Harga Lebih Mahal, Ini Sanksi Buat Peserta Jakbook & Edu Fair

Laban Laisila, Agung Sandy Lesmana

Selasa, 28 Juli 2015 | 16:33 WIB
Harga Lebih Mahal, Ini Sanksi Buat Peserta Jakbook & Edu Fair
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama di acara Jakarta Book and Education Fair 2015 atau Jakbook & Edu Fair di Senayan. [suara.com/Bowo Raharjo]

Suara.com - Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta akan memberikan sanksi kepada peserta Jakbook & Edu Fair 2015 yang telah menjual perlengkapan sekolah lebih mahal ketimbang harga pasaran.

"Saya usulkan ke panitia jika ada pengunjung yang beli di atas harga pasar, penjualnya harus kembalikan 10 kali lipat dari harga. Jadi mereka dapat sanksi, bukan hanya tidak boleh ikut lagi, tapi juga harus kembalikan. Saya minta hal itu tolong dituangkan di surat perjanjian. Ini kan kritikan untuk kesiapan panitia juga," kata penasehat hukum IKAPI DKI Jakarta Achmad Michdan kepada wartawan, Selasa (28/7/2015).

Adapun peserta pameran yang diduga telah menjual perlengkapan sekolah di atas harga pasar, Achmad menyebut hal tersebut hanya ulah oknum. Untuk itu, dia meminta panitia penyelenggara Jakbook bisa mengawasi peserta pameran yang tidak tergabung dengan IKAPI.

"Panitia juga agar membuat surat pernyataan peserta untuk mereka yang di luar penerbit. Jika ada yang menjual di atas harga pasar berarti itu oknum, tentu akan dapat sanksi dari panitia. Bisa juga orang yang dirugikan tuntut ke panitia," katanya.

Terkait kritik keras dari Gubernur Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok), pihaknya saat ini masih melakukan investigasi untuk menemukan oknum peserta yang telah menyalahi kesepakatan soal harga perlengkapan sekolah.

"Berkaitan dengan apakah diberikan sanksi, syarat tiap peserta adalah di bawah harga pasar dan diskon. Yang disebutkan pak Gubernur itu belum diketahui siapa-siapa oknumnya. Ada penjual tas, seragam, dan ATS (alat tulis sekolah)  kan baru ini," kata Achmad.

Seperti diberitakan, Ahok sempat marah-marah saat acara peresmian acara Jakbook & Edu Fair 2015 di Senayan, Senin malam (27/7/2015).

Dia naik pitam karena harga buku dan peralatan sekolah lainnya yang dijual di acara pameran ternyata lebih mahal dari harga pasaran.

"Apalagi buku tulis kampus harganya Rp42 ribu, di pasaran cuma Rp37 ribu, di sini lebih mahal Rp5 ribu, lalu ada lagi buat gambar satu pak buku gambar di sini 55 ribu, dan kalau di pasaran kan nggak sampai segitu," kata Ahok.

Menurut Ahok acara yang yang digelar Provinsi DKI Jakarta dan Ikatan Penerbit Indonesia DKI Jakarta dari tanggal 27 Juli - 3 Agustus 2015 tersebut harusnya menawarkan harga murah.

"Ini harusnya lebih murah, harga tas di sini lebih kurang ajar lagi, tas Rp75 ribu dapat di pasar, di sini Rp120 ribu," tambah Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disemprot Ahok, Penyelenggara Jakbook &  Edu Fair Minta Maaf

Disemprot Ahok, Penyelenggara Jakbook & Edu Fair Minta Maaf

News | Selasa, 28 Juli 2015 | 15:56 WIB

Dukung Nachrowi, Demokrat Tak Takut Lawan Ahok di Pilkada 2017

Dukung Nachrowi, Demokrat Tak Takut Lawan Ahok di Pilkada 2017

News | Selasa, 28 Juli 2015 | 15:33 WIB

Ahok Ngaku Keluarkan Kata-kata Kotor Soal Jakbook Edu Fair di WC

Ahok Ngaku Keluarkan Kata-kata Kotor Soal Jakbook Edu Fair di WC

News | Senin, 27 Juli 2015 | 20:18 WIB

Harga Dibuat Mahal, Ahok: Jangan Datang ke Jakbook & Edu Fair

Harga Dibuat Mahal, Ahok: Jangan Datang ke Jakbook & Edu Fair

News | Senin, 27 Juli 2015 | 20:03 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×