Ini Berbagai Modus Korupsi di Pilkada Serentak

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 10 September 2015 | 17:07 WIB
Ini Berbagai Modus Korupsi di Pilkada Serentak
Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja usai bertemu dengan Wakapolri Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (23/1). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) mengendus akan banyak modus baru dalam korupsi dalam ajang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Desember nanti. Salah satunya 'main mata' dengan calon petahana.

Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja mengatakan kemungkinan besar banyak permainan suap menyuap antara calon kepala daerah dengan KPU Daerah dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwasu). Kemungkinan yang menyuap adalah calon petahana.

"Dalam banyak contoh kasus, banyak sekali incumbent menggunakan cara itu untuk bersaing tidak sehat," kata Pandu di sela-sela peluncuran buku 'Matamassa: Gerakan Pengawasan Pemilu Berbasis Teknologi' di Hotel Grand Cemara Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Pandu menjelaskan, uang untuk menyuap itu berasal dari pengumpulan dana dari calon kepala dinas di daerah itu dan calon kepala daerah. Dengan harapan, si calon kepala dinas itu akan naik menjadi kepala dinas jika si calon kepala daerah terpilih di Pilkada.

"Daripada uangnya ke pemilih, mending langsung saja ke KPUD atau Panwaslu. Mereka mungkin akan berpikir begitu," kata Pandu.

Hanya saja 'patungan' penyuapan itu bisa jadi tidak hanya dilakukan antara PNS calon kepala dinas dan calon kepala daerah. Bisa juga patungan suap antara vendor atau peserta tender protek dengan calon kepala daerah.

"Mungkin belum ada kasusnya, mungkin kita bisa menghubungkannya. Kita memberikan peringatan ini dari awal. Yang bayar calon kepala SKPD dan calon pemenang tender di Pemda. Karena itu yang berhubungan langsung. Kalau yang vendor belum ada," kata Pandu.

Pandu juga memperingatkan penggunaan dana desa yang naik drastis di era Pemerintahan Joko Widodo. Dana ini sangat potensi dipakai untuk kejahatan money politic.

"Money politic itu kejahatan besar. Kita berharap masyarakat memantau terjadinya penyalahgunaan dana desa yang digunakan untuk money politic pembelian suara," jelas dia.

Pandu mengatakan KPK akan konsen mengawasi penggunaan dana desa ini. "Kami tidak turun langsung, karena butuh waktu lama pengusutan kasus penyalahgunaan dana desa. Kecuali bisa ada operasi tangkap tangan," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Johan Budi: Korupsi Semakin Canggih dan Sulit Terlacak

Johan Budi: Korupsi Semakin Canggih dan Sulit Terlacak

wawancara | Senin, 20 Juli 2015 | 07:00 WIB

Bekas Wabup Lebak Diperiksa KPK Sebagai Tersangka

Bekas Wabup Lebak Diperiksa KPK Sebagai Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2015 | 13:10 WIB

Mantan Wakil Bupati Lebak akan Diperiksa KPK sebagai Tersangka

Mantan Wakil Bupati Lebak akan Diperiksa KPK sebagai Tersangka

News | Senin, 22 Juni 2015 | 14:12 WIB

KPK: Jelang Pilkada Banyak Izin Pertambangan Diterbitkan

KPK: Jelang Pilkada Banyak Izin Pertambangan Diterbitkan

News | Rabu, 10 Juni 2015 | 15:30 WIB

KPK: 2015 Masih Merupakan Tahun Politik

KPK: 2015 Masih Merupakan Tahun Politik

News | Jum'at, 09 Januari 2015 | 02:18 WIB

Romi Herton Dibesuk Istri Muda

Romi Herton Dibesuk Istri Muda

News | Jum'at, 21 November 2014 | 11:56 WIB

Romi Herton dan Istri Didakwa Beri Info Palsu

Romi Herton dan Istri Didakwa Beri Info Palsu

News | Kamis, 20 November 2014 | 17:38 WIB

Romi Herton dan Istri Terancam 15 Tahun Penjara

Romi Herton dan Istri Terancam 15 Tahun Penjara

News | Kamis, 20 November 2014 | 16:49 WIB

Berkas Kasus Pilkada Palembang Siap Disidangkan

Berkas Kasus Pilkada Palembang Siap Disidangkan

News | Senin, 10 November 2014 | 17:07 WIB

KPK Segera Periksa Anggota Fraksi Golkar DPR

KPK Segera Periksa Anggota Fraksi Golkar DPR

News | Selasa, 28 Oktober 2014 | 15:01 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×