Ruhut Ungkap Kenangan Tak Terlupakan Bersama Adnan Buyung

Siswanto, Bagus Santosa

Rabu, 23 September 2015 | 12:46 WIB
Ruhut Ungkap Kenangan Tak Terlupakan Bersama Adnan Buyung
Ruhut Sitompul [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Pengacara yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul turut berduka cita atas wafatnya pengacara senior Adnan Buyung Nasution, Rabu (23/9/2015).

"Aku ucapkan ucapkan duka cita, dan aku sangat sedih, walau beliau berseberangan dengan aku. Tetapi dia adalah teman karena aku bukan murid dia, tapi beliau senior aku. Dan, untuk keluarga semoga tabah," ujar Ruhut di DPR.

Anggota komisi bidang hukum DPR ini punya banyak cerita tentang Buyung.

Ruhut beberapakali bekerjasama dengan Buyung, salah satunya ketika menangani masalah TNI dan pelanggaran HAM di Timor Timur. Waktu itu, kata Ruhut, rombongan akan berangkat ke Dili, Ibu Kota Timor Timur. Demi alasan keamanan, rombongan mendarat di Atambua, NTT, lalu melanjutkan perjalanan ke Dili lewat jalur darat.

Begitu turun dari helikopter di Atambua, mereka langsung disambut para pengungsi. Namun, yang dielu-elukan pengungsi ketika itu adalah Ruhut Sitompul, bukan Buyung.

"Bang buyung bisik-bisik sama aku. 'Dek kau terkenal kali rupanya, aku dengar kau bintang film, ajak-ajak abanglah.' Itu yang nggak bisa aku lupa kata-kata dia," ujar Ruhut.

"Aku kaget, kubilang nantilah abang kebetulan dulu aku lawyer dan juga pembalap. Dia juga bilang, 'ajak-ajaklah aku ingin lihat balap," katanya.

Selama bekerjasama, Ruhut mengakui semangat kerja Buyung sangat keras dan tidak kenal waktu.

"Dia kalau kerja itu pakai pakaian dalam saja pakai kolor saja sampai tengah malam itu. Memang dia pekerja keras, yang aku nggak bisa lupa itu," ujar dia.

Ruhut mengakui memang dalam sejumlah hal berseberangan dengan Buyung, tapi sebenarnya hubungannya dengan Buyung baik-baik saja.

"Tapi karena aku lebih muda, dia merasa kadang-kadang, kan semua LBH sangat patuh dengan dia. Kalau aku, aku kan siapa saja aku kritik itulah aku," ujar dia.

Cerita lain lagi ketika Ruhut bersama Buyung menangani kasus di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk membela Anwar Ibrahim. Saat itu, sejumlah pengacara dari berbagai negara turut serta menangani kasus yang berproses di medio tahun 2000-an.

"Tapi tahunya, namanya Malaysia negara Islam yang sangat keras. Kita tidak boleh masuk sidang pengadilan. Nggak bisa masuk. Mereka tertutup sekali, dan nggak ada lawyer yang bisa masuk," ujar dia.

Tapi, banyak lawyer yang memaksa masuk, bahkan sampai terjadi keributan hingga kendaraan taktis dan otoritas keamanan setempat turun tangan.

Saat peristiwa itu, Ruhut mendapat durian jatuh. Dia tidak sengaja menemukan name tag seorang polisi yang belakangan diketahui ternyata kepala kepolisian di Malaysia. Dia pun mengembalikan name tag itu dan berbincang dengan kepala polisi.

"Waktu sidang berjalan dia berjaga, saya kembalikan name tag itu. Dia tanya saya dari mana. Saya bilang dari Jakarta, dia nggak tahu saya lawyer internasional. Terus saya tanya, boleh masuk? Oh boleh-boleh' kata dia. Masuklah aku, aku ngobrol sama Anwar Ibrahim," ujar dia.

Ruhut bilang saat itu Buyung belum hadir di lokasi. Keesokan harinya, Ruhut mengajak Buyung masuk pengadilan juga, tetapi dengan syarat. Namun, Buyung menolak.

"Saya bilang, 'bang aku bisa masuk, aku bisa masukin abang, kubilang saja, abang jadi kakek aku.' Dia bilang, 'Ah kau, nggak aku bisa masuk sendiri.' Ternyata dia nggak bisa masuk," kata Ruhut.

Karena tidak bisa masuk, Buyung pun mengajak Ruhut ke Mahkamah Agung Malaysia untuk melayangkan nota protes keesokan harinya. Namun, Ruhut menolak karena Ruhut merasa bisa masuk ke dalam ruang persidangan.

Saat malam, tersiar berita Perdana Menteri Malaysia, saat itu Mahatir Muhammad, meminta supaya lawyer Indonesia jangan bikin onar di Malaysia. Nama Buyung pun disebut dalam berita.

Saat pagi harinya, Ruhut kaget ketika menerima telepon dari Buyung. Buyung minta Ruhut pulang ke Jakarta karena berita semalam.

"Besok paginya, Bang buyung telfon. 'Dek kamu dimana, abang sudah di dalam pesawat kau cari jalan pulang'," kata Ruhut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kenang Buyung, Jokowi: Beliau Panutan, Pejuang HAM Pemberani

Kenang Buyung, Jokowi: Beliau Panutan, Pejuang HAM Pemberani

News | Rabu, 23 September 2015 | 12:28 WIB

Adnan Buyung Pernah Berpesan Agar Dimakamkan TPU Tanah Kusir

Adnan Buyung Pernah Berpesan Agar Dimakamkan TPU Tanah Kusir

News | Rabu, 23 September 2015 | 12:17 WIB

Keluarga Siapkan Pemandian Jenazah Adnan Buyung

Keluarga Siapkan Pemandian Jenazah Adnan Buyung

News | Rabu, 23 September 2015 | 12:09 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×