Korea Utara Dilanda Kemarau Terburuk dalam 100 Tahun

Ardi Mandiri

Kamis, 18 Juni 2015 | 03:46 WIB
Korea Utara Dilanda Kemarau Terburuk dalam 100 Tahun
Kim Jong Un Kunjungi Ladang Pertanian

Suara.com - Korea Utara menyatakan mengalami musim kemarau terburuk dalam satu abad belakangan, yang berpeluang menyebabkan kelangkaan pangan.

Kemarau tersebut juga diperkirakan memperparah keadaan anak-anak di negara tersebut, yang -menurut perhitungan PBB- hampir sepertiganya mengalami hambatan pertumbuhan karena kekurangan gizi.

Korea Utara mengalami musim paceklik parah pada 1990-an dan bergantung pada bantuan donor internasional. Namun, bantuan tersebut terus turun dalam beberapa tahun belakangan karena kebijakan pembatasan terhadap pekerja kemanusiaan oleh pemerintah setempat.

Pada Selasa malam, kantor berita KCNA melaporkan bahwa kawasan persawahan di beberapa daerah, termasuk provinsi lumbung pangan Hwanghae dan Pyongan, mengalami kekeringan karena kekurangan hujan.

"Kemarau terburuk dalam 100 tahun terus berlangsung di Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), sehingga menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian," kata KCNA.

Hasil pertanian di Korea Utara secara berkala menurun karena kekeringan dan banjir pada musim panas, meski pemerintah telah berupaya untuk memodernisasi metode yang digunakan petani.

Thomas Lehman, Duta Besar Denmark untuk dua negara Korea, bulan lalu mengatakan bahwa dia "menyaksikan dengan jelas" sejumlah upaya untuk mengatasi kekeringan di lahan pertanian.

"Kurangnya air telah menyebabkan banyak kerusakan terhadap tanaman musim semi, dan penanaman padi sangat sulit tanpa pengairan yang cukup," kata Lehman yang mengaku telah melaporkan kekeringan di Korea Utara kepada PBB.

Korea Utara mendesak warga membantu petani. Pemerintah juga mengerahkan mobil pemompa dan pipa yang panjang untuk menyedot air ke lahan pertanian.

Sebelumnya pada bulan lalu, koordinator warga dari PBB, Ghulan Isaczai, sempat mengingatkan akan datangnya krisis kemarau rendahnya curah hujan.

Pada saat itu, dia berpendapat bahwa krisis pangan tahun ini tidak akan lebih buruk dibanding kejadian sebelumnya, mengingat masyarakat setempat sudah belajar untuk memiliki cadangan.

Pada April lalu, PBB meminta bantuan kemanusiaan internasional sebesar 111 juta dolar AS untuk Korea Utara. Hingga kini dana tersebut masih belum terkumpul.

Pada tahun 2014 lalu, PBB hanya berhasil mengumpulkan bantuan senilai 50 juta dolar AS untuk Korea Utara, jauh lebih kecil dibanding satu dekade sebelumnya yang mencapai 300 juta dolar AS.

Selain menyebabkan krisis pangan, kurangnya curah hujan juga berpotensi mengakibatkan kelangkaan listrik mengingat negara tersebut sangat bergantung pada pasokan pembangkit tenaga air. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korea Utara Klaim Perkecil Ukuran Senjata Nuklir

Korea Utara Klaim Perkecil Ukuran Senjata Nuklir

News | Rabu, 20 Mei 2015 | 16:17 WIB

Presiden Jokowi Bertemu Ketua Presidium Rakyat Korut

Presiden Jokowi Bertemu Ketua Presidium Rakyat Korut

News | Kamis, 23 April 2015 | 16:43 WIB

Terkini

Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak

Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Catatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Portugal di Piala Dunia U-15 Sore Ini: Punya Modal 8 Gol

Catatan Timnas Indonesia Jelang Lawan Portugal di Piala Dunia U-15 Sore Ini: Punya Modal 8 Gol

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Rupiah Makin Terpuruk ke Rp18.135, Berpotensi Jangka Panjang

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Pelanggan Daihatsu Asal Lampung Raih Mobil Modifikasi Langka Ayla Modern Vintage

Pelanggan Daihatsu Asal Lampung Raih Mobil Modifikasi Langka Ayla Modern Vintage

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Apa Manfaat Lulur Kocok Mustika Ratu? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

Apa Manfaat Lulur Kocok Mustika Ratu? Ini Kegunaan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

Demi Armada Sampah Lancar, Wali Kota Bekasi Lobi DKI Bangun Dua Flyover

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald, Ini Alasannya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

Benarkah Emisi Pesawat Makin Beracun Seiring Waktu? Studi Ungkap Hal Ini

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Konten Karhutla Diduga Dibatasi, Mengapa Transparansi Medsos Penting?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Drama Pemadaman 7 Jam di Suryakencana, Tiga Ruko Ludes Dilalap Api

Drama Pemadaman 7 Jam di Suryakencana, Tiga Ruko Ludes Dilalap Api

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 15:56 WIB

×