Ini yang Dilakukan Pelaku Pembunuhan Cakung Sebelum Habisi Korban

Ardi Mandiri

Sabtu, 17 Oktober 2015 | 05:37 WIB
Ini yang Dilakukan Pelaku Pembunuhan Cakung Sebelum Habisi Korban
Polisi rilis tersangka pembunuh Dayu Priambarita dan anaknya, Yoel Immanuel. Pembunuhan di Perumahan Aneka Elok, Cakung, Jakarta Timur [suara.com/Agung Sandy Lesmana]

Suara.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengatakan tersangka HK alias GE terkait kasus pembunuhan ibu dan anak di kawasan Cakung, Jakarta, Timur, membuat gambar hasil observasi lingkungan tempat kejadian perkara sebelum melakukan pencurian.

"Tersangka melakukan observasi. Jadi, tersangka menceritakan bahwa dua hari sebelum melakukan yang bersangkutan (tersangka) menggambar. Menggambar itu mengobservasi lingkungan kemudian dia tahu rumah yang kosong yang mana," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat konferensi pers di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Jakarta, Jumat.

Terkait kejadian pembunuhan itu, ia menceritakan pada Kamis (8/10) pukul jam 11.30 WIB, korban yakni ibu dan anak pulang dari sekolah ke rumah.

Kemudian, setelah azan, dari hasil pantauan tersangka, pintu rumah korban terbuka meski pagar rumah tertutup.

"Dia (tersangka) lihat rumah itu, dia pikir kosong. Dia masuk bergerak dan saat masuk yang bersangkutan menceritakan, mengeratak (mengobrak-abrik barang) rumah," ujarnya.

Pada saat tersangka mencari-cari barang berharga di rumah korban, korban berada di dalan kamar.

"Dia (tersangka) ke dapur dulu, ia ambil pisau. Kemudian dengan pisau yang dimasukkan di celananya, ia mencari barang," ujarnya.

Karena dipergoki dan diteriaki maling oleh korban yakni sang ibu, tersangka HK alias GE panik lalu menusuk korban.

"Pada saat mencari barang korban keluar dan menjerit 'maling' diteriakin maling, kemudian pelaku panik dan menusuk korban dengan membabi buta sementara anaknya memegangi kaki dan tangan yang bersangkutan, ikut ditusuk juga," tuturnya.

Krishna mengatakan setelah melakukan pembunuhan itu, tersangka HK alias GE masih sempat mencari barang berharga namun yang ketemu hanya sebuah telepon genggam milik korban yang sedang dicas.

"Kemudian keluar dia mencuci kaki tangan dan mencuci pisau dan keluar dari rumah," ujarnya.

Setelah itu, tersangka HK alias GE menyimpan barang bukti seperti pakaian, celana dan pisau yang digunakan saat membunuh korban.

"Dua hari kemudian dia pergi ke Marunda dibuang ke laut barang buktinya. Ini yang diceritakan kepada kami dengan menggunakan sepeda motor," ujarnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan seorang ibu dan anak di Cakung, Jakarta Timur pada 8 Oktober 2015 berlatar belakang pencurian yakni tersangka HK alias GE membunuh karena aksinya dipergoki korban.

Tersangka HK alias GE masuk ke rumah korban untuk mencuri barang-barang berharga.

Korban yakni DP (45) dan YI (5) tinggal di Perumahan Aneka Elok RT 015/02 Nomor 13 Kelurahan Penggilingan Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

Sementara terkait proses penangkapan tersangka HK alias GE, Krishna mengatakan pihaknya membuat sketsa wajah tersangka berdasarkan keterangn saksi tentang dugaan orang yang keluar dari tempat kejadian perkara (TKP) atau rumah korban.

Setelah itu, pihaknya menganalisa data residivis yang berada di sekitar lingkungan rumah korban.

Setelah itu, pihaknya menetapkan terduga pelaku pembunuhan potensial.

"Kemudian hari Rabu (14/10) hasil laboratorium forensik keluar, sidik jari TKP sudah keluar. Namun, kami kesulitan untuk membongkar karena database di kependudukan belum ada," tuturnya.

Dari sketsa gambar berdasarkan keterangan para saksi, pihaknya kemudian menelusuri orang yang diduga kuat melakukan pembunuhan itu.

Dari hasil sidik jari tersebut, pihak polisi berangkat pada Rabu malam untuk mencari HK. Kemudian, Krishna mengatakan pihaknya mendapatkan informasi bahwa HK berada di pabrik baja.

Untuk itu, polisi sudah menunggu HK sejak Rabu (14/10) sore sampai Kamis (15/10) pukul 05.00 WIB. Akhirnya tersangka HK muncul.

"Berdasarkan hasil laboratorium forensik sidik jari, kami menangkap terduga pelaku atas nama HK, kami cek kuku kemudian kami 'swep' tubuhnya dan kami cocokkan sidik jarinya dengan apa yang ada di TKP dan dari hasil interogasi akhirnya yang bersangkutan menjelaskan dengan detail peristiwanya dan kami menemukan alat bukti salah satunya adalah barang bukti milik korban (telepon genggam)," jelasnya.

Krishna mengatakan pada Kamis (15/10) pukul 16.00, tersangka HK menceritakan peristiwa tentang tindak pidana yang dilakukannya. (Antara)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Miris, Kakek Bau Tanah Perkosa Dua ABG

Pemerintahan SBY Dianggap Wariskan Masalah ke Jokowi

Kehadiran Abdee Jadi Kejutan di "Konser Slank Reog & Roll"

Orang Amerika Frustasi Minta Inggris Ambil Alih Negaranya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pelaku Pembunuhan Cakung Terancam UU Perlindungan Anak

Pelaku Pembunuhan Cakung Terancam UU Perlindungan Anak

News | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 21:58 WIB

Polisi Masih Pelajari Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Cakung

Polisi Masih Pelajari Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Cakung

News | Kamis, 15 Oktober 2015 | 16:49 WIB

Terkini

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

DPR Khawatir Stok Pertalite Jebol Akibat Migrasi Pengguna Pertamax

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:05 WIB

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

Connie Bakrie Sebut IKN Sekarang Kalah Tenar Sama Program MBG Rp1 Triliun Per Hari

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:06 WIB

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

Tunjangan Guru Naik, Komisi X DPR Beri Jempol Tapi Kasih Catatan Penting Ini

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:51 WIB

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

Gak Pakai Ribet! Di Jakarta Fair 2026 Bisa Belanja Sambil Bayar Pajak Kendaraan

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:10 WIB

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

Hari Pertama BTN JAKIM 2026 Meriah, Ribuan Pelari Padati Kawasan GBK

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:33 WIB

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

Di Balik Narasi 'BBM Non-Subsidi': Mengapa Rakyat Kecil Tetap Tercekik Kenaikan Harga Pertamax?

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:15 WIB

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB