Harus Ada Sistem Cegah Kecepatan Lebihi 100 KM Per Jam di Cipali

Siswanto

Kamis, 16 Juli 2015 | 11:46 WIB
Harus Ada Sistem Cegah Kecepatan Lebihi 100 KM Per Jam di Cipali
Gerbang tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Subang, Jawa Barat, Selasa (16/6). [Antara]

Suara.com - Pembukaan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) pertengahan Juni 2015 dinilai telah membantu mengurai kemacetan pada beberapa simpul saat mudik, namun jalan tol sepanjang 116 kilometer ini dinilai masih memiliki banyak kekurangan yang memakan korban.

Pengamat transportasi Darmaningtyas memaparkan salah satu penyebab banyaknya insiden kecelakaan di tol ini adalah struktur jalan lurus dan mulus yang mendorong pengendara memacu kendaraan lebih dari batas kecepatan yang seharusnya.

"Jalan tol baru yang lurus dan halus mendorong orang memacu kendaraannya di atas kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam, bisa saja di sana berkendara 160 kilometer tapi tidak terasa karena mulus dan lengang," kata Darmaningtyas di Jakarta, Rabu (16/7/2015).

Darmaningtyas mengatakan harus ada sistem yang membuat pengendara terbiasa dengan struktur jalan lurus dan panjang seperti Tol Cipali.

"Harus ada satu sistem yang bisa mengendalikan pengemudi memacu kecepatan kendaraan supaya jangan melebihi 100 kilometer per jam. Salah satunya adalah dengan mengontrol sistem masuk dan keluar kendaraan dengan sebuah perhitungan," kata dia.

Sistem itu akan menghitung waktu yang ditempuh kendaraan, mulai dari memasuki tol hingga keluar.

"Jadi tercatat saat masuk jam berapa, keluar jam berapa. Kira-kira kecepatannya berapa kalau seperti itu. Kalau nyatanya kecepatannya melebihi yang seharusnya bisa diberi sanksi," kata dia.

Meski demikian, Darmaningtyas mengakui untuk sistem seperti itu dibutuhkan teknologi yang matang sehingga tidak malah menimbulkan masalah baru di pintu masuk dan keluar tol.

"Jangan sampai nanti malah ada antrean panjang di pintu masuk dan keluar," kata dia.

Tol Cipali tercatat sebagai ruas jalan tol terpanjang di Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tol Cipali Terpantau Lancar

Tol Cipali Terpantau Lancar

Foto | Senin, 13 Juli 2015 | 14:12 WIB

Polisi Siagakan Mobil Patroli Tiap 10 KM di Tol Cipali

Polisi Siagakan Mobil Patroli Tiap 10 KM di Tol Cipali

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 13:57 WIB

Ini 4 Rest Area Tol Cipali yang Sudah Beroperasi

Ini 4 Rest Area Tol Cipali yang Sudah Beroperasi

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 11:07 WIB

Tol Cipali Beroperasi, Warung Oleh-oleh Cikampek Sepi Pembeli

Tol Cipali Beroperasi, Warung Oleh-oleh Cikampek Sepi Pembeli

News | Minggu, 12 Juli 2015 | 06:58 WIB

Terkini

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

Prabowo: Perkuat Koperasi Bukan Berarti Anti Perusahaan Besar

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:14 WIB

×