Masuk Final, Lee Chong Wei Tanpa Beban

Ardi Mandiri | Suara.com

Minggu, 16 Agustus 2015 | 00:12 WIB
Masuk Final, Lee Chong Wei Tanpa Beban
Pebulutangkis Malaysia, Lee Chong Wei, dalam jumpa pers terkait kasus 'doping'-nya, di Bangkok, 21 November 2014. [Reuters/Athit Perawongmetha]

Suara.com -  Atlet tunggal putra Malaysia Lee Chong Wei ingin lepas dari tekanan pertandingan putaran final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 saat menghadapi wakil Tiongkok, Chen Long.

"Saya tahu saya tidak menjadi pemain unggulan saat ini. Tapi, saya berhasil masuk final. Itu adalah peluang, mungkin peluang terakhir. Saya harap dapat menikmati pertandingan dan tidak tertekan seperti tahun lalu. Saya akan bermain tanpa beban," kata Chong Wei setelah pertandingan semifinal di Stadion Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (15/8/2015)  malam.

Pada pertandingan semifinal, Chong Wei memupuskan harapan wakil Denmark Jan O Jorgensen untuk melaju ke putaran final. Chong Wei menang 21-7, 21-19 dalam waktu 42 menit.

Kemenangan itu menambah catatan kemenangan Chong Wei atas Jorgensen menjadi 13-1 dalam 14 kali pertemuan kedua atlet itu sejak 2009.

"Saya dapat menang mudah pada kejuaraan tahun lalu dengan dua game langsung. Tapi, kejuaraan kali ini berbeda karena saya menang dalam tiga game," kata atlet yang menyabet medali perak pada Kejuaraan Dunia 2014 itu.

Chong Wei berharap dapat lepas dari tekanan putaran final dengan bekal pengalaman pertandingan putaran pertama hingga semifinal Kejuaraan Dunia 2015.

"Saya tidak ingin membahas target dan fokus pada diri sendiri. Saya tidak ingin membahas tentang kemungkinan kejuaraan tahun depan," kata Chong Wei.

Sementara, Jorgensen mengatakan telah lupa akan kemampuan bermain Lee Chong Wei setelah pertemuan terakhir mereka pada turnamen Piala Thomas 2014.

"Saya lupa akan kecepatan dan langkah yang dipunyainya. Itu adalah kemampuan khusus. Tidak ada pemain lain di dunia yang punya kecepatan itu," kata Jorgensen.

Atlet menjadi pemain unggulan kedua Kejuaraan Dunia 2015 itu mengaku kecewa dengan penampilannya pada game pertama.

"Pada set kedua saya mengira punya sedikit kesempatan. Saya juga dapat merasakan Chong Wei ingin merebut kemenangan," kata atlet Denmark itu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lepas Dari Kasus Doping, Chong Wei Mau Bangkit di BWF 2015

Lepas Dari Kasus Doping, Chong Wei Mau Bangkit di BWF 2015

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 22:34 WIB

Terkini

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Gus Ipul Usul Perluasan Bansos untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:57 WIB

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

KAI Refund 4.878 Tiket Imbas Kecelakaan di Bekasi, Jamin Ganti Rugi 100 Persen

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:45 WIB

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

Forum PWNU Desak PBNU Gelar Muktamar Paling Lambat Agustus 2026, Ini Alasannya

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:28 WIB

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

Pusdokkes Polri Ungkap Kondisi Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Alami Multipel Trauma Parah

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

Buku Kriminalisasi Kebijakan Ungkap Bahaya Pasal Karet UU Tipikor: Bisa Picu Krisis Kepemimpinan

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:20 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

Sembilan dari 10 Pangan Kemasan Tinggi GGL, KPAI: Generasi Emas Terancam Gagal Ginjal Dini

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:04 WIB

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

Erry Riyana: Kerugian Negara Bukan Pintu Masuk Korupsi, Harus Uji Niat Jahat

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:01 WIB