Kisah Kapal Rahasia CIA Pengangkat Bangkai Kapal Selam Uni Soviet

Ruben Setiawan

Senin, 14 September 2015 | 08:06 WIB
Kisah Kapal Rahasia CIA Pengangkat Bangkai Kapal Selam Uni Soviet
Kapal Hughes Glomar Explorer. (Reuters)

Suara.com - Sebuah kapal yang dibuat Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) untuk misi pengangkatan kapal selam Uni Soviet di era Perang Dingin, dalam waktu dekat akan dijadikan besi tua. Seperti apa kisah perjalanan kapal ini?

Hughes Glomar Explorer, demikian nama kapal yang dipesan miliuner Howard Hughes sebagai kedok operasi CIA pada tahun 1974 silam. Di penghujung usianya, kapal sepanjang 188 meter itu jadi salah satu armada kapal pengebor minyak perusahaan Transocean dari Swiss.

Namun, penurunan harga minyak membuat kapal yang kini dinamai GSF Explorer itu terpaksa dijual sebagai besi tua bersama 39 kapal lainnya.

Semua berawal saat sebuah kapal selam Uni Soviet kelas G-II yang dinamakan K-129 tenggelam ke dasar Samudera Pasifik pada bulan September 1968. Sebagaimana dikutip dari sebuah catatan sejarah CIA, kapal selam itu karam di kedalaman 16.500 kaki atau 5 kilometer di bawah permukaan laut.

Kapal selam tersebut tenggelam bersama rudal balistik berhulu ledak nuklir dan sekitar 100 krunya. Data itu dicatat pada Arsip Keamanan Nasional yang tersimpan di Universitas George Washington.

Dalam dokumen misi yang dinamakan "Project Azorian" itu disebutkan, Uni Soviet gagal menemukan lokasi karamnya kapal selam mereka setelah melakukan pencarian dua bulan lamanya. Namun, justru Amerika Serikatlah yang berhasil menemukan lokasinya, 2.414 kilometer sebelah barat laut Hawaii.

CIA ingin mengambil alih rudal-rudal nuklir yang ada di dalam kapal selam tersebut, termasuk perangkat kriptograf yang bisa dipakai untuk memecahkan sandi-sandi rahasia Uni Soviet. Namun, untuk melakukan hal itu, CIA butuh kedok. Pasalnya, jika mereka mengerahkan kapal pencari, tentu Uni Soviet akan langsung mengetahui rencana tersebut.

CIA lalu menggandeng miliuner Howard Hughes untuk melaksanakan misi mereka. Lewat tangan Hughes, CIA membangun kapal Glomar Explorer di galangan Sun Shipbuilding and Drydock Co. di Pennsylvania. Kedoknya, kapal itu akan dipakai untuk menambang nodul logam mangan di dasar laut.

"Jika orang-orang Rusia mengetahui tujua sebenarnya dari misi tersebut, maka kami harus membatalkannya, dan seluruh uang yang sudah digelontorkan akan sia-sia," kata veteran CIA David Sharp yang jadi wakil pemimpin misi tahun 1974 tersebut.

Saat diberangkatkan ke Samudera Pasifik, Glomar Explorer terlalu besar untuk melewati Terusan Panama. Alhasil, kapal itu terpaksa mengambil jalan memutar, melewati Tanjung Horn untuk bisa mencapai Samudera Pasifik.

Pada bulan Agustus 1974, capit raksasa yang dimiliki Glomar Explorer berhasil mengangkat bagian kapal selam K-129 yang berukuran panjang 44 meter. Namun, David Sharp, yang merilis buku "The CIA's Greatest Covert Operation" pada tahun 2011, mengakui misi tersebut tak sepenuhnya berhasil.

Hanya haluan kapal selam yang berhasil diangkat, bersama enam jenazah pelaut Uni Soviet di dalamnya. Tak satupun rudal maupun mesin pemecah kode berhasil diangkat.

Misi rahasia itu akhirnya tercium oleh media menyusul peristiwa penyusupan yang terjadi di kantor pusat Hughes di Los Angeles pada bulan Juni 1974. Adalah LA Times yang pertama kali mengungkap cerita soal misi tersebut kepada khalayak ramai pada bulan Februari 1975.

"Sumber kebocoran (soal misi-red) itu tak pernah diketahui," kata sumber CIA yang tidak bersedia disebut namanya.

"Setelah misi kapal Glomar terbongkar, Pemerintah Amerika Serikat menghentikan operasi lanjutan pengangkatan kapal selam itu," lanjut sumber tersebut.

Pada tahun 1975, CIA tak pernah mengakui soal keberadaan Glomar Explorer, maupun misi pengangkatan kapal selam Soviet yang dikenal dengan Project Azorian itu.

Pada tahun 1992, Direktur CIA kala itu, Robert Gates, memberikan sebuah video kepada Presiden Rusia Boris Yeltsin, yang memperlihatkan lokasi peristirahatan terakhir keenam pelaut Uni Soviet dalam kapal selam K-129.

Nasib Kapal Glomar Explorer

Tahun 1997, Glomar Explorer diubah namanya menjadi GSF Explorer. Kapal tersebut dibeli oleh perusahaan pengeboran minyak Transocean pada tahun 2010, lalu digunakan untuk mengebor minyak di Teluk Meksiko hingga Angola.

Geladak kapal ini dilengkapi dengan area pendaratan helikopter. Kapal ini juga memiliki sebuah alat bor setinggi 52 meter yang memungkinkan untuk melakukan pengeboran hingga kedalaman 9 kilometer.

Ketika masih difungsikan, kapal ini disewakan dengan harga 400.000 Dolar atau Rp5,7 miliar dengan kurs sekarang. Kapal ini diawaki 160 kru dan mampu mengebor di tengah lautan berombak ganas berkat bantuan 11 mesin pendorong.

Namun, dengan merosotnya harga minyak dan berkurangnya permintaan pengeboran, GSF Explorer dan kapal-kapal sejenis yang butuh biaya perawatan besar, terpaksa dijual sebagai besi tua.

Transocean, perusahaan pemilik anjungan minyak lepas pantai di Teluk Meksiko yang meledak pada tahun 2010, menjual GSF Explorer bersama sekitar 20 kapal lainnya. (Reuters)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Jika Berhasil Ini Akan Menjadi Transplantasi Kepala Pertama

Perampok Terkonyol Ini Minta Uang Ditransfer ke Rekeningnya

Minati Atmanegara Merasa Sudah Tunjukkan Bukti Hak Cipta

Ini Dia Penyebab Kematian Utama di Dunia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Pejabat FBI dan CIA Wanti-wanti Sesuatu Lebih Buruk Bisa Terjadi di Piala Dunia 2026

Eks Pejabat FBI dan CIA Wanti-wanti Sesuatu Lebih Buruk Bisa Terjadi di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 10:53 WIB

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

Trump Sempat Mau Pencet Tombol Senjata Nuklir, Tapi Dihalangi Jenderal Caine

News | Kamis, 23 April 2026 | 10:26 WIB

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:04 WIB

Billy Corgan 'The Smashing Pumpkins' Menduga Musik Rock Sengaja Diredam CIA

Billy Corgan 'The Smashing Pumpkins' Menduga Musik Rock Sengaja Diredam CIA

Entertainment | Senin, 06 April 2026 | 15:05 WIB

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax

News | Senin, 06 April 2026 | 06:13 WIB

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

Dicari CIA dan Mossad, Teka-teki Keberadaan Ayatollah Mojtaba Khamenei

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:11 WIB

Mojtaba Khamenei Menghilang, 2 Intelijen Paling Ditakuti Dunia Ketar-ketir Sendiri

Mojtaba Khamenei Menghilang, 2 Intelijen Paling Ditakuti Dunia Ketar-ketir Sendiri

News | Senin, 23 Maret 2026 | 10:15 WIB

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

Siapa Joe Kent? Veteran Ranger dan Agen CIA yang Berani Lawan Kebijakan Trump di Perang Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:47 WIB

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

Eks Pilot F-16 Bongkar Skenario Kudeta CIA dan Mossad di Iran

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:03 WIB

Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi

Iran Hancurkan Stasiun CIA di Arab Saudi

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 08:55 WIB

Terkini

Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!

Makan Gratis Tak Boleh Sekadar Kenyang, Wajib Jadi Senjata Pamungkas Hapus Kemiskinan!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:30 WIB

Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo

Kasus Tambang Ilegal dan TPPU, Bareskrim Polri Sita Pabrik Pemurnian Emas PT SJU di Sidoarjo

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:18 WIB

Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras

Sadis! Pemuda Tewas di Biliar Grogol Sengaja Dijatuhkan dari Lantai 2 usai Cekcok Mabuk Miras

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:13 WIB

Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M

Modal Rp5 Miliar Tagih Rp44 Miliar, Tiga ASN Kemendag Didakwa Korupsi Gerobak Rp39 M

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB

Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan

Viral Bocah 6 Tahun di Jakpus Pingsan Tersengat Listrik, Polisi Usut Dugaan Perundungan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:47 WIB

Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap

Tito Karnavian Siap 'Tempur' Bahas RUU Pemilu: Apa Pun Skenarionya Kami Siap

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:41 WIB

Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM

Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:40 WIB

Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional

Ketua Harian Dekranas Tri Tito: Publikasi yang Baik Kunci Memperluas Gaung Kerajinan Nasional

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:34 WIB

Susah Cari Lahan di Kota, Target 80 Ribu Koperasi Merah Putih Dipangkas?

Susah Cari Lahan di Kota, Target 80 Ribu Koperasi Merah Putih Dipangkas?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:25 WIB

Benarkah Mama Sinta Diculik Pakai Pesawat? Pangdam Mandala Trikora Akhirnya Buka Suara

Benarkah Mama Sinta Diculik Pakai Pesawat? Pangdam Mandala Trikora Akhirnya Buka Suara

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:13 WIB