Kasus Tambang Maut, Usai Melewati Kritis, Tosan Mulai Membaik

Siswanto

Minggu, 04 Oktober 2015 | 17:10 WIB
Kasus Tambang Maut, Usai Melewati Kritis, Tosan Mulai Membaik
Sejumlah aktivis melakukan teatrikal sebagai bentuk aksi solidaritas terhadap penganiayaan Tosan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil di depan Istana, di Jakarta, Kamis (1/10). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bupati Lumajang Asad Malik menyatakan kondisi korban kekerasan dalam aksi penolakan penambangan pasir di Lumajang, Tosan, sudah membaik. Tosan dirawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur.

"Alhamdulillah kondisi korban (Tosan) sudah membaik dan nafasnya pun juga sudah normal kembali.Mudah-mudahan dia segera sembuh dan pulih kembali," kata Asad Malik ketika membesuk Tosan yang sedang dirawat di Ruang ICU 12, Minggu (4/10/2015).

Setelah membesuk Tosan, Asad Malik meminta aparat kepolisian menjaga korban yang sekarang masih trauma. Asad Malik membesuk Tosan bersama keluarganya.

Menyinggung pembiayaan selama Tosan dirawat di RSSA Malang, Asad mengatakan keluarga korban tidak perlu mengeluarkan biaya apapun karena sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

"Pemkab Lumajang akan menanggung semua biaya perawatan Tosan, termasuk biaya untuk kebutuhan keluarga korban penganiayaan kelompok preman," ujarnya.

Tosan, warga Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjalani perawatan setelah menjadi korban penganiayaan sekelompok warga pendukung tambang pasir ilegal di Pantai Watu Pecak Lumajang.

Selain Tosan, ada korban lain dalam peristiwa itu, yakni Salim alias Kancil. Salim alias Kancil tewas setelah dianiaya warga pro tambang pasir. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Target Investigasi Kelalaian Polisi di Kasus Salim Beres

Kapolri Target Investigasi Kelalaian Polisi di Kasus Salim Beres

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 14:54 WIB

Ini Tanggapan Tertulis Kapolri Soal Petisi Kasus Salim Kancil

Ini Tanggapan Tertulis Kapolri Soal Petisi Kasus Salim Kancil

News | Jum'at, 02 Oktober 2015 | 06:43 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×