Dalai Lama: Perubahan Iklim Bisa Hancurkan Tibet

Laban Laisila | Suara.com

Selasa, 20 Oktober 2015 | 23:45 WIB
Dalai Lama: Perubahan Iklim Bisa Hancurkan Tibet
Dalai Lama. [reuters]

Suara.com - Pemimpin Tibet di pengasingan, termasuk Dalai Lama, mengatakan dua pertiga gletser di pegunungan Tibet mungkin hilang pada 2050 karena perubahan iklim, dan meminta bagian dalam pembahasan iklim pada akhir tahun ini.

"Pegunungan Tibet harus dilindungi, bukan hanya untuk warga Tibet tapi juga untuk kesehatan lingkungan dan keberlangsungan dunia," kata Dalai Lama.

Dataran tinggi Tibet, yang memiliki cadangan es terbesar selain Kutub Utara dan Kutub Selatan, mengalami kenaikan suhu 1,3 derajat Celcius selama lima dasawarsa belakangan atau tiga kali lipat rata-rata pemanasan dunia, kata para pemimpin tersebut dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (20/10/2015).

Tibet, dengan ketinggian rata-rata lebih dari 4 ribu meter di atas permukaan laut, sangat rentan terkena dampak perubahan iklim.

Pemanasan mencairkan gletser, yang menjadi sumber air bagi sungai, yang menyokong kehidupan sekitar 1,3 miliar orang.

"Sama pentingnya dengan Arktik dan Antartika, pegunungan ini adalah Kutub Ketiga," kata Dalai Lama dalam pernyataan yang disampaikan di bukit Dharamsala, India, yang menjadi basis pemerintah terasing Tibet sejak Dalai Lama meninggalkan Tibet pada 1959.

Sedikit-dikitnya, 200 negara akan berkumpul di Paris pada Desember untuk mencoba menyelesaikan sebuah kesepakatan untuk memperlambat perubahan iklim akibat ulah manusia, dengan menjaga suhu di bawah batas tertinggi 2 derajat Celcius.

Pemimpin dunia mengharapkan penerus Protokol Kyoto setelah pembahasan iklim pada 2009 di Copenhagen, Denmark, berakhir dengan kekecewaan karena perbedaan pendapat AS dan Tiongkok.

Pemimpin Tibet menginginkan kesepakatan efektif terkait perubahan iklim dan juga ingin dilibatkan dalam pembahasan di Paris mendatang.

Menurut pemerintah, sekitar 80 persen lapisan es di Tibet telah berkurang dalam 50 tahun terakhir.

Dengan kecepatan mencairnya tanah di titik beku, 12.300 juta ton karbon dapat dilepaskan ke udara dan akan memperburuk masalah pemanasan dunia. (Reuters/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

Jelang Pertemuan COP21, Sekjen PBB: Manusia Tidak Punya Planet B

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 05:45 WIB

Pemanasan Global Akan Membuat Afrika Semakin Kering

Pemanasan Global Akan Membuat Afrika Semakin Kering

News | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 06:39 WIB

Prof. Rizaldi Boer: Kebakaran Lahan Sumatera Ancam Iklim Regional

Prof. Rizaldi Boer: Kebakaran Lahan Sumatera Ancam Iklim Regional

wawancara | Senin, 21 September 2015 | 07:00 WIB

Terkini

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:30 WIB

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:25 WIB

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC

News | Rabu, 15 April 2026 | 20:02 WIB

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026,  Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:43 WIB

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:39 WIB

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

Sopir Ambulans Kena Order Fiktif Debt Collector, Berujung Disuruh Tagih Utang

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

BNI Lepas Timnas ke Thomas & Uber Cup 2026, Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi Juara

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:36 WIB

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB