Malala Desak Pemimpin Myanmar Hentikan Penganiayaan Rohingya

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 09 Juni 2015 | 05:46 WIB
Malala Desak Pemimpin Myanmar Hentikan Penganiayaan Rohingya
Malala Yousafzai. (Reuters/Suzanne Plunkett)

Suara.com - Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, Senin, mendesak para pemimpin Myanmar untuk mengambil "tindakan segera" guna mencegah penganiayaan terhadap Muslim Rohingya di negara itu, yang sebagian besar dianggap oleh pemerintah menjadi imigran ilegal.

Pegiat kemanusiaan berusia 17 tahun yang ditembak oleh milisi di negara asalnya Pakistan karena membela hak-hak perempuan itu mengatakan bahwa Rohingya pantas memperoleh "hak dan peluang yang sama" dan menyerukan mereka untuk diintegrasikan ke dalam negara itu.

"Saya menyerukan kepada pemimpin Myanmar dan dunia untuk segera mengambil tindakan untuk menghentikan penganiayaan tidak manusiawi dari Burma (Myanmar) kepada kelompok minoritas Muslim Rohingya," kata Malala.

"Rohingya layak memiliki kewarganegaraan di negara tempat mereka lahir dan telah hidup selama beberapa generasi, "tambah remaja itu, yang memenangkan hadiah Nobel tahun lalu untuk kegiatannya.

"Hari ini dan setiap hari, saya bersama dengan warga Rohingya, dan saya mendorong orang di seluruh tempat untuk melakukannya. " Myanmar menganggap Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, dan memberlakukan sejumlah pembatasan bagi mereka, seperti ukuran keluarga, gerakan dan akses ke pekerjaan.

Sebagian besar dari 1,3 juta warga Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan dan puluhan ribu orang telah melarikan diri dari negara bagian Rakhine yang miskin setelah kekerasan komunal mematikan pada tahun 2012 yang memicu krisis imigran.

Runtuhnya jalur perdagangan manusia transnasional menyusul penumpasan di Thailand telah membuat lebih sulit bagi warga Rohingya melarikan diri dari penganiayaan, dan banyak dari mereka berakhir di kamp-kamp di wilayah terpencil di dekat perbatasan Myanmar-Bangladesh.

Malala diterbangkan ke Inggris untuk menjalani perawatan setelah kelompok Taliban Pakistan mencoba membunuhnya pada Oktober 2012, dan sekarang tinggal di London dengan keluarganya. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur

News | Sabtu, 11 April 2026 | 07:00 WIB

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB