Jemaah Haji Diimbau Utamakan Keselamatan Saat Melempar Jumrah

Ruben Setiawan

Senin, 28 September 2015 | 05:34 WIB
Jemaah Haji Diimbau Utamakan Keselamatan Saat Melempar Jumrah
Prosesi lempar jumrah di Mina, Arab Saudi. (Reuters/Ahmad Masood)

Suara.com - Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Prof Dr Ja'far Siddik menyarankan kepada jamaah haji Indonesia agar lebih mengutamakan keselamatan jiwa saat melontar jumrah dalam rangkaian ibadah haji.

"Imbauan ini disampaikan untuk menghindari agar tidak terjadi lagi seperti peristiwa Mina, Kamis (24/9/2015)," kata Jafar kepada Antara di Medan, Minggu ketika diminta tanggapannya terkait musibah Mina.

Dalam melontar jumrah, menurut dia, setiap harinya seluruh jamaah haji dari berbagai negara di dunia berkumpul di lokasi tersebut dan hal ini harus dipikirkan oleh jamaah haji dari Indonesia.

"Jika kira-kira akan membahayakan bagi keselamatan diri jamaah haji Indonesia, lebih baik lontar jumrah tersebut dibatalkan saja atau tidak perlu dilakukan," ujar Jafar.

Dia menjelaskan, kebijakan ini harus ditempuh demi kebaikan dan untuk keselamatan diri jamaah haji Indonesia.

"Apakah kita mau berdesak-desakan atau dorong-dorongan saat melontar jumrah tersebut," kata Guru Besar Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Jafar menyebutkan, semua pihak tidak ingin lagi terjadi peristiwa Mina. Hal ini dapat dijadikan pengalaman yang sangat berharga dan ke depan janganlah terulang lagi.

Coba dibayangkan, kata dia, jumlah jamaah haji dari seluruh dunia yang melalui Jalan Arab 204 menuju Jamarat mencapai ribuan orang.

Bahkan jalan yang dilalui menuju lokasi melontar jamrah itu kadang-kadang terjadi berlawanan arah karena adanya jamaah haji yang kurang disiplin dan tidak memikirkan keselamatan jamaah haji lainnya.

"Bisa saja jamaah haji Indonesia yang menjadi korban Mina itu diduga masuk melalui jalur dari negara lain yang bertubuh cukup besar dan kuat sehingga terjadilah peristiwa yang tidak diinginkan tersebut," katanya.

Sebelumnya, jumlah jamaah haji yang belum kembali ke kelompok tebang masing-masing sejak peristiwa Mina Kamis pagi (24/9) menurun dari 112 menjadi 99 orang.

"Kami terus melakukan mencari informasi terkait dengan adanya jamaah yang belum kembali ke pemondokan," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Arsyad Hidayat, di Mekkah, Arab Saudi, Minggu dini hari.

Ia mengatakan sampai Sabtu pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 05.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) jumlah jamaah yang belum kembali tersebut mencapai 99 orang.

Mereka berasal dari kloter 14 Batam (BTH 14) sebanyak 10 orang, kloter 48 Surabaya (SUB 48) sebanyak 17 orang, kloter 61 Jakarta-Bekasi (JKS 61) sebanyak 57 orang, kloter 10 Makassar (UPG 10) sebanyak delapan orang, kloter 62 Solo (SOC 62) sebanyak tujuh orang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS

Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:51 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

Nasionalisme atau Manuver Oligarki? Fakta di Balik Saham Bayan Diborong Haji Isam

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 21:20 WIB

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

Akuisisi Saham Bayan oleh Haji Isam Disebut Bukan Kedaulatan Tambang, Cuma Pindah Tangan Oligarki

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 19:28 WIB

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Mantan Pejabat BUMN Bandingkan Saham Bayan yang Dihibahkan ke Asing dan Dibeli Haji Isam

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Pembekuan Izin 6 Perusahaan Hutan Imbas Karhutla, Ada Keterkaitan Bisnis Haji Isam

Pembekuan Izin 6 Perusahaan Hutan Imbas Karhutla, Ada Keterkaitan Bisnis Haji Isam

Video | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sosok Barbarossa dan Gibran, Dua Anak Menhaj Gus Irfan yang Diangkat Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj

Sosok Barbarossa dan Gibran, Dua Anak Menhaj Gus Irfan yang Diangkat Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Menteri Haji Pangku Dua Anak Sendiri Jadi Tenaga Ahli, Ada Potensi KKN

Menteri Haji Pangku Dua Anak Sendiri Jadi Tenaga Ahli, Ada Potensi KKN

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Alasan Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Staf Ahli Kemenhaj: Tak Punya Staf dan Tanpa Gaji

Alasan Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Staf Ahli Kemenhaj: Tak Punya Staf dan Tanpa Gaji

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×