Ada Makanan Mengandung Formalin & Boraks di Lenggang Jakarta

Pebriansyah Ariefana | Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Jum'at, 14 Agustus 2015 | 13:44 WIB
Ada Makanan Mengandung Formalin & Boraks di Lenggang Jakarta
Situasi pengunjung di Lenggang Jakarta. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) DKI bersama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi DKI menemukam ada makanan mengandung zat berbahaya di pusat kuliner yang bernamakan Lenggang Jakarta di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat. Lenggang Jakarta ini sebelumnya menjadi kebanggaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Kepala BPOM Provinsi DKI, Dewi Prawitasari mencatat dari 81 jajanan makanan yang diambil sempelnya dari Lenggang Jakarta, setelag diuji sampling, ada 5 makanan di antaranya mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.

"Makanan yang diuji sampling semuanya itu ada 81. Yang terbukti positif mengandung zat bahaya, ada lima sampel," kata Dewi ketika dihubungi wartawan, Jumat (14/8/2015).

Lima makanan yang mengandung zat berbahaya itu ditemukan pada makanan ketupat, lontong sayur, gulali, kerupuk merah, dan mie kuning. Dewi menegaskan, makanan ketupat yang dijual belikan mengandung boraks terdapat pada ketupat, dan dua sempel kerupuk merah serta gulali mengandung rodamine B‎ atau zat pewarna tektil.

"Ada juga satu sampel makanan mie kuning yang mengandung dua macam zat berbahaya, boraks dan formalin," tegas Dewi.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahaya akibatnya apabila makanan tersebut dikonsumsi oleh manusia. Setelah kedapatan menjual makanan berbahaya, para pedagang yang menjual makanan berbahaya itu langsung diberikan pembinaan dari Dinas KUMKMP DKI.

"Dampaknya berbahaya itu, mulai dari kerusakan organ sampai kematian akibat kanker," jelas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Ingin Pedagang Kecil Dipermudah Dapat Sertifikat BPOM

Ahok Ingin Pedagang Kecil Dipermudah Dapat Sertifikat BPOM

News | Jum'at, 07 Agustus 2015 | 16:07 WIB

BPOM: Makanan Kadaluarsa Meningkat 11 Kali Lipat di Ramadan

BPOM: Makanan Kadaluarsa Meningkat 11 Kali Lipat di Ramadan

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 17:03 WIB

BPOM: Tren Temuan Makanan Berbahaya Turun

BPOM: Tren Temuan Makanan Berbahaya Turun

News | Kamis, 09 Juli 2015 | 12:24 WIB

Hati-hati, Makanan Kadaluarsa Marak Jelang Lebaran

Hati-hati, Makanan Kadaluarsa Marak Jelang Lebaran

| Selasa, 07 Juli 2015 | 17:01 WIB

Sidak Boraks ke Pasar Benhil, Ahok Borong Takjil

Sidak Boraks ke Pasar Benhil, Ahok Borong Takjil

News | Sabtu, 27 Juni 2015 | 17:13 WIB

Terkini

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:45 WIB

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:01 WIB