi pernyataan.

Yudhoyono mengatakan bahwa waktu menjabat Presiden, tidak pernah ada yang mengajukan pembubaran Petral.

"Tidak ada yang mengusulkan ke saya agar Petral dibubarkan. Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada, pasti sudah saya tanggapi secara serius," tulis Yudhoyono.

Yudhoyono mengatakan serius dalam upaya memberantas mafia minyak dan gas.

"Pasti saya respons. Tidak mungkin berhenti di meja saya," tulis Yudhoyono.

Yudhoyono juga mengatakan telah berkoordinasi dengan mantan Wakil Presiden Boediono dan lima mantan menteri menyangkut Petral.

"Semua menjawab tidak pernah ada, termasuk tidak pernah ada tiga surat yang katanya dilayangkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan waktu itu," tulis Yudhoyono.

Petral sendiri sudah dibubarkan pemerintah pada Rabu (13/5/2015) lalu.

Petral merupakan anak usaha Pertamina yang bermarkas di Singapura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Petral Dibubarkan, Pertamina Klaim Hemat Rp250 Miliar

Petral Dibubarkan, Pertamina Klaim Hemat Rp250 Miliar

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2015 | 23:14 WIB

Terkini

Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader

Antisipasi Lonjakan ISPA, Sudinkes Jaksel Siagakan Puluhan Fasilitas Kesehatan dan Kader

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:46 WIB

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir

Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:40 WIB

Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data

Warga Terkaya Tercatat Penerima JKN Bersubsidi, Menkes Janji Benahi Data

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:36 WIB

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:32 WIB

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:31 WIB

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

Cegah Keberangkatan Non-Prosedural, Pemerintah Siapkan Satgas Haji Ilegal

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:23 WIB

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

Anak Palestina Dilarang Sekolah, Israel Tembak Gas Air Mata ke 55 Siswa SD

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:12 WIB

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN

News | Rabu, 15 April 2026 | 16:11 WIB