Tetralogi Bumi Manusia Karya Pramoedya Cetak Ulang

Suwarjono

Senin, 10 Agustus 2015 | 05:58 WIB
Tetralogi Bumi Manusia Karya Pramoedya Cetak Ulang
Ilustrasi novel. (shutterstock)

Suara.com - Tetralogi Buru, empat novel karya Pramoedya Ananta Toer yang menceritakan kisah-kisah pembentukan nasion Indonesia masih laris diburu peminatnya, terbukti hanya dalam dua pekan sejak cetak ulang Juli 2015 sudah terjual 10.000 eksemplar.

"Kami berencana mencetak lagi dan siap masuk ke toko buku pada Agustus," kata Astuti A. Toer, putri dari mendiang Pramoedya, kepada Antara di Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Tetralogi tersebut dicetak ulang oleh penerbit Lentera Dipantara meliputi Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan Rumah Kaca, sebagai empat novel berangkai yang sejauh ini telah diterbitkan hampir dalam semua bahasa negara-negara besar di dunia.

Bumi Manusia pertamakali terbit pada 1980 dan kemudian Anak Semua Bangsa edisi mula dicetak 1981, Jejak Langkah dicetak pada 1985 serta Rumah Kaca dicetak pada 1988, namun semua buku tersebut dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada masa pemerintahan Orde Baru karena dianggap membawa paham kiri.

Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa dilarang beredar pada 1981, Jejak Langkah dilarang beredar pada 1985 demikian pula Rumah Kaca dilarang beredar pada 1988, hanya beberapa bulan setelah terbit.

Pramoedya Ananta Toer, lahir di Blora , Jawa Tengah pada 6 Februari 1925 dan tutup usia pada 30 April 2006 di Jakarta, menulis tetralogi tersebut ketika menjalani masa tahanan di Pulau Buru, Maluku.

Semasa hidupnya Pram mengeluh merasa diperlakukan tidak adil karena ditangkap, dipenjarakan dan menjalani pembuangan ke Pulau Buru tanpa pernah diadili atas tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Setelah pemerintahan Orde Baru berakhir, buku-buku Karya Pramoedya diterbitkan kembali dan beredar di Indonesia, serta mengalami beberapa kali cetak ulang yang selalu habis terjual, kata Astuti.

Sepanjang perjalanan kariernya sebagai sastrawan, Pram telah menghasilkan puluhan karya, selain Tetralogi Buru, antara lain yang terkenal adalah Gadis Pantai, Bukan Pasar Malam, Perburuan, Cerita Dari Blora, Panggil Aku Kartini Saja dan masih banyak lagi.

Kisah dalam Tetralogi Buru yang juga dikenal dengan sebutan Tetralogi Bumi Manusia mengungkap sejarah bangsa pada masa kebangkitan nasional dengan menampilkan sosok fiktif Minke berdasarkan tokoh nyata, Tirto Adhi Soerjo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

"Bumi Manusia" karya Pram Jadi Kajian di London

"Bumi Manusia" karya Pram Jadi Kajian di London

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2015 | 14:55 WIB

Inilah Lima Novelis Terkaya di Dunia

Inilah Lima Novelis Terkaya di Dunia

Bisnis | Sabtu, 09 Agustus 2014 | 14:49 WIB

Terkini

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

Jerat Jukir Liar Pakai Pasal Pemerasan: Solusi Tuntas atau Sekadar Tambal Sulam?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 06:30 WIB

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

×