Menlu Sebut Sulit Identifikasi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 08 September 2015 | 14:07 WIB
Menlu Sebut Sulit Identifikasi Korban Kapal Tenggelam di Malaysia
Menteri Luar Negeri Menlu Retno Marsudi. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyampaikan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berangkat ke Malaysia untuk bekerjasama dengan Malaysia mengidentifikasi korban kapal tenggelam di perairan Sabak Berenam, Selangor.

"Tim DVI Polri sudah berangkat menuju Malaysia dan sudah berkomunikasi dengan Tim DVI Polisi Malaysia untuk melakukan proses identifikasi terhadap korban tenggelam yang masih belum teridentifikasi," kata Menlu Retno saat ditemui di Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta, Selasa (8/9/2015).

Retno mengatakan ada kesulitan dalam proses identifikasi jenazah korban karena banyak jenazah yang ditemukan tidak dalam kondisi utuh. Selain itu tidak banyak barang pribadi yang ditemukan yang terkait dengan identitas para korban kapal tenggelam tersebut. Oleh karena itu, kata Retno, saat ini Tim DVI akan fokus melakukan identifikasi korban melalui sample DNA.

"Dari korban yang meninggal kita lakukan identifikasi jenazah. Tim DVI sudah di lapangan. Kita juga bekerjasama dengan Polda tiga provinsi untuk membantu identifikasi antemortem," ujarnya.

Menlu memaparkan untuk identifikasi para korban tenggelam itu setidaknya ada dua proses utama yang perlu dilakukan. Pertama, proses identifikasi postmortem dari jenazah para korban yang ditemukan. Untuk itu, Tim DVI Polri menuju Malaysia untuk mengumpulkan sample postmortem jenazah korban.

Kedua, proses pengumpulan sampel antemortem melalui kerja sama dengan tim Polda Sumatera Utara, Aceh, dan Jawa Timur, dan daerah lainnya yang diperkirakan sebagai daerah asal para korban. Sementara itu, sudah 18 jenazah WNI korban kapal tenggelam yang telah berhasil teridentifikasi dan dipulangkan ke daerah asalnya.

"Pagi ini, 11 jenazah siap dipulangkan. Enam jenazah dipulangkan ke Aceh, tiga ke Medan, dan dua ke Jawa Timur," kata Retno.

Menurut dia, sebelumnya tujuh jenazah korban kapal tenggelam juga sudah tiba di Indonesia dan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, yaitu empat jenazah dipulangkan ke Medan dan tiga lainnya ke Surabaya.

"Kami sudah peroleh konfirmasi bahwa jenazah sudah diterima oleh keluarga. Pemulangan jenazah ke keluarganya dilakukan melalui kerja sama dengan pemda," ujar dia.

"Sesuai informasi yang kita peroleh dari tim Malaysia, jumlah korban meninggal 61 orang, korban selamat 20 orang," lanjut Retno. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tim SAR Masih Cari WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

Tim SAR Masih Cari WNI Korban Kapal Tenggelam di Malaysia

News | Kamis, 03 September 2015 | 19:23 WIB

Terkini

Bazar UMKM BRILiaN BRI Pacu Transaksi Digital QRIS di Sulawesi Utara

Bazar UMKM BRILiaN BRI Pacu Transaksi Digital QRIS di Sulawesi Utara

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:57 WIB

MK Tak Berwenang Copot Gibran sebagai Wapres, Apakah Badai Politik Putra Jokowi Berakhir?

MK Tak Berwenang Copot Gibran sebagai Wapres, Apakah Badai Politik Putra Jokowi Berakhir?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:52 WIB

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Getol Gugat Gibran Jadi Wapres, Denny Indrayana: Perjuangan ini Not For Sale

Getol Gugat Gibran Jadi Wapres, Denny Indrayana: Perjuangan ini Not For Sale

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:35 WIB

RUU Pemilu Digodok Tertutup, DPR: Jangan Sampai Masalah Belum Matang Sudah Jadi Polemik

RUU Pemilu Digodok Tertutup, DPR: Jangan Sampai Masalah Belum Matang Sudah Jadi Polemik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Helm, Cita-cita, dan Cerita Balap: 4 Momen Istimewa Pembalap Saat Kunjungi SD di Mandalika

Helm, Cita-cita, dan Cerita Balap: 4 Momen Istimewa Pembalap Saat Kunjungi SD di Mandalika

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:27 WIB

BRI Perkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Peran Strategis Agen BRILink

BRI Perkuat Ekonomi Pedesaan Melalui Peran Strategis Agen BRILink

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Denny Indrayana: Keputusan Pemakzulan Wapres Gibran Kini di Tangan Parpol

Denny Indrayana: Keputusan Pemakzulan Wapres Gibran Kini di Tangan Parpol

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Pengamat Ingatkan Bahaya Keadilan Berbasis Asumsi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Pengamat Ingatkan Bahaya Keadilan Berbasis Asumsi dalam Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Cara Unik Erni Lipat Gandakan Pendapatan BRILink Agen

Bawa Mesin EDC ke Pengajian, Cara Unik Erni Lipat Gandakan Pendapatan BRILink Agen

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:06 WIB

×