Usut Dugaan Suap Pahri dan Luci, KPK Panggil Anggota DPRD Lagi

Siswanto, Nikolaus Tolen

Kamis, 17 September 2015 | 15:17 WIB
Usut Dugaan Suap Pahri dan Luci, KPK Panggil Anggota DPRD Lagi
Ilustrasi KPK [suara.com/Nikolaus Tolen]
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih mengusut dugaan suap DPRD Musi Banyuasin dengan tersangka Bupati Pahri Azhari dan istri Lucianty. Untuk mendalaminya, KPK memanggil anggota DPRD Musi Banyuasin Marzuki.

"Dia dipanggil untuk tersangka PA dan L," kata Pelaksana Harian Kepala Biro Hubungan masyarakat KPK Yuyuk Andriati, Kamis (17/2015).

Untuk diketahui, Marzuki tercatat sebagai politikus Partai Golkar dan kini berada di Komisi III DPRD Musi Banyuasin. Pada Senin, 6 Juli 2015, lalu, dia pernah dipanggil penyidik KPK.

Dalam pemanggilan kali ini, dia diduga kuat akan diperiksa terkait aliran dana suap yang diterima wakil rakyat dari pemerintah kabupaten.

Kasus tersebut mulai terbuka setelah satgas KPK menangkap anggota DPRD Musi Banyuasin dari Fraksi PDI Perjuangan Bambang Karyanto, anggota DPRD dari Fraksi Gerinda Adam Munandar, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Syamsudin Fei, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Fasyar pada Jumat 19 Juni 2015.

Saat menangkap keempat orang itu, penyidik menemukan uang tunai sekitar Rp2,5 miliar dalam pecahan Rp50 ribu dan Rp100 ribu dalam tas merah marun yang diduga uang suap.

Uang itu diduga merupakan suap untuk anggota DPRD dalam pembahasan RAPBD 2015.

Menurut informasi, uang dikumpulkan secara patungan oleh beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah. Mereka yang diduga ikut urunan: Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp2 miliar, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya sebesar Rp500 juta, Dispora dan Pariwisata sebesar Rp35 juta, dan Kadinas Pendidikan Nasional sebesar Rp25 juta.

Dana sebesar Rp2,5 miliar merupakan cicilan untuk membayar komitmen dari Rp17 miliar yang diminta DPRD untuk pembahasan LKPJ. Awalnya, permintaan komitmen DPRD sebesar Rp20 miliar atau satu persen dari nilai belanja pemerintah kabupaten sebesar Rp2 triliun.

Uang dari SKPD itu merupakan pemberian yang kedua. Sebelumnya, sudah ada pemberian Rp2,6 miliar dan Rp200 juta. Dana Rp2,6 miliar menjadi down payment dari komitmen suap Rp17 miliar untuk pembahasan APBD 2015. Sementara, Rp200 juta untuk 'ketok palu' pengesahan APBD 2015 yang disebut-sebut berasal dari sebuah pom bensin di Palembang, Sumatera Selatan.

Uang muka itu diduga berasal dari kocek pribadi istri Pahri, Lucianty Pahri. Pasangan suami istri ini sama-sama politikus asal Partai Amanat Nasional.

Uang muka diperkirakan sudah mengalir ke anggota DPRD sekitar Februari lalu. Sebanyak 33 anggota diduga menerima masing-masing sebesar Rp50 juta, delapan ketua fraksi masing-masing sebesar Rp75 juta, dan empat pimpinan masing-masing sebesar Rp100 juta.

Pahri dan Lucianty ditetapkan menjadi tersangka pada14 Agustus 2015.
 
Dalam pengembangan, empat pimpinan DPRD dijadikan tersangka pada 21 Agustus 2015. Mereka adalah Ketua DPRD Riamon Iskandar, serta tiga wakil: Darwin A. H., Islan Hanura, dan Aidil Fitri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Saksi-saksi untuk Tersangka Pahri Ahzari Terus Dipanggil KPK

Saksi-saksi untuk Tersangka Pahri Ahzari Terus Dipanggil KPK

News | Rabu, 09 September 2015 | 11:49 WIB

Kasus Suap DPRD Musi Banyuasin, KPK Periksa Politisi Gerindra

Kasus Suap DPRD Musi Banyuasin, KPK Periksa Politisi Gerindra

News | Selasa, 08 September 2015 | 11:48 WIB

Bupati Mengaku Sering Dipaksa Tanda Tangan oleh Anggota DPRD Muba

Bupati Mengaku Sering Dipaksa Tanda Tangan oleh Anggota DPRD Muba

News | Kamis, 27 Agustus 2015 | 20:56 WIB

Bupati Musi Banyuasin Mengklaim Diperas DPRD

Bupati Musi Banyuasin Mengklaim Diperas DPRD

News | Kamis, 27 Agustus 2015 | 19:52 WIB

KPK Dalami Keteribatan Suap Anggota DPRD Musi Banyuasin

KPK Dalami Keteribatan Suap Anggota DPRD Musi Banyuasin

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 10:45 WIB

Terkini

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Seberapa Murah Harga Fortuner Lawas? Kini Setara Suzuki S-Presso di Pasar Mobil Bekas

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:21 WIB

×