Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Bella

Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB
Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal
Mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)
baca 10 detik
  • Amnesty International menyebut kasus dugaan penyadapan ilegal pada 2025–2026 oleh pejabat Polri sebagai skandal serius HAM.
  • Praktik pengawasan rahasia tersebut diduga menyasar presiden, politisi, pengusaha, jurnalis, aktivis, hingga pembela hak asasi manusia.
  • Amnesty mendesak Polri agar secara transparan membuka seluruh identitas korban penyadapan kepada publik tanpa terkecuali.

Suara.com - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menilai kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret Kepala Staf Kepresidenan RI sekaligus mantan Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, bersama dua petinggi Polri sebagai skandal serius yang berimplikasi terhadap hak asasi manusia (HAM).

Penyadapan yang diduga berlangsung selama 2025–2026 itu disebut menyasar presiden, pejabat negara, pengusaha, jurnalis, hingga aktivis.

"Ini adalah skandal yang berimplikasi serius pada hak asasi manusia, dari hak sipil, politik, ekonomi, hingga kebebasan pers," kata Usman, Rabu (4/11/2026).

Usman menegaskan, dugaan penyadapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aktivitas pengawasan terhadap presiden, tetapi juga menyasar pergerakan sejumlah kelompok di luar lingkar pemerintahan.

Hal itu merujuk pada pernyataan Kabareskrim mengenai pihak-pihak yang diduga menjadi sasaran penyadapan.

"Merujuk pada pernyataan Kabareskrim, jelas ini tidak hanya soal penyadapan presiden, tapi penyadapan gerak-gerik politisi, pengusaha, jurnalis, dan aktivis," ujar Usman.

Menurut Usman, praktik penyadapan yang diduga berlangsung selama dua tahun tersebut berpotensi menimbulkan jumlah korban yang jauh lebih besar dari yang diketahui saat ini.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Fakultas Hukum UGM, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Hiskia]
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid di Fakultas Hukum UGM, Senin (24/8/2026). [Suara.com/Hiskia]

Ia memperkirakan ratusan orang, termasuk kelompok yang kritis terhadap kekuasaan dan pembela HAM, bisa saja menjadi korban.

"Korban bisa jadi ratusan aktivis, jurnalis, politisi oposisi, dan pembela HAM," tuturnya.

baca juga

Ia juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap dugaan penyadapan ilegal tersebut dapat membuka jalan bagi praktik pengawasan rahasia terhadap masyarakat.

Kondisi tersebut dinilai berbahaya karena berpotensi digunakan untuk mengendalikan pihak-pihak yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

"Jika skandal ini dibiarkan, maka bisa menuju pemolisian rahasia untuk dapat menjinakkan oposisi," tuturnya.

Amnesty mendesak Polri membuka identitas seluruh pihak yang menjadi korban dugaan penyadapan ilegal secara transparan.

Pengungkapan tersebut tidak boleh terbatas pada orang-orang di lingkungan Istana, tetapi juga harus mencakup masyarakat sipil yang menjadi sasaran pengawasan.

"Kami mendesak Polri untuk secara terbuka mengungkap siapa nama-nama aktor selain presiden yang telah menjadi korban penyadapan ilegal. Bukan hanya korban di lingkar Istana, tapi di lingkar rakyat, pengusaha dan politisi yang kritis, hingga jurnalis dan aktivis yang kerap diikuti intimidasi dan kriminalisasi," tegasnya.

Reporter: Agustin Dwi Anggraini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soroti Retaknya Hubungan Elite Politik, Prabowo Didesak Bongkar Aktor Intelektual Kasus Penyadapan

Soroti Retaknya Hubungan Elite Politik, Prabowo Didesak Bongkar Aktor Intelektual Kasus Penyadapan

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:26 WIB

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

Sadap Presiden Prabowo, Bisakah Listyo Dijerat Pasal Makar dan Dihukum Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:07 WIB

Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya

Dugaan Penyadapan Ilegal Prabowo: Fakta, Pelaku, dan Misteri di Baliknya

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:25 WIB

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

Benny Harman Curiga Penyadapan Presiden Bermotif Perebutan Kekuasaan, Singgung Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:54 WIB

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

Eks Penyidik Dikabarkan Terlibat Kasus Penyadapan Ilegal Listyo, Begini Respons KPK

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:47 WIB

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

Kenapa Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Dituding Mengarah ke Aksi Makar?

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:59 WIB

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

Kasus Penyadapan Prabowo: DPR Ingatkan Jangan Cuma Fokus Pidana, Etik Juga Harus Jalan

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:55 WIB

Bukan Cuma Tiga Jenderal, Guru Besar Hukum Minta Asal Perintah Penyadapan Diungkap

Bukan Cuma Tiga Jenderal, Guru Besar Hukum Minta Asal Perintah Penyadapan Diungkap

News | Rabu, 04 November 2026 | 17:49 WIB

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

10 Fakta Kasus Penyadapan Presiden Prabowo oleh Listyo Sigit Cs

News | Rabu, 04 November 2026 | 18:25 WIB

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Buntut Kasus Penyadapan Prabowo, Kepala Staf Kepresidenan Resmi Dicopot

Video | Rabu, 04 November 2026 | 18:00 WIB

Terkini

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

Amnesty Curiga Ratusan Aktivis hingga Jurnalis Jadi Korban Penyadapan Ilegal

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:49 WIB

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

Wamensos Dorong Pengentasan Kemiskinan Berkelanjutan, KPM Graduasi Tak Kembali Miskin

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:48 WIB

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Cara Membuat KK Baru Setelah Menikah dengan Mudah

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

November Rain Guns N' Roses: Kenangan, Cinta, dan Kehilangan

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 19:45 WIB

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

Hilang Kendali, Honda HR-V Tabrak Pembatas Jalan hingga Tercebur ke Sungai

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Tukang Cukur hingga Warteg Kena Pajak, Sultan Sebut Seperti Zaman VOC

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 19:43 WIB

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

Perluas Kesempatan Kerja Global, KUR Dioptimalkan untuk Dukung Pekerja Migran

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:41 WIB

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bahlil Sebut Negara Cuan Gede Jika Ekspor SDA Tak Transit

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 19:40 WIB

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

Kalung Emas Direbut Jambret saat Jalan Pagi, Pria di Sawah Besar Terjatuh

News | Rabu, 04 November 2026 | 19:39 WIB

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital

Jawa Tengah | Rabu, 04 November 2026 | 19:35 WIB

×