Komnas HAM: Kita Khawatir Susu Bubuk Dijadikan Rekayasa Bukti

Siswanto

Minggu, 16 Agustus 2015 | 13:35 WIB
Komnas HAM: Kita Khawatir Susu Bubuk Dijadikan Rekayasa Bukti
Koordinator sub Komisi Pemantauan Komisioner Komnas HAM, Siana Indriyani, di Solo, jawa Tengah, Minggu (16/8/2015). [suara.com/Labib Zamani]

Suara.com - Guna memastikan apakah ada kekerasan dan penganiayaan terhadap terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mendatangi rumah keluarga tiga terduga teroris di Solo, Jawa Tengah, Minggu (16/8/2015).

Rombongan Komnas HAM dipimpin oleh Koordinator sub Komisi Pemantauan Komisioner Komnas HAM, Siana Indriyani. Pertama kali rumah yang didatangi adalah milik keluarga Ibadurrahman alias Ibad di RT 6, RW 4, Semanggi, Pasar Kliwon.

“Kita ke Solo ini untuk mengetahui secara pasti kronologi penangkapan. Kemarin kita mendapatkan laporan kalau penangkapan terhadap terduga terorisme disertai dengan penganiayaan dan kekerasan,” kata dia.

Kedatangan Komnas HAM ditemui langsung oleh ayah Ibad, Darsono. Pasalnya, ibunya tengah mengikuti pengajian di luar. Selain itu, perwakilan dari Laskar Umat Islam Surakarta turut menyaksikan pertemuan yang dilakukan Komnas HAM dan keluarga terduga terorisme.

Menurut Siana keluarga sempat mempertanyakan terkait surat penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 Antiteror. Namun upaya tersebut tidak digubris, bahkan sempat ada perebutan antara orangtua Ibad dengan anggota Densus 88 Antiteror pada saat penggeledahan.

Pasalnya, susu bubuk yang biasa digunakan untuk bahan pembuatan onde-onde tersebut akan dibawa oleh tim sebagai barang bukti.

“Kita sangat menyesalkan hal itu. Kita juga khawatir jika susu bubuk tersebut berhasil diambil bisa-bisa dijadikan rekayasa barang bukti,” imbuh Siana.

Siana menjelaskan jangan ada stigma kepada kelompok agama tertentu menjadi dalang terorisme. Hal tersebut justru akan membuat pemerintah Indonesia menjadi jelek. Terlebih, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang saat ini memimpin Indonesia asli dari Kota Solo.

“Jangan sampai dan terus memperpanjang stigma di masyarakat tentang terorisme. Kita yakin Solo itu nggak seperti itu. Semua bisa diajak bicara dengan baik-baik. Karena yang menjadi korban itu tidak hanya keluarga saja,” tambahnya.

Selain mendatangi keluarga Ibad, Komnas HAM juga mendatangi keluarga Giyanto dan Yus Karman di Semanggi, Pasar Kliwon.

“Kita berharap Komnas HAM dapat memberikan hasil keputusan dari pengumpulan data kronologis penangkapan yang nantinya dapat menekan pihak kepolisian agar tidak ada unsur kekerasan dalam hal apapun,” kata juru bicara LUIS, Endro Sudarsono. (Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolda: Terduga Teroris Rencanakan BomTiga Lokasi di Solo

Kapolda: Terduga Teroris Rencanakan BomTiga Lokasi di Solo

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 16:54 WIB

Polisi Geledah Indekos Terduga Teroris di Karanganyar

Polisi Geledah Indekos Terduga Teroris di Karanganyar

News | Kamis, 13 Agustus 2015 | 16:11 WIB

Pakai Kekerasan, Istri Terduga Teroris yang Ditangkap Protes

Pakai Kekerasan, Istri Terduga Teroris yang Ditangkap Protes

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 22:52 WIB

Polisi Sita Bendera Hitam Saat Gerebek Terduga Teroris di Solo

Polisi Sita Bendera Hitam Saat Gerebek Terduga Teroris di Solo

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 19:52 WIB

Ayah dari Bayi Palestina yang Tewas Terbakar Juga Meninggal

Ayah dari Bayi Palestina yang Tewas Terbakar Juga Meninggal

News | Sabtu, 08 Agustus 2015 | 13:50 WIB

Terkini

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:40 WIB

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:39 WIB

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB

×