Jumlah Titik Panas di Riau Melonjak Jadi 116

Liberty Jemadu | Suara.com

Sabtu, 19 September 2015 | 01:17 WIB
Jumlah Titik Panas di Riau Melonjak Jadi 116
Kabut asap di kota Pekanbaru pada Juli lalu. (Antara/Rony Muharrman)

Suara.com - Jumlah titik panas atau "hotspot", yang menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau naik drastis dari beberapa hari sebelumnya nihil menjadi 116 titik pada Jumat (18/9/2015)

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru yang diterima Antara di Pekanbaru, Jumat malam, Provinsi Riau menjadi daerah tertinggi ketiga dalam jumlah titik panas di Sumatera yang mencapai 471 titik.

Hasil pencitraan satelit Terra dan Aqua tersebut menyatakan bahwa Provinsi Jambi paling banyak terdapat "hotspot" dengan jumlah 166 titik, diikuti oleh Sumatera Selatan dengan 148 titik. Titik panas juga terdapat di Sumatera Barat sebanyak 25 titik, Bengkulu 10 titik, dan Sumatera Utara empat titik.

"Dari jumlah tersebut, yang dipastikan sebagai titik api kebakaran di Riau karena tingkat keakuratan di atas 70 persen, berjumlah 82 titik. Penyebarannya paling banyak di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 34 titik, Pelalawan sebanyak 32 titik, Kampar 10 titik, Indragiri Hilir empat titik, dan Kuantan Singingi dua titik," katanya.

Kondisi tersebut membuat polusi asap masih pekat menyelimuti sebagian besar wilayah Riau. Meski begitu, peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tidak merata disertai petir dan angin kencang pada malam atau dini hari terjadi di Wilayah Riau bagian Barat, Tengah, Utara dan Pesisir Timur.

Sementara itu, jarak pandang akibat asap terpantau pada pukul 18.00 WIB di Kota Pekanbaru hanya mencapai 500 meter. Kondisi asap parah juga terjadi di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu sehingga jarak pandang hanya 800 meter, Kabupaten Pelalawan 300 meter, sedangkan jarak pandang di Kota Dumai relatif lebih banyak yakni mencapai 2.000 meter meski terselimuti asap.

Riau sejak tanggal 14 September lalu berada dalam status darurat pencemaran udara akibat kebakaran lahan dan hutan. Sekitar 1.096 prajurit TNI sudah dikerahkan dari Jakarta untuk membantu proses pemadaman kebakaran, namun hingga kini masih belum menunjukan hasil yang menggembirakan.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger, menyatakan operasi helikopter bom air (water bombing) dengan menggunakan tiga unit helikopter pada Jumat terkendala kabut asap pekat yang mengakibatkan jarak pandang sangat terbatas.

"Menjelang petang sekitar pukul 15.00 WIB baru kita bisa terbangkan satu persatu setelah jarak pandang membaik menjadi 1.200 meter," kata Edward.

Helikopter Camov dikerahkan untuk melakukan pengeboman air selama tiga jam di Kecamatan Kerumutan Pelalawan. Selanjutnya MI 171 diterbangkan melakukan pengeboman air di lahan bekas terbakar di Air Hitam Pekanbaru dan Rimbo Panjang Kampar. Kemudian, heli Sikorsky ke Indragiri Hulu namun tidak bisa optimal karena jarak pandang sangat buruk. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Asap Riau Sudah Renggut Nyawa, Mana Langkah Konkrit Pemerintah

Asap Riau Sudah Renggut Nyawa, Mana Langkah Konkrit Pemerintah

News | Jum'at, 18 September 2015 | 14:34 WIB

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Kabut Asap

Komisi IV DPR Desak Pemerintah Tuntaskan Masalah Kabut Asap

DPR | Jum'at, 18 September 2015 | 12:09 WIB

Ini Jadinya Bencana Kabut Asap di Tangan Netizen Singapura

Ini Jadinya Bencana Kabut Asap di Tangan Netizen Singapura

Tekno | Jum'at, 18 September 2015 | 08:55 WIB

Terkini

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

Titah Kaesang Pangarep di Papua Barat: Jangan Biarkan Pembangunan Infrastruktur Terhenti

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:21 WIB

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

Hormati Pertemuan PGI - HKBP dan Jusuf Kalla, GAMKI Ajak Publik Hindari Polarisasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 23:09 WIB

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

Dosen UI: Tantangan Literasi Bencana Ada pada Aksi, Bukan Sekadar Informasi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:41 WIB

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

Geruduk Kementerian Diktisaintek, BEM SI Teriakan Tiga Dosa Perguruan Tinggi

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:18 WIB

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

Prabowo Panggil Mendiktisaintek, Kampus Diminta Jadi Mitra Pemda Atasi Masalah Daerah

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:15 WIB

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

Ribka Haluk: Keselarasan Kebijakan Pusat - Daerah Kunci Sukses PSN Pantura Jawa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:08 WIB

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

Telisik Penyebab Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Polisi Periksa Dinas PU Hingga Sopir Green SM

News | Senin, 04 Mei 2026 | 22:07 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

Polisi Ciduk Pelaku Penusukan Terhadap Ibu di Pondok Aren Tangsel, Motif Masih Dalam Penyelidikan

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:37 WIB

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Video Ceramah JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:31 WIB