Inikah Penyebab Jemaah Haji Terinjak-injak di Tragedi Mina?

Suwarjono | Suara.com

Jum'at, 25 September 2015 | 07:20 WIB
Inikah Penyebab Jemaah Haji Terinjak-injak di Tragedi Mina?
Jenazah korban tragedi Mina. [Reuters]

Suara.com - Dari seluruh rangkaian haji yang paling banyak menimbulkan korban adalah usai jemaah haji melakukan wukuf di Arafah, dan masuk tahapan melempar jumroh. Sejak tahun 1990, sedikitnya sembilan peristiwa tragedi yang menyebabkan ribuan korban meninggal dunia karena berdesak-desakan.

Korban terbesar terjadi tahun 1990, saat jemaah memasuki terowongan Mina. Sedikitnya 1.426 jemaah haji meninggal karena berdesak-desakan.

Tahun 2015 ini kasus desak-desakan menuju Mina untuk melempar jumrah kembali terjadi. Sedikitnya 717 orang meninggal dan 863 jemaah haji terluka. Tiga korban meninggal diantaranya berasal dari Indonesia yang terpisah dari rombongan. Sebagian besar jemaah haji Indonesia tidak menggunakan jalur tersebut dan telah melakukan lempar jumroh pagi hari.

Pertanyaan besar adalah kenapa peristiwa yang menelan korban ratusan jemaah ini masih terulang meski sudah berkali-kali terjadi. Hingga Jumat (25/9/2015), sedikitnya dua alasan yang diduga menjadi penyebab kuat terjadi desak-desakan tersebut.

Wakil Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Sunarko menyebutkan peristiwa tersebut bermula saat ada sejumlah rombongan haji yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan saat hendak para jemaah hendak melempar jumroh. Kelompok tersebut berhenti di antara tenda-tenda para jemaah di Mina. “Akibat kelompok jemaah berhenti, terjadi penumpukan jemaah, kemudian berdesak-desakan,” kata Sunarko. 

Banyak jemaah yang terinjak, apalagi arus jemaah terus berdatangan menuju lokasi lempar jumroh. Akibatnya, banyak korban terhimpit atau terinjak.

Dugaan penyebab lain disebutkan oleh otoritas haji Iran. Pimpinan haji Iran, Said Ohadi menuding kebijakan pemerintah Arabn Saudi yang menutup dua jalur akses menuju lokasi lempar jumroh menjadi penyebabnya.

LIHAT JUGA:

VIDEO: Detik-detik Ratusan Jamaah Haji Tewas dalam Tragedi Mina

“Insiden hari ini menunjukan ada pengaturan yang tak beres dan kurangnya perhatian serius terhadap jemaah haji,” tuding Said  seperti dikutip dari Aljazeera, Kamis malam (24/9/2015)

Said mengungkapkan, akibat penutupan jalur itu, hanya tersisa tiga rute ke lokasi pelemparan jumrah yang jaraknya hanya 5 kilometer dari Mekah.

Wakil Menteri Luar Negeri Hossein Amir Iran juga menyatakan kalau kerajaan Arab Saudi bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Dia juga mengatakan kalau utusan Arab Saudi untuk Teheran akan dimintai keterangan oleh Pemerintah Iran.

Sementara Menteri Kesehatan Arab Saudi Khaled al-Falih malah balik menyalahkan Jemaah haji yang tak disiplin hinga menyebabkan kecelakaan serius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Catatan Pimpinan DPR Atas Tragedi Mina

Ini Catatan Pimpinan DPR Atas Tragedi Mina

News | Jum'at, 25 September 2015 | 00:19 WIB

Iran Salahkan Kerajaan Arab Saudi atas Tragedi Mina

Iran Salahkan Kerajaan Arab Saudi atas Tragedi Mina

News | Kamis, 24 September 2015 | 23:12 WIB

Pemerintah Saudi Didesak Atur Kuota Jemaah Saat Lempar Jumroh

Pemerintah Saudi Didesak Atur Kuota Jemaah Saat Lempar Jumroh

News | Kamis, 24 September 2015 | 22:14 WIB

Terkini

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia

News | Minggu, 26 April 2026 | 00:01 WIB

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia

News | Sabtu, 25 April 2026 | 22:05 WIB

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

Perang AS - Iran Bikin Eropa Boncos, Biaya Impor Bahan Bakar Bengkak Rp 505 Triliun

News | Sabtu, 25 April 2026 | 21:05 WIB

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

Halalbihalal Tokoh Sumbagsel: Mendagri Tito Ajak Rumuskan Program Nyata 2027-2029

News | Sabtu, 25 April 2026 | 20:12 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

PERKUPI Lantik Pengurus Jakarta, Tegaskan Peran Jaga Kerukunan Umat Beragama di Ibu Kota

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:10 WIB

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

Alasan KPK Dorong Capres hingga Cakada dari Kader Parpol: Demi Cegah Mahar Politik

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:40 WIB

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:19 WIB

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

Terseret Pusaran Narkoba, Pemprov DKI Jakarta Segel Permanen Whiterabit PIK

News | Sabtu, 25 April 2026 | 18:15 WIB

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

Swadaya Warga Matraman Lindungi Ibu Hamil dan Anak dari Asap Rokok

News | Sabtu, 25 April 2026 | 17:28 WIB