Dewan Pers Sebut Media Bisa Motivasi Teroris Beraksi

Laban Laisila

Minggu, 20 September 2015 | 23:48 WIB
Dewan Pers Sebut Media Bisa Motivasi Teroris Beraksi
Terdakwa kasus terorisme Afif Abdul Majid mengikuti sidang tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (8/6). [Antara]

Suara.com - Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi menyatakan, media terutama televisi turut memotivasi para teroris untuk melakukan aksinya yang menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.

"Media televisi yang menyiarkan langsung penggerebekan teroris atau dampak peledakan bom oleh teroris, bukannya membuat para teroris menghentikan teror, tapi malah semakin membuat para teroris bersemangat," katanya dalam dialog Optimalisasi Peran Media dan Humas Dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme di Kendari, Minggu (20/9/2015).

Pada dialog yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme Sulawesi Tenggara itu, Jimmy mengatakan media televisi seharusnya tidak perlu menyiarkan secara langsung kegiatan penggerebekan oleh aparat petugas atau dampak peledakan bom di lokasi kejadian.

Yang mesti menjadi fokus perhatian media dalam peledakan bom oleh teroris adalah penderitaan korban atau keluarga korban dari akibat ledakan bom dan bukan justru meminta komentar mantan teroris atau anggota kelompok teroris sendiri.

"Dengan meminta komentar mantan teroris atau anggota kelompok teroris yang disiarkan langsung oleh televisi, membuat para teroris bangga dan terus mencari celah untuk menebar teror," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, jika media terutama televisi ingin berperan dalam pencegahan teroris, maka jangan lagi menyiarkan keterangan mantan teroris atau anggota kelompok secara langsung, termasuk penggerebekan teroris atau dampak ledakan bom di lokasi kejadian.

"Menyiarkan secara langsung kegiatan penggerebekan teroris oleh petugas, sangat membahayakan keselamatan petugas sendiri, sebab anggota kelompok teroris yang sedang menonton televisi dengan mudah memberikan informasi pergerakan petugas kepada rekan-rekannya yang sedang digerebek," katanya.

Dengan mengetahui informasi pergerakan petugas, kata dia, maka para teroris bisa dengan mudah mengarahkan senjata atau bom kepada petugas atau mereka meloloskan diri dari sergapan petugas.

"Seorang jenderal bintang tiga di India mati tertembak oleh teroris akibat pergerakan dari sang jenderal tersebut yang disiarkan langsung televisi," katanya.

Dengan mengetahui posisi sang jenderal melalui kontak telepon dari anggota teroris, pelaku teror dengan mudah mengarahkan senjata ke arah jenderal dan menembaknya.

"Kasus ini harus menjadi perhatian bagi media untuk tidak menyiarkan langsung kegiatan penggrebekan teroris oleh aparat," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Narapidana Terorisme Akan Dipisahkan dengan Tahanan Lain

Narapidana Terorisme Akan Dipisahkan dengan Tahanan Lain

News | Jum'at, 04 September 2015 | 01:03 WIB

Terkini

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman

Bogor | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:48 WIB

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×