Warga Pekanbaru Terpaksa Hirup Udara Campur Asap

Ardi Mandiri | Suara.com

Senin, 13 Juli 2015 | 01:47 WIB
Warga Pekanbaru Terpaksa Hirup Udara Campur Asap
Kabut Asap

Suara.com - Warga Kota Pekanbaru, Provinsi Riau terpaksa hirup udara bercampur asap, karena wilayah tersebut dalam sepekan terakhir diselimuti kabut asap pekat yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama pada malam dan pagi hari.

Pantauan di sejumlah papan Indeks Standar Polusi Udara (ISPU) di Pekanbaru, Minggu, menunjukkan kondisi pada posisi "tidak sehat" baik itu papan ISPU yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Jenderal Sudirman.

"Begitu selesai Tarawih di masjid, maka terasa udara tidak sehat seperti tercampur asap dari kebakaran. Meski demikian, kami tetap hirup udara itu karena tidak punya pilihan. Tapi pintu atau jendela rumah kami tutup rapat-rapat," papar Rika Indah (29), seorang warga di Jalan Dahlia.

Kabut asap pekat yang menyelimuti daerah itu terutama malam hingga pagi hari, telah mengakibatkan sebagian dari warga Pekanbaru mulai mengalami gangguan pernapasan.

"Asap yang menyelimuti Pekanbaru semakin hari semakin tebal. Bukan hanya sesak nafas saja kita rasakan, tapi batuk-batuk dan mata pun semakin perih dibuatnya terutama malam hari," kata Andi (35), warga Jalan Tuanku Tambusai.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, Satelit Terra dan Aqua pada Minggu (12/7) pukul 05.00 WIB mendeteksi ada 237 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera. Titik panas yang menjadi indikasi kebakaran paling banyak terdeteksi di Provinsi Riau dengan jumlah 167 titik, diikuti Sumatera Utara 37 titik, Jambi 18 titik, Sumatera Selatan 14 titik dan Lampung satu titik.

Di Riau, "hotspot" paling banyak terdapat di Kabupaten Rokan Hilir ada 82 titik, kemudian Bengkalis 40 titik, Rokan Hulu enam titik, Siak dan Meranti empat titik, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pekanbaru masing-masing dua titik, dan Kampar satu titik.

Tiga daerah diselimuti asap, yakni Kota Pekanbaru dengan jarak pandang tinggal tiga kilometer, Dumai jarak pandang satu kilometer dan Pelalawan jarak pandang tiga kilometer.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, luas kebakaran di daerah itu sejak Juni hingga kini sudah mencapai 1.009 ha dan diperkirakan terus bertambah. Meski demikian, upaya pemadaman terus dilakukan melalui satuan tugas darat yang merupakan kolaborasi TNI, BPBD dan Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sedangkan, pemadaman lewat udara masih menggunakan dua helikopter milik perusahaan besar di Riau dengan teknologi modifikasi cuaca demi menghasilkan hujan buatan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Sementara ini, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terkait kesiapan "fire fighter" musim kemarau dan telah umumkan periode bahaya api di seluruh wilayah konsesi sejak 1 Juli-31 Agustus 2015.

Langkah itu merupakan upaya pencegahan kebakaran hutan pertama kali dilakukan oleh perusahaan kehutanan di Indonesia dengan menerjunkan satu unit helikopter, 20 orang tim pemadam kebakaran dari wilayah darat selama kurang lebih 9 jam.

"Saat ini kami terus berkoordinasi baik dengan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan BKSDA untuk memantau perkembangan titik api di TNTN atau wilayah Ukui, Pelalawan lainnya. Kami 'fire fighter' RAPP selalu senantiasa siap dalam membantu," kata tim pemadam kebakaran RAPP Sektor Ukui, Almei Hendra.

Seperti diketahui, RAPP memiliki dua unit helikopter dengan empat kapten pilot serta ratusan tim "fire fighter" yang siap membantu memadamkan api pada setiap kebakaran hutan yang terjadi di luar area konsesi RAPP.

"Seperti titik api yang muncul di sekitar kawasan TNTN ditemukan saat tim 'fire fighter' RAPP melakukan patroli gunakan heli di wilayah konsesi dan juga di luar wilayah yang berbatasan dengan area konsesi RAPP," ucap Almei. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Riau Kembali Diselimuti Asap

Riau Kembali Diselimuti Asap

News | Sabtu, 04 Juli 2015 | 11:07 WIB

Puluhan 'Hotspot' Kini Kembali Terekam di Riau

Puluhan 'Hotspot' Kini Kembali Terekam di Riau

News | Minggu, 15 Maret 2015 | 05:39 WIB

Tujuh Perusahaan Penyebab Kabut Asap Digugat

Tujuh Perusahaan Penyebab Kabut Asap Digugat

News | Jum'at, 26 Desember 2014 | 21:15 WIB

Asap Tebal Tunda Lima Penerbangan di Banjarmasin

Asap Tebal Tunda Lima Penerbangan di Banjarmasin

News | Selasa, 04 November 2014 | 09:15 WIB

Terkini

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

Gerak Cepat TNI Pasca-Gempa Sulut: Ratusan Prajurit Evakuasi Korban hingga Sisir Dampak Tsunami

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:53 WIB

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

WFH Bukan Long Weekend! Pemerintah Pakai Teknologi Pantau Lokasi ASN

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:39 WIB

KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?

KDM dan Ahmad Luthfi Ketawa Bareng di Jakarta, Netizen Kena Prank Medsos?

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:36 WIB

BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket

BGN Klarifikasi Konten Viral Susu 'Makan Bergizi Gratis' Dijual di Minimarket

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:35 WIB

Buntut Kasus Amsal, Kajari Karo Terancam Pidana! Safaruddin DPR: Abaikan Perintah Hakim

Buntut Kasus Amsal, Kajari Karo Terancam Pidana! Safaruddin DPR: Abaikan Perintah Hakim

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:35 WIB

Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Hampir Rp1 Miliar Dikuras Hacker, Pelaku Pesta Sabu Saat Ditangkap!

Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Hampir Rp1 Miliar Dikuras Hacker, Pelaku Pesta Sabu Saat Ditangkap!

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:17 WIB

Dua Tahun Beroperasi, Bos Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah Diamankan Bareskrim

Dua Tahun Beroperasi, Bos Judi Online Beromzet Miliaran Rupiah Diamankan Bareskrim

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:15 WIB

Sebut Kajari Karo Lakukan Dua Kesalahan Fatal dalam Kasus Amsal Sitepu, Anggota DPR: Pindahin Saja!

Sebut Kajari Karo Lakukan Dua Kesalahan Fatal dalam Kasus Amsal Sitepu, Anggota DPR: Pindahin Saja!

News | Kamis, 02 April 2026 | 19:08 WIB

Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya Pembujukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi!

Seret Inisial AA dan FA, dr. Tifa Klaim Kantongi Bukti Upaya Pembujukan RJ di Kasus Ijazah Jokowi!

News | Kamis, 02 April 2026 | 18:57 WIB

Gempa Guncang Sulut, Puan Maharani Minta Pemerintah Sigap Pastikan Keselamatan Warga

Gempa Guncang Sulut, Puan Maharani Minta Pemerintah Sigap Pastikan Keselamatan Warga

News | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB