Menaker Imbau Pengusaha Tak Melakukan PHK Massal

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 15 Agustus 2015 | 04:08 WIB
Menaker Imbau Pengusaha Tak Melakukan PHK Massal
Kesejahteraan Buruh

Suara.com - Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengimbau para pelaku usaha di Indonesia untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif, meskipun Indonesia sedang mengalami perlambatan ekonomi.

"Kami minta agar pengusaha melakukan siasat untuk menghadapi ekonomi sekarang ini, tetapi siasatnya jangan sampai melakukan PHK," kata Menaker Hanif, di Jakarta, Jumat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri acara penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 di depan rapat paripurna DPR RI.

Imbawan itu disampaikan Menaker guna merespon peristiwa banyaknya perusahaan berskala global yang melakukan PHK.

Menurut Hanif, selama semester I 2015, ada sekitar 30 ribu pekerja yang "dirumahkan".

Dia juga menilai bahwa peristiwa PHK besar-besar yang terjadi di beberapa negara di dunia saat ini sudah pada taraf yang cukup mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, kata Hanif, fenomena PHK secara masif yang terjadi di dunia saat ini menjadi perhatian pemerintah, karena dapat berimbas terhadap kondisi Indonesia.

Dia mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan sedang mendata jumlah pekerja di Indonesia yang telah mengalami PHK sepanjang 2015.

"Berdasarkan hitungan sementara, tahun ini yang 'lay off' atau dirumahkan sementara itu ada kurang lebih 30.000 orang," ungkap dia.

Hanif menjelaskan bahwa para pekerja yang dirumahkan sementara itu sebagian besar berasal dari perusahaan yang bergerak di sektor industri manufaktur.

"Kebanyakan mereka dari industri manufaktur, terutama garmen. Ini karena keadaan ekonomi ya, dunia usaha kan melakukan efisiensi karena pada tahun lalu kan tidak ada perlambatan ekonomi," ujar dia.

Namun, dia berharap perlambatan ekonomi di Indonesia dapat segera diatasi dan pertumbuhan ekonomi bisa terakselerasi, sehingga kondisi sektor-sektor usaha dapat membaik dan tindakan PHK di Indonesia pun dapat ditekan.

Menaker juga mengaku optimistis kondisi ekonomi Indonesia ke depan akan lebih baik sehingga penyerapan tenaga kerja pun akan bisa ditingkatkan.

"Saya optimistis kebijakan-kebijakan pemerintah ke depan akan bisa memacu pertumbuhan ekonomi, sehingga dunia usaha yang saat ini agak sulit itu dalam waktu ke depan akan bisa diperbaiki," kata Hanif. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Investor Asing Hengkang Dari Batam, KSPI: Bukan Karena Demo Buruh

Investor Asing Hengkang Dari Batam, KSPI: Bukan Karena Demo Buruh

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2015 | 13:42 WIB

Wakil Ketua Kadin Ini Dukung Kenaikan Upah Jangan Tiap Tahun

Wakil Ketua Kadin Ini Dukung Kenaikan Upah Jangan Tiap Tahun

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2015 | 12:41 WIB

Akankah Buruh Lokal Tersingkir di Era MEA?

Akankah Buruh Lokal Tersingkir di Era MEA?

News | Jum'at, 29 Mei 2015 | 07:00 WIB

Terkini

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Weton yang Bisa Meredam Rabu Pon? Ada 3 Pilihan Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

Sudaryono Ungkap Alasan MBG Ramai Dikritik di Sosmed: Ada Guru hingga LSM

News | Selasa, 15 September 2026 | 11:07 WIB

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Mentan Ungkap Penipuan Beras Fortifikasi, Selisih Harga hingga Rp44.000 per Kg

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:04 WIB

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Berawal dari Urus SIM hingga Nikah Siri, Hubungan Gelap Oknum Polisi di Tulungagung Kena Sidang Etik

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 11:02 WIB

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

The Atala: Ketika Sejarah Nusantara Sera Membawa Menembus Waktu

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 11:00 WIB

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Mengintip Cara Warisan Leluhur Bali Membuat Garam Palung Secara Tradisional

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

Aisar Khaled Dipolisikan terkait Penipuan hingga Pencucian Uang

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:58 WIB

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

Udara Singapura Tembus Rekor Terburuk Pertama Kali Sejak 7 Tahun karena Kebakaran Hutan Kalimantan

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:53 WIB

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

Sebelum Dipecat Prabowo, Purbaya Ungkap Dirjen Pajak dan Bea Cukai Jadi Tempat Berlindung Koruptor

News | Selasa, 15 September 2026 | 10:48 WIB

×