Dianggap Tak Penuhi Janji, Jokowi Diminta Ganti Menteri Hanif

Siswanto | Tri Setyo | Suara.com

Minggu, 28 Juni 2015 | 20:21 WIB
Dianggap Tak Penuhi Janji, Jokowi Diminta Ganti Menteri Hanif
Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakri mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX di Gedung DPR-RI, Jakarta, Selasa (3/2). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri menilai sekarang sudah waktunya evaluasi terhadap kinerja para menteri dari Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalal

"Sembilan bulan adalah waktu yang cukup untuk evaluasi kinerja Kabinet Kerja," ujar Ketua Umum Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri Iskandar Zulkarnaen, di Jakarta, Minggu (28/6/2015).

Siapa menteri yang menurut Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri harus diganti?

Jawaban mereka adalah Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Forum Solidaritas Pekerja Indonesia Luar Negeri sebagai lembaga yang selama ini melakukan advokasi masalah tenaga kerja Indonesia pelaut, memiliki banyak catatan tentang Hanif.

"Kami nagih kinerjanya Menaker yang berjanji akan selesaikan masalah TKI pelaut," ujarnya.

Catatan mereka, antara lain janji menyelesaikan masalah TKI pelaut yang sampai sekarang belum jelas.

"Akhir bulan Februari lalu, Menaker terima pengurus FSPILN dan berjanji akan selesaikan masalah TKI pelaut," kata Iskandar.

Yang kedua mengenai janji Menaker yang akan menyusun regulasi tentang pelaut yang kelak akan menjadi payung hukum TKI pelaut, faktanya belum terealisasi.

"Padahal, masalah TKI pelaut merupakan masalah kemanusiaan. Disana Negara wajib hadir karena hal tersebut merupakan mandat Konstitusi," katanya.

Dan yang ketiga, Menaker akan melakukan moratorium anak buah kapal untuk kapal ikan, mengingat kasus ABK paling rawan, bahkan, Hanif tegas mengatakan pengiriman TKI ABK kapal ikan akan diberhentikan.

"Faktanya, sampai saat ini Menaker belum lakukan janji untuk memblack list perusahaan yang tak taat aturan. Padahal ada datanya," katanya.

Dari beberapa catatan tersebut, forum tersebut meminta Presiden Jokowi mempertimbangkan untuk mencopot Menaker dan diganti dengan tokoh sosok yang lebih sesuai di bidangnya.

"Jangan sampai visi misi Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Jokowi tidak dapat terwujud hanya karena menteri-menterinya tidak bisa menjalankan mandatnya," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Parpol atau Profesional, Mana yang Tidak Maksimal?

Menteri Parpol atau Profesional, Mana yang Tidak Maksimal?

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 06:11 WIB

Reshuffle Kabinet Jangan Jadi Politik Dagang Sapi

Reshuffle Kabinet Jangan Jadi Politik Dagang Sapi

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 19:40 WIB

Pengamat Yakin Reshuffle Kabinet Jokowi Tergantung Bisikan Mega

Pengamat Yakin Reshuffle Kabinet Jokowi Tergantung Bisikan Mega

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 14:32 WIB

Diminta Hindari Pilih Menteri dari Parpol, Ini Saran Buat Jokowi

Diminta Hindari Pilih Menteri dari Parpol, Ini Saran Buat Jokowi

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 14:02 WIB

Tunggu Tawaran, PAN Siapkan Kadernya Masuk Kabinet Jokowi

Tunggu Tawaran, PAN Siapkan Kadernya Masuk Kabinet Jokowi

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 13:28 WIB

Terkini

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:47 WIB

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

Aparat Israel Halangi Pemimpin Gereja Masuk Makam Kudus di Misa Minggu Palma

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:13 WIB

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

Pesawat AWACS E-3 Milik AS Hancur Kena Serangan Iran di Arab Saudi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 20:19 WIB

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

Realisasi Bantuan Jaminan Hidup Terus Meningkat, Jadi Penunjang Hidup Penyintas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:33 WIB

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

Prabowo dan Takaichi Bakal Teken Kesepakatan Baru? Bocoran Topik Krusial dari Tokyo

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:23 WIB

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

PP TUNAS Mulai Berlaku, Kemenag Perkuat Literasi Digital di Pesantren dan Madrasah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 18:05 WIB

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

Kejar Target April 2026, Pemerintah Tambah Lokasi Sekolah Rakyat di Bogor

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 17:35 WIB

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

Idrus Marham: Kebijakan Prabowo Sudah Baik, Tapi Harus Dijelaskan kepada Rakat

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB