Panglima TNI: RI, Malaysia Tak Akan Turunkan Pasukan di Ambalat

Liberty Jemadu

Rabu, 17 Juni 2015 | 01:12 WIB
Panglima TNI: RI, Malaysia Tak Akan Turunkan Pasukan di Ambalat
Panglima TNI, Jenderal Moeldoko (Antara).

Suara.com - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, menyebutkan, dirinya dan Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia telah sepakat untuk tidak lagi menurunkan pasukan di wilayah Ambalat, namun permasalahan itu akan diselesaikan secara diplomatik.

"Itu semua kami kelola tanpa pendekatan kekerasan. Secara hubungan baik, saya sering hubungi Panglima Angkatan Bersenjata di Malaysia agar sepakat tak ada lagi turunkan pasukan di sana dan tidak perlu ada yang diperebutkan. Masing-masing memahami tidak ada yang perlu diperebutkan di sana, cuma buang-buang energi," ujar Panglima TNI saat ditemui di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (16/6/2015).

Ia juga membenarkan adanya pesawat dan kapal Malaysia yang memasuki wilayah Ambalat. Namun, pelanggaran terkait batas-batas wilayah tersebut akan diselesaikan melalui hubungan diplomatik kedua negara.

"Akan kami kelola dengan konteks politik yang lebih santun, yaitu melalui protes secara diplomatik," katanya.

Laporan mengenai pelanggaran batas wilayah itu, sudah sering disampaikan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Moeldoko berharap, laporan yang disampaikan dapat ditindaklanjuti sebagai bentuk protes terhadap negara lain.

"Tak ada masalah sebenarnya. Ada datanya, mulai dari pelanggaran udara hingga pelanggaran perlintasan laut. Saya sampaikan ke Kemlu melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan agar Menlu melakukan protes secara diplomatik," katanya.

Moeldoko enggan membeberkan data yang dia miliki terkait pelanggaran udara hingga perlintasan laut dimaksud. Dia hanya mengatakan masalah pelanggaran perlintasan tersebut harus tetap dikelola tanpa kekerasan.

Hingga Mei 2015, sudah sembilan kali pesawat perang milik militer Malaysia diduga masuk tanpa izin ke wilayah yang berbatasan dengan Kalimantan, yaitu Blok Ambalat. Keberadaan pesawat Malaysia terdeteksi oleh TNI Angkatan Udara.

Komandan Lanud Tarakan Letkol Penerbang Tiopan Hutapea mengatakan, penetrasi pesawat asing memasuki wilayah udara Ambalat ini terpantau oleh Satuan Radar 225 Kosek II Kohanudnas di Tarakan, Kalimantan Utara.

Menurut Mayor Lek M Suarna selaku komandan satuan radar, pesawat Malaysia sering kali melakukan penetrasi. Terpantau, sudah sembilan kali pesawat militer negeri jiran lepas landas dari Tawau dan memasuki wilayah Indonesia di atas perairan Ambalat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkopolhukam: KSAD Ditunjuk Jadi Panglima TNI Tak Bikin Gesekan

Menkopolhukam: KSAD Ditunjuk Jadi Panglima TNI Tak Bikin Gesekan

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 12:23 WIB

Pilih Panglima TNI, Ikuti Cara SBY atau Tidak, Terserah Jokowi

Pilih Panglima TNI, Ikuti Cara SBY atau Tidak, Terserah Jokowi

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 14:35 WIB

Sebelum Pilih Panglima TNI Baru, Jokowi Diberi Masukan Moeldoko

Sebelum Pilih Panglima TNI Baru, Jokowi Diberi Masukan Moeldoko

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 13:09 WIB

Latihan Antiteror, Tiga Sukhoi Terbang Rendah di Langit Jakarta

Latihan Antiteror, Tiga Sukhoi Terbang Rendah di Langit Jakarta

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 11:35 WIB

Moeldoko Tak  Komentari Calon Panglima TNI Takut Ganggu Jokowi

Moeldoko Tak Komentari Calon Panglima TNI Takut Ganggu Jokowi

News | Selasa, 09 Juni 2015 | 11:23 WIB

Sebulan Jelang Pensiun, Moeldoko Bicara Soal Ancaman

Sebulan Jelang Pensiun, Moeldoko Bicara Soal Ancaman

News | Senin, 08 Juni 2015 | 16:47 WIB

Siapa Panglima TNI yang Baru, Moeldoko Kembalikan ke Istana

Siapa Panglima TNI yang Baru, Moeldoko Kembalikan ke Istana

News | Senin, 08 Juni 2015 | 12:06 WIB

Jenderal Moeldoko Ingin Habiskan Masa Pensiun dengan Mengajar

Jenderal Moeldoko Ingin Habiskan Masa Pensiun dengan Mengajar

News | Senin, 08 Juni 2015 | 11:49 WIB

Ketua DPR: Usai Acara di Solo Mudah-mudahan Ada Nama Panglima TNI

Ketua DPR: Usai Acara di Solo Mudah-mudahan Ada Nama Panglima TNI

News | Jum'at, 05 Juni 2015 | 16:02 WIB

Terkini

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

×