Kisah Hasmawati Berjuang Lolos dari Tragedi Mina

Suwarjono

Selasa, 29 September 2015 | 06:41 WIB
Kisah Hasmawati Berjuang Lolos dari Tragedi Mina
Tragedi Mina menewaskan lebih dari 700 orang (Reuters/Stringer)

Suara.com - Mata perempuan itu terus membasah. Hidungnya memerah dan wajahnya pucat pasi. Tisu putih yang dipegangnya tampak tak sanggup menampung air mata yang terus mengalir.

Ada kesedihan yang sangat dalam dan tak sanggup ia bendung, sehingga dari mata yang memerah itu terus mengalirkan bulir-bulir air.

"Saya tidak tahu nasib kakak saya," katanya dengan suara yang agak parau ketika wartawan dari Media Center Haji (MCH) menyapanya di Jumat (25/9) pagi.

Perempuan dari Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, itu datang ke kantor Misi Haji Indonesia di Syisyah, Mekkah, Kamis (24/9) malam setelah mengalami peristiwa traumatis dalam hidupnya.

Kamis pagi, perempuan berusia sekitar 40-an tahun, bernama Hasmawati binti Muhammad Kasim, bersama kakak perempuannya Namma binti Muhammad Kasim, serta anggota lainnya rombongan Ustadz Ibrahim dari Kelompok Terbang 10 Makasar (UPG 10) berangkat dari Maktab 14 di Mina menuju Jamarat untuk melempar jamrah Aqabah.

Sebagai jamaah yang baru pertama kali berangkat ke Tanah Suci, ibu dua orang putri itu menurut saja dengan pimpinan rombongan.

Ia tidak tahu jalan menuju Jamarat, apalagi mengetahui imbauan pemerintah agar jamaah Indonesia menghindari waktu padat lontar jamrah Aqabah 10 Zulhidjah (24/9) pada pukul 08.00 - 13.00 Waktu Arab Saudi (WAS).

"Saya hanya ikut ustadz Ibrahim yang sudah beberapa kali berhaji," katanya masih dengan suara yang parau dan mata yang basah oleh air mata.

Jarak Maktab 14 tempat Hasmawati dan rombongannya mabit (bermalam) di Mina ke Jamarat memang cukup jauh, mencapai sekitar dua kilometer.

Oleh karena itu selepas Subuh, Kamis sekitar pukul 06.00 WAS mereka keluar dari tenda menuju Jamarat mengikuti langkah sang pemimpin rombongan.

Namun di tengah jalan, ia diminta bantuan oleh seorang nenek yang satu rombongannya, agar berhenti sejenak, karena perempuan berusia 70 tahun itu kelelahan.

"Sebelum jembatan tingkat (jalan layang), kami istirahat, karena ada nenek dalam rombongan kami kecapekan," ujarnya.

Jadilah Hasmawati bersama kakaknya Namma binti Muhammad Kasim pun istirahat, sambil duduk di pinggir jalan, sementara rombongan lainnya tetap melaju di depan.

Pada saat istirahat itulah, menurut Hasmawati, rombongan jamaah berkulit hitam dengan tubuh yang besar merangsek dari arah yang berlawanan.

"Kami terlempar dan terinjak-injak. Saya bisa bangkit, tapi kakak dan nenek itu terus terinjak dan tertindih jamaah lain," katanya dengan isak tangis yang tidak lagi terbendung.

Ia berusaha menolong kakak perempuannya yang masih bisa diraih tangannya. "Bangun kak, bangun, kata saya. Tapi kakak saya tidak mampu berdiri dan terinjak lagi," ujarnya dengan nada tersendat.

Sementara sang nenek, yang bernama Nadjemiah Samad Madjida, ia lihat sudah tidak bergerak.

Pada saat itulah, ada seorang jamaah laki-laki dari balik pagar Maktab yang terkunci di sisi kiri jalan yang menyuruh Hasmawati naik melompati pagar agar bisa masuk ke tenda Maktab negara lain itu.

Laki-laki yang tidak diketahu identitasnya itu menyorongkan kedua tangannya untuk dijadikan pijakan Hasmawati melompat pagar maktab di tengah jamaah yang masih berdesakan.

"Saya coba ikhlaskan kakak saya dan nenek itu, sambil menginjak kedua tangan jamaah laki-laki itu menaiki pagar maktab," katanya.

Lolos melewati pagar, tidak lantas membuat Ismawati aman. Ia mengaku tiba-tiba ia merasa tubunya tersetrum karena menginjak sesuatu.

"Tubuh saya bergetar, seperti tersentrum. Saya hanya berdoa, ya Allah tolong saya..tolong saya," ujarnya kembali berderai air mata mengingat perjuangannya untuk selamat dari musibah itu.

Berhasil lewat dari krisis tersebut ia dibantu jamaah dari Turki untuk berganti pakaian yang kotor akibat terinjak-injak, kemudian dengan sajian makanan dan minuman seadanya.

"Saya tidak tahu lagi nasib kakak saya dan nenek Nadjemiah sampai saat ini (Jumat 25/9). Saya berdoa semoga mereka selamat, dan setidaknya diketahui kondisinya," ujar Ismawati.

Dalam kondisi panik dan menyelamatkan diri dari desakan jamaah negara lain, entah apa yang mendorongnya untuk mengamankan 'harta' nenek Nadjemiah yang dilihatnya tidak bergerak lagi.

"Saya sempat mengamankan cincin yang dibeli nenek Nadjemiah di Madinah, ketika ia sudah tidak bergerak lagi," kata Hasmawati sambil memperlihatkan cincin emas dengan motif khas arab saudi dengan ukiran kecil-kecil.

Hasmawati berharap kalau pun nenek Nadjemiah tidak kembali lagi, cincin itu bisa menjadi kenang-kenangan untuk keluarganya.

Data terakhir yang dirilis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia (PPIH) 1436H/2015M sampai Senin (28/9), jumlah jamaah haji Indonesia yang menjadi korban peristiwa di Jalan 204 Mina itu mencapai 41 orang, tiga di antaranya berasal dari Kloter 10 Embarkasi Makasar (UPG 10).

Dan Nadjemiah Samad Madjida dengan nomor passpor B0693478 tercatat sebagai salah satu korban meninggal bersama dua nama lain dari kloter yang sama, yaitu Yahman Mistan Meslan, kloter UPG 10 nomor paspor B0693120 dan Sitti Lubabah Arsyad Ngolo, kloter UPG 10 nomor paspor B0693565. Sementara sang kakak Namma binti Muhammad Kasim masih belum ditemukan hingga berita ini turunkan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malang, Jemaah Haji Asal Indonesia Meninggal Tertabrak Mobil

Malang, Jemaah Haji Asal Indonesia Meninggal Tertabrak Mobil

News | Selasa, 29 September 2015 | 04:32 WIB

Jemaah Haji Sulteng Meninggal di Mina, Nasib Suami Masih Samar

Jemaah Haji Sulteng Meninggal di Mina, Nasib Suami Masih Samar

News | Selasa, 29 September 2015 | 03:30 WIB

Pimpinan DPR Harap Jangan Ada Lagi Tragedi Mina

Pimpinan DPR Harap Jangan Ada Lagi Tragedi Mina

DPR | Senin, 28 September 2015 | 16:41 WIB

Istana Minta Arab Saudi Beri Akses Informasi Korban Tragedi Mina

Istana Minta Arab Saudi Beri Akses Informasi Korban Tragedi Mina

News | Senin, 28 September 2015 | 15:48 WIB

Cari WNI Korban Mina, Panitia Haji di Mekah Berlomba Dengan Waktu

Cari WNI Korban Mina, Panitia Haji di Mekah Berlomba Dengan Waktu

News | Senin, 28 September 2015 | 15:16 WIB

Identifikasi Korban Tragedi Mina Lama karena Empat Hal Ini

Identifikasi Korban Tragedi Mina Lama karena Empat Hal Ini

News | Senin, 28 September 2015 | 13:37 WIB

Jemaah Haji Diimbau Utamakan Keselamatan Saat Melempar Jumrah

Jemaah Haji Diimbau Utamakan Keselamatan Saat Melempar Jumrah

News | Senin, 28 September 2015 | 05:34 WIB

Pencarian Jemaah Haji WNI Diperluas Hingga Jeddah

Pencarian Jemaah Haji WNI Diperluas Hingga Jeddah

News | Minggu, 27 September 2015 | 21:01 WIB

Terkini

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Ulasan Stock Struck: Saat Pemula Nekat Main Saham dan Berujung Kena Mental

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:45 WIB

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Pupuk Indonesia Bidik Investasi Rp10 Triliun untuk Pengembangan Ammonia Hub di Batam

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Singapura Bisa Gelap Gulitas, Bahlil Batalkan Rencana Ekspor Listrik

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 18:44 WIB

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Apakah Face Tonic dan Toner Bisa Dipakai Bersamaan? Ini Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Ratusan Museum dan Aset Budaya Direvitalisasi Sepanjang 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 18:42 WIB

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Riset Terbaru Ungkap Perilaku Unik Konsumen Mobil Kelas Menengah Atas

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 18:40 WIB

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

Fauzi Bowo: Tata Ruang Tak Boleh Tersekat Masa Jabatan 5 Tahunan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:39 WIB

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

Respons Polemik Pajak Pembalut 11 Persen, MenPPPA: Tunggu, Semoga Ada Kabar Menggembirakan

News | Senin, 02 November 2026 | 18:38 WIB

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

Kritik Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Rudianto Lallo: Penegakan Hukum Tak Boleh Sewenang-wenang!

News | Senin, 02 November 2026 | 18:35 WIB

×