Pengamat UGM: Partai Harus Ikut 'Cawe-cawe' Kelola Dana Aspirasi

Siswanto

Senin, 29 Juni 2015 | 13:57 WIB
Pengamat UGM: Partai Harus Ikut 'Cawe-cawe' Kelola Dana Aspirasi
Laporan pertanggungjawaban APBN 2014 saat Rapat Paripurna DPR ke-34 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta Mada Sukmajati menilai partai politik nanti harus ikut campur tangan dalam pengelolaan dana aspirasi yang sekarang sedang diperjuangkan anggota DPR masuk APBN 2016.

"Saya kira partai harusnya ikut cawe - cawe dalam pengelolaan dana aspirasi, tidak bisa dana ini diserahkan pada individu anggota dewan karena itu menyalahi watak politik kita yang menempatkan partai politik sebagai lembaga politik yang vital dalam proses politik," kata Mada kepada Suara.com, Senin (29/6/2015).

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna yang dihadiri 315 dari 560 anggota DPR dan dipimpin Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah, Selasa (24/6/2015), hanya tiga fraksi yang menolak pengesahan peraturan tentang tata cara pengusulan program pembangunan dapil. Ketiga fraksi adalah Fraksi Nasdem, Fraksi Hanura, dan Fraksi PDI Perjuangan. Usulan program tersebut meliputi penganggaran dana untuk pembangunan dapil atau yang disebut dana aspirasi Rp20 miliar per anggota dewan. Jika dikalikan 560 anggota DPR yang ada, estimasi total dana aspirasi mencapai Rp11,2 triliun. Namun, pemerintah belum menyetujui dana tersebut masuk APBN 2016. Presiden Joko Widodo telah menolak dana aspirasi.

Menurut Mada keikutsertaan partai mengelola dana aspirasi untuk memastikan dana tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan baik.

Agar dana aspirasi tepat guna, kata Mada, masyarakat juga harus ikut mengawasi dan mendorong agar duit negara tidak disalahgunakan.

Hal ini penting untuk disampaikan Mada karena dia menilai saat ini anggota DPR lebih mengedepankan logika hantam dulu atau yang penting dana aspirasi mereka dapatkan dulu, tapi tidak berpikir bagaimana mengelola dan mempertanggungjawabkannya.

"Soal pengelolaan dana aspirasi ini kan sampai sekarang belum jelas desainnya dan itu menimbulkan kekhawatiran penyelewengan penggunaan dana ini, logika anggota DPR ini yang penting dikasih dulu 20 milyar, buat apa dan bagaimana pengelolaannya dan bagaimana evaluasinya nanti, saya kira cara berpikir ini sangat memprihatinkan," kata Mada.

Lebih jauh, Mada mempertanyakan sikap Presiden yang menolak dana aspirasi, apakah pernyataan Presiden memiliki implikasi untuk menganulir kebijakan DPR.

Sebab, Mada menilai pernyataan Presiden bisa saja hanya menjadi bagian dari agenda politik karena hingga saat ini belum terlihat ada tindak lanjut dari pernyataan Presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Hakim Agung

Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Hakim Agung

DPR | Senin, 29 Juni 2015 | 13:46 WIB

Anggota DPR Diminta Buka Mata, Jangan Minta-minta Dana Aspirasi

Anggota DPR Diminta Buka Mata, Jangan Minta-minta Dana Aspirasi

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 19:22 WIB

Fitra Deteksi Gejala APBN 2016 untuk Bancakan Partai Politik

Fitra Deteksi Gejala APBN 2016 untuk Bancakan Partai Politik

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 18:50 WIB

Dana Aspirasi 20 M Per Anggota DPR, Hasyim Muzadi: Ini Kezaliman

Dana Aspirasi 20 M Per Anggota DPR, Hasyim Muzadi: Ini Kezaliman

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 18:26 WIB

Cara Unik Warga Solo Tolak Dana Aspirasi DPR

Cara Unik Warga Solo Tolak Dana Aspirasi DPR

News | Minggu, 28 Juni 2015 | 11:03 WIB

Terkini

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 19:27 WIB

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Respons Kepala BMKG soal Munculnya Daratan Baru di Anak Krakatau dan Potensi Tsunami

Video | Minggu, 27 September 2026 | 19:15 WIB

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Cara Main Lucky Toss BRI di Serpong Warrior Challenge 2026

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 19:11 WIB

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:10 WIB

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

Ditemukan di Kalteng, 7 Korban Tewas KM Virgo Dievakuasi ke Banjarmasin dengan Helikopter Basarnas

News | Minggu, 27 September 2026 | 19:07 WIB

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Ngeri! Puncak Bonus Demografi 2030 Bisa Jadi Bencana Lingkungan Kalau Kita Terus Abai

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:05 WIB

×