Bos Pasukan Bom Bunuh Diri ISIS: Hanya Satu Penyesalan Saya

Liberty Jemadu

Selasa, 01 September 2015 | 06:45 WIB
Bos Pasukan Bom Bunuh Diri ISIS: Hanya Satu Penyesalan Saya
Ilustrasi pemboman bunuh diri (Shutterstock).

Suara.com - Selama hampir setahun Abu Abdullah adalah orang yang paling dicari di Baghdad. Di antara para bosnya dalam organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dia dikenal sebagai "Si Perancang" - orang yang bertanggung jawab untuk mengirim para pembom bunuh diri untuk menyerang masjid, universitas, dan pasar di ibu kota Irak.

Abdullah kini adalah salah satu tahanan yang sangat dijaga ketat di penjara Irak. Butuh tiga bulan negosiasi dengan pejabat intelijen Irak bagi Martin Chulov dari The Guardian untuk bisa meraih akses wawancara dengan Abdullah.

Dalam wawancara selama 90 menit di sebuah penjara di Baghdad, lelaki berkepala plontos itu bercerita lepas tentang perannya dalam mengirim pasukan pembom bunuh diri yang menewaskan ratusan orang. Ia menegaskan tidak pernah menyesali pekerjaannya keji itu.

Dalam wawancara yang ditayangkan pada Senin (31/8/2015) itu, Abdullah bercerita bahwa ia berperan mempersiapkan 15 pembom bunuh diri sebelum ditahan pada Juli 2014 lalu. Ia berdoa bersama mereka, sebelum mengantar, dan menyaksikan mereka meledakan diri di target yang sudah ditentukan.

Dia memperkirakan sudah lebih dari 100 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri yang dia rancang. Sebagian besar adalah petugas keamanan, tetapi tidak jarang juga warga sipil seperti perempuan dan anak-anak.

"Mereka biasanya datang ke tempat kerja saya," cerita dia, mengacu pada sebuah ruangan yang kini kosong di selatan Baghdad, tempat ISIS tadinya bermarkas.

"Saya menemui mereka di pintu, menyalami mereka, dan melihat apakah mereka sudah siap," lanjut dia, "Kami lalu duduk, berdoa, dan membaca Al Quran."

Ia mengatakan bahwa tak sekalipun pembom bunuh diri yang dibawanya gentar jelang pemboman. Semua misi yang dirancangnya selalu sukses.

"Saya biasanya membantu memasang sabuk bom dan bahkan menyembunyikan bom itu di pos pemeriksaan. Kadang-kadang kami memasangnya di menit-menit terakhir," kata dia.


Berikutnya: Kekhalifahan Sudah Dekat

Kekalifahan Sudah Dekat

Selama wawancara Abdullah, yang nama aslinya Ibrahim Ammar Ali al-Khazali duduk dalam keadaan terborgol. Selama penjaga berada dalam ruangan wawancara, dia terlihat enggan berbicara dan cemas. Tetapi ketika sipir pergi, dia tampak lebih tenang dan berani.

"Apa pesan Anda untuk dunia Barat?" tanya Chulov.

Abdullah terdiam sebentar. Setelah melirik sejenak ke arah pintu, matanya menyala.

"Islam telah datang. Apa yang telah dicapai ISIS selama ini, tak bisa dilawan. Kekalifahan adalah kenyataan," jawab dia.

Abdullah mengaku telah menjadi bagian dari ISIS sejak gerakan itu masih dalam bentuk awal pada 2004. Meski demikian cerita hidupnya sendiri unik.

Dia lahir dari keluarga Muslim Syiah sampai pada akhir 1990an dia berpindah ke Islam Suni. Sejak itu dia mulai terlibat dalam gerakan radikal sampai 2007, ketika kepalanya tertembus peluru pasukan militer Irak dalam sebuah pertempuran.

Sebuah bekas luka bekas tertembus peluru terlihat jelas di dekat telinga kirinya. Ia juga bergerak pelan, seperti kehilangan sejumlah kemampuan motoriknya.

"Tetapi setelah 2011, saya mulai aktif lagi. Saya ingin hidup dalam negara Islam yang diatur oleh hukum syariah. Saya menginginkan segala hal yang diinginkan ISIS. Tujuan mereka adalah tujuan saya, tidak ada bedanya," ujar dia.

Sebelum tertangkap, dia menjabat sebagai wali Baghdad dalam organisasi ISIS. Ia memegang jabatan itu setelah bekas bosnya, Abu Shaker ditangkap oleh tentara Irak dipenjarakan di Baghdad. Interogasi terhadap mereka berdua telah membantu Irak membongkar jaringan ISIS di Baghdad.

Berikutnya: Hanya Satu Penyesalan

Hanya Satu Penyesalan

Kini Abdullah sedang menunggu putusan pengadilan dan tampaknya akan menerima hukuman mati. Tetapi dia tetap yakin bahwa aksinya dulu benar.

"Sebagian besar korban memang target yang pantas mati dan mereka yang tak sengaja terperangkap dalam serangan kami akan diterima oleh Allah," ujar dia.

"Hanya sekali saya menyesal, ketika seorang syahid meledakan diri dekat seorang perempuan dan anak-anak di pasar Qadhimeya. Itu sangat merisaukan saya, tetapi keesokan harinya saya tenang. Saya sadar, itu sesuai dengan paham saya," kenang dia.

Di hari-hari terakhirnya, beber Abdullah, ia akan mengisi hidup dengan berbicara terbuka mengenai keyakinannya.

"Saya melakukan segalanya sesuai degan iman saya. Saya tak ingin berbicara soal penyesalan dan saya tak mau berbicara dengan keluarga saya," tegas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kayla Mueller Disiksa dan Diperkosa Berulang Sebelum Tewas

Kayla Mueller Disiksa dan Diperkosa Berulang Sebelum Tewas

News | Sabtu, 15 Agustus 2015 | 06:56 WIB

Terkini

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:08 WIB

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 00:00 WIB

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:39 WIB

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

×