Hari Ini Taekwondo Jadi Andalan Raih Medali

Yusuf Abdillah | Suara.com

Jum'at, 12 Juni 2015 | 09:38 WIB
Hari Ini Taekwondo Jadi Andalan Raih Medali
Ilustrasi SEA Games Singapura 2015. [Reuters/SINGSOC]

Suara.com - Memasuki hari ke tujuh setelah dibuka secara resmi, cabang olahraga taekwondo menjadi andalan bagi kontingen Indonesia untuk merebut medali emas pada SEA Games 2015 di Singapore Expo, Singapura, Jumat (12/6).

Sedikitnya ada tujuh medali emas yang akan diperebutkan oleh atlet dari 11 negara pada kejuaraan dua tahunan itu. Indonesia yang hanya ditargetkan satu emas oleh Satlak Prima dipastikan akan mendobrak untuk meraih hasil yang terbaik,demikian laporan Antara dari Singapura,Jumat.

Cabang olahraga bela diri merupakan andalan Indonesia, sebelumnya wushu, judo dan pencak silat mampu menunjukkan taringnya dengan meraih emas. Dan saat ini giliran dari cabang olahraga yang berasal dari Korea Selatan itu. Haidir Maulana menjadi pembuka di nomor poomsae.

Selain itu, tim Indonesia juga turun di nomor tim poomsae. Selain itu asa Reinaldy Atmanegara yang akan turun di nomor tarung. Begitu juga dengan atlet putri andalan Indonesia yaitu Aghniny Haque juga akan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Ski air juga sudah mulai perjuangannya. Ada dua emas yang bakal diperebutkan. Pada nomor tricks, Indonesia menurunkan atlet andalannya yaitu Dimas Ridho Suprihono dan Febrianto. Sedangkan di putri ada Nur Alimah Prambodo dan Galuh Mutiara Maulidina.

Tim bulutangkis putra juga akan berusaha merebut emas. Di Partai final Ihsan Maulana dan kawan-kawan berhadapan dengan Thailand. Perjuangan ke final cukup berat karena harus berhadapan dengan Malaysia yang diperkuat mantan pemain nomor satu dunia, Lee Chong Wei.

Balap sepeda kembali mengincar emas setelah sebelumnya menjadi yang terbaik di nomor ITT putra atas nama Robin Manullang. Hari ini ada dua nomor yang dipertandingkan yaitu criterium putra dan putri.

"Peluang di putra memang terbuka. Kami akan menurunkan enam pebalap terbaik di nomor ini. Semoga emas kembali kita raih.," kata pelatih tim balap sepeda Indonesia, Hendry.

Enam pebalap putra yang turun di SEA Games 2015 adalah Robin Manullang, Aiman Cahyadi, Tonton Susanto, Jamalidin Novardianto, Elan Riyadi dan Muhammad Nur Fatoni. Mereka adalah campuran antara senior dan junior.

Hingga hari Jumat, kontingen Indonesia masih tertahan di posisi lima dengan 29 emas 34 perak dan 46 perunggu. Padahal target dari Satlak Prima yang harus dipenuhi adalah 46 emas. Target ini dibawah incaran kumpulan masing-masing pengurus besar cabang olahraga yaitu 67 emas.

Sementara tuan rumah Singapura masih kokoh diposisi teratas dengan 66 emas 58 perak dan 69 perunggu. Disusul Vietnam diposisi dua dengan 57 emas 31 perak dan 50 perunggu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

Baru Bertemu Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Perang AS Pete Hegseth Dihantam Isu Diskriminasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

Blokade Selat Hormuz Oleh Amerika Serikat Picu Protes China, Dinilai Memperburuk Krisis Timur Tengah

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:44 WIB

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:25 WIB

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

BPKP Bongkar Borok Proyek Chromebook: Negara Rugi Rp2,1 Triliun, Ini Rinciannya

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:17 WIB

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

36 Jam Blokade AS, Laksamana CENTCOM Yakin Ekonomi Iran Mulai Lumpuh Perlahan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:08 WIB

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

Pramono Tegur Keras Kasus Foto AI PPSU Kalisari: Jangan Lagi Kerja Asal Senangkan Atasan

News | Rabu, 15 April 2026 | 11:02 WIB

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

SBY Soroti Risiko Ekonomi Dunia, Ekonom UMBY Ungkap Pertanda Sudah Muncul di Indonesia

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:59 WIB

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

Pusat Komando Militer: Tidak Ada Kapal yang Berhasil Melewati Blokade AS ke Pelabuhan Iran

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:52 WIB

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

Cengkeraman Iran di Selat Hormuz Makin Kuat saat Ada Blokade AS, Kenapa?

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:35 WIB

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

Blokade Selat Hormuz AS Paksa 6 Kapal Tanker Iran Putar Balik di Teluk Oman

News | Rabu, 15 April 2026 | 10:14 WIB