Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB
Ekonom Senior AMRO: Disrupsi Energi Timur Tengah 4 Kali Lebih Ngeri Dibanding Perang Rusia-Ukraina
Ilustrasi Energi. (pexels.com/Pixabay)
baca 10 detik
  • AMRO memperingatkan eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu disrupsi pasokan energi global dengan skala yang sangat besar.
  • Ekonom AMRO memprediksi lonjakan harga minyak di atas 100 dolar akan meningkatkan inflasi di kawasan ASEAN+3 sebesar 2,2 persen.
  • Negara ASEAN+3 harus mengalibrasi kebijakan fiskal tepat sasaran guna menjaga ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang terus berlanjut.

Suara.com - ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) memperingatkan soal ancaman serius dari eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada sektor energi global.

Ketidakpastian yang terjadi sejak awal tahun ini dinilai memicu disrupsi pasokan energi paling signifikan dalam beberapa dekade terakhir.

Dampak ekonomi yang dihasilkan dari gejolak politik ini diproyeksikan jauh lebih masif dibandingkan krisis serupa yang terjadi beberapa tahun lalu.

Ekonom Senior AMRO, Catherine Kuo, mengungkapkan bahwa skala gangguan pasokan minyak dan gas bumi akibat ketegangan di Timur Tengah saat ini sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan.

"Untuk menempatkan ini dalam konteks, jika dibandingkan dengan proksi terdekat yang kita miliki dalam beberapa waktu terakhir, dan itu adalah konflik Rusia-Ukraina pada tahun 2022, skala disrupsi yang kita lihat saat ini adalah empat kali lebih besar daripada apa yang kita lihat saat itu," kata Catherine di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Selasa (26/5/2026).

Catherine menjelaskan bahwa situasi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara beserta Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan (ASEAN+3).

Tingginya ketidakpastian global memaksa lembaga pengawas makroekonomi tersebut untuk bersiap melakukan penyesuaian terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi regional.

"Durasi konflik bahkan sekarang sama sekali tidak ada kepastian, dalam hal di mana ini akan berakhir, dan pada titik mana ini akan mereda," ujarnya

Lebih lanjut, Catherine memaparkan hasil analisis skenario yang dilakukan oleh tim peneliti AMRO mengenai dampak buruk yang bisa terjadi jika konflik tersebut gagal diredam.

baca juga

Jika ketegangan terus meluas ke skala regional yang tidak terkendali, harga minyak mentah jenis Brent diprediksi akan terus bertengger di level yang sangat tinggi.

Lonjakan harga komoditas utama tersebut dipastikan bakal menyeret naik angka inflasi di seluruh kawasan.

"Kita berpotensi melihat harga minyak rata-rata di atas $100 untuk sisa tahun ini. Dan jika itu terjadi, kita akan melihat inflasi meningkat menjadi 2,2 persen untuk ASEAN+3 secara keseluruhan," ungkapnya.

Meskipun menghadapi tekanan eksternal yang sangat berat, AMRO menilai negara-negara di kawasan ASEAN+3, termasuk Indonesia, masih memiliki modalitas yang kuat untuk menghadapi guncangan.

Berdasarkan evaluasi kinerja ekonomi sepanjang tahun lalu, domestik bruto dan investasi regional menunjukkan daya tahan yang baik.

Kondisi fundamental yang kokoh ini diharapkan menjadi bantalan utama dalam meredam dampak negatif dari krisis energi global.

Menurutnya hal penting saat ini adalah memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang ada dikalibrasi untuk mengatasi guncangan yang sedang dihadapi.

"Di sisi kebijakan fiskal, kami menyarankan dukungan sementara yang tepat sasaran untuk rumah tangga dan sektor-sektor yang rentan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Pertamina Goes to Campus 2026 Siap Jelajahi Kampus di Indonesia

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 13:43 WIB

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:09 WIB

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Akibat Kebuntuan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Dunia Terus Melonjak Akibat Kebuntuan Konflik AS-Iran di Selat Hormuz

News | Selasa, 28 April 2026 | 12:05 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:27 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

AAKI Bahas WFH ASN, Solusi Efisiensi di Tengah Krisis Energi Global

AAKI Bahas WFH ASN, Solusi Efisiensi di Tengah Krisis Energi Global

News | Kamis, 02 April 2026 | 17:59 WIB

Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global

Minyak Mahal, Pendidikan Terancam? Membaca Masa Depan Indonesia di Tengah Gejolak Energi Global

Your Say | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:35 WIB

Terkini

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Jalan Teknokratis Suahasil Nazara Menuju Kursi Menteri Keuangan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi

Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 18:44 WIB

Sentimen Positif Market Global Dorong Pasar Derivatif Bursa Kripto CFX Naik 50% Sepanjang Agustus

Sentimen Positif Market Global Dorong Pasar Derivatif Bursa Kripto CFX Naik 50% Sepanjang Agustus

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:43 WIB

Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Intip Rincian Harta Kekayaan Suahasil Nazara yang Tembus Rp138 Miliar

Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Intip Rincian Harta Kekayaan Suahasil Nazara yang Tembus Rp138 Miliar

News | Senin, 14 September 2026 | 18:42 WIB

Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8

Polda Jatim Siagakan Posko DVI, 20 Personel Disiapkan untuk Penanganan KM Virgo Transport 8

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:38 WIB

Pria di Cengkareng Cekoki Mahasiswi Obat Keras hingga Tewas Demi Senang-senang

Pria di Cengkareng Cekoki Mahasiswi Obat Keras hingga Tewas Demi Senang-senang

News | Senin, 14 September 2026 | 18:37 WIB

Taksi Listrik di Palembang Dipersoalkan, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

Taksi Listrik di Palembang Dipersoalkan, Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 18:34 WIB

Soroti Pungli Berkedok Ormas, Guru Besar Unpad Dukung Kapolri Sikat Premanisme Industri

Soroti Pungli Berkedok Ormas, Guru Besar Unpad Dukung Kapolri Sikat Premanisme Industri

News | Senin, 14 September 2026 | 18:34 WIB

Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu, Api Terlihat di Titik Ini

Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu, Api Terlihat di Titik Ini

Jatim | Senin, 14 September 2026 | 18:33 WIB

Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM Subsidi, Soroti Mobil Pajero

Bahlil Ungkap Biang Kerok Antrean BBM Subsidi, Soroti Mobil Pajero

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:29 WIB

×