Landasan Udara Militer Cina di Laut Cina Selatan Nyaris Rampung

Liberty Jemadu

Kamis, 02 Juli 2015 | 09:10 WIB
Landasan Udara Militer Cina di Laut Cina Selatan Nyaris Rampung
Foto terbaru pangkalan militer Cina di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan (Suara.com/US Navy).

Suara.com - Pembangunan landasan udara militer Cina di sekitar Kepulauan Spratly, kawasan perairan di Laut Cina Selatan yang masih disengketakan dengan sejumlah negara Asia Tenggara, akan segera rampung, demikian ditunjukkan oleh foto satelit terbaru.

Seorang komandan militer Amerika Serikat, kepada Reuters pada Mei kemarin mengatakan bahwa pangkalan militer itu bisa mulai beroperasi pada akhir 2015. Sementara dalam foto satelit per 28 Juni kemarin menunjukkan bahwa pangkalan militer itu bisa lebih cepat beroperasi.

Memiki panjang 3 kilometer, landasan itu bisa digunakan untuk menerbangkan dan mendaratkan sebagian besar pesawat militer Cina. Sejumlah pakar militer mengatakan posisi pangkalan itu memberikan keuntungan bagi Cina untuk menjangkau hampir seluruh kawasan Asia Tenggara dengan jet-jet tempurnya.

Adapun pada Selasa (30/6/2015) kemarin mengatakan bahwa proyek reklamasi di Spratly, yang dibangun di atas tujuh pulau karang kecil, sudah rampung. Meski demikian Beijing enggan merinci lebih jauh tentang pulau buatan tersebut.

Adapun foto terakhir pangkalan udara Cina itu diambil oleh satelit milik DigitalGlobe dan diterbitkan oleh Asia Maritime Transparency Initivative (AMTI) di Centre for Strategic and International Studies di Washington, AS.

AMTI mengatakan bahwa landasan udara itu sudah ditandai dan menjalani pengerasan. Sementara hanggar juga sudah dibangun. Pangkalan itu juga memiliki dua helipad, 10 antena komunikasi satelit, dan sebuah radar. Foto AMTI itu juga menunjukkan ada sebuah kapal perang Cina bersandar di pelabuhan pulau buatan itu.

Selain itu, foto-foto AMTI juga menunjukkan bahwa di pulau karang South Johnson Reef, yang juga dikuasai Cina, kini sudah berdiri sebuah gedung bertingkat untuk fasilitas militer. Cina diperkirakan sedang membangun dua menara radar di sana, lengkap dengan dua helipad dan tiga antena komunikasi satelit.

Cina sendiri mengklaim bahwa seluruh Laut Cina Selatan sebagai miliknya, perairan yang ramai dilewati oleh kapal-kapal dagang setiap harinya. Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan juga mengklaim kawasan itu. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden Filipina Samakan Cina dengan Rezim Nazi Jerman

Presiden Filipina Samakan Cina dengan Rezim Nazi Jerman

News | Rabu, 03 Juni 2015 | 16:42 WIB

Jepang Kritik Cina Bangun Pulau di Laut Cina Selatan

Jepang Kritik Cina Bangun Pulau di Laut Cina Selatan

News | Sabtu, 30 Mei 2015 | 10:05 WIB

2 Kapal Perang Perancis di Cina Bikin Jepang Gemetar

2 Kapal Perang Perancis di Cina Bikin Jepang Gemetar

News | Kamis, 14 Mei 2015 | 13:23 WIB

Cina Pertahankan Pangkalan Militer di Spratly

Cina Pertahankan Pangkalan Militer di Spratly

News | Senin, 24 November 2014 | 14:47 WIB

Cina Bangun Pangkalan Militer di Laut Cina Selatan

Cina Bangun Pangkalan Militer di Laut Cina Selatan

News | Minggu, 23 November 2014 | 09:58 WIB

Indonesia Soroti Stabilitas Laut Cina Selatan

Indonesia Soroti Stabilitas Laut Cina Selatan

News | Sabtu, 15 November 2014 | 16:34 WIB

Cina Anjurkan Warganya Tidak Berkunjung ke Vietnam

Cina Anjurkan Warganya Tidak Berkunjung ke Vietnam

News | Kamis, 15 Mei 2014 | 12:37 WIB

Terkini

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Demi Selamatkan Kambing Kesayangan, Kakek 80 Tahun di Jombang Pulang Tinggal Nama

Jatim | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Weton Lakuning Setan Apa Maknanya? Kenali Watak dan Deretan Weton yang Dinaungi

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:13 WIB

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan Hingga Januari 2027, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:06 WIB

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

65 Persen Mobil di Jateng Masih Pakai BBM, BYD Dorong Peralihan ke Kendaraan Energi Baru

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:05 WIB

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

KPF Desak Prabowo Bentuk TGPF Independen Usut Kekerasan Demo 27 Agustus

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:51 WIB

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Saksi Hidup G30S Bongkar Peran Karno Gejik, Eksekutor PKI yang Catat Daftar Nama Warga untuk Dibunuh

Surakarta | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:49 WIB

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

7 Sifat Buruk dan Kelebihan Shio Ayam dalam Pekerjaan dan Percintaan

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:43 WIB

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional Oktober 2026 Lengkap

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:42 WIB

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Kebakaran TPA Jatibarang Meluas 10 Hektare, Gas Metana Bikin Api Membara

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×