Suara.com - Presiden Rusia Valdimir Putin menegaskan negaranya bukan ancaman bagi negara Barat. Pernyataan in menyusul kesepakatan damai Ukraina setelah pecahnya pertempuran baru di timur negara itu.
"Tidak perlu takut pada Rusia," kata Putin kepada harian Italia Corriere della Sera dalam wawancara Sabtu (6/6/2015).
"Dunia sudah banyak berubah sehingga orang-orang dengan pikiran benar tidak bisa membayangkan konflik militer berskala luas. Kami punya hal-hal lain yang harus dikerjakan. Saya bisa jamin Anda,
"Hanya orang sakit-bahkan hanya dalam tidurnya, yang bisa membayangkan Rusia tiba-tiba menyerang NATO," katanya lagi.
Pernyataan ini dismapaikan Putin menjelang kunjungannya ke Italia pekan depan. Di sana, dia juga dijadwalkan akan bertemu dengan Paus Francis.
Wawancara ini dirilis pihak Kremlin saat para pemimpin G7 bersiap melakukan pertemuan di Bavarian Alps akhir pekan ini. Dalam wawancara tersebut, Putin menekankan bahwa Rusia hanya ingin mempertahankan diri dari ancaman luar.
Ia menekankan bahwa anggota NATO mempunyai anggaran belanja pertahanan 10 kali lebih tinggi dari militer Rusia. Anggaran AS, kata dia, merupakan yang terbesar di dunia.
"Untuk memastikan keseimbangan strategis, Rusia akan mengembangkan sistem untuk mengungguli pertahanan anti-peluru kendali," ucapnya lagi.
Pencaplokan Rusia atas Krimea dari Ukraina pada 2014 menimbulkan kekhawatiran di Eropa.Pejabat Pentagon mengatakan, Jumat, bahwa AS mempertimbangkan sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan, termasuk memperkuat pertahanan rudal atau bahkan mengerahkan rudal berbasis darat di Eropa. (Antara)