Kapolri: ASEAN-Cina Perlu Bentuk Pokja Antiteroris

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 23 Oktober 2015 | 16:16 WIB
Kapolri: ASEAN-Cina Perlu Bentuk Pokja Antiteroris
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Jumat (12/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Polri) Jenderal Pol Badrodin Haiti mengatakan ASEAN dan Cina perlu membentuk kelompok kerja penanganan terorisme, guna menekan aksi terorisme dan radikalisme yang makin berkembang dalam beragam bentuk.

"ASEAN dan Cina menjalin kerja sama yang baik, dalam hal keamanan kawasan. Dan untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi antara ASEAN dan Cina, maka perlu ada kelompok kerja yang menangani kejahatan lintas batas, termasuk terorisme," katanya, di Beijing, Jumat (23/10/2015).

Berbicara pada dialog tingkat menteri ASEAN-Cina bidang kerja sama keamanan dan hukum, Badrodin menjelaskan bahwa Pokja dapat melakukan pertemuan rutin tahunan, guna meningkatkan komunikasi dan koordinasi.

Indonesia, tutur Kapolri, telah memiliki Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme yang lahir sebagai konsekuensi dari diratifikasinya International Convention for the Suppression of the Financing of Terrorism, 1999 (Konvensi Internasional Pemberantasan Pendanaan Terorisme, 1999).

"Untuk mendukung upaya penanganan terorisme, Indonesia juga telah memiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang disahkan pada 2010," kata Jenderal Badrodin.

Ia mengatakan Indonesia juga menghadapi ancaman gerakan radikal seperti ISIS. Saat ini tercatat sekitar 500 warga negara Indonesia di mancanegara, yang tergabung dalam ISIS.

"Terkait itu, Kepolisian Indonesia telah melakukan berbagai upaya, termasuk menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, mengantisipasi meningkatnya keterlibatan warga negara Indonesia yang tergabung dalam ISIS," kata Kapolri.

"Di ASEAN, Indonesia memimpin dalam pemberantasan terorisme di kawasan, mengingat terorisme tidak saja mengancam stabilitas keamanan dalam negeri Indonesia tetapi juga keamanan kawasan," tuturnya.

Badrodin mengatakan dengan meratifikasi Konvensi ASEAN tentang Pemberantasan Terorisme, Indonesia berperan aktif dalam memerangi terorisme di kawasan, baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral.

"Hal yang sama juga dapat diakukan dengan menjalin kerja sama serupa antara ASEAN dan Cina, terlebih Cina adalah salah satu mitra wicara ASEAN," katanya.

ASEAN dan Cina perlu meningkatkan dialog, komunikasi, untuk meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme. Dialog dapat dilakukan dalam kerangka konsultasi yang saling menguntungkan kedua pihak, berdasarkan kemitraan, ujar Kapolri.

Pada kesempatan tersebut, Badrodin juga mengemukakan adopsi rencana aksi nota kesepahaman antara ASEAN dan Cina, dalam kerja sama di lapangan menghadapi isu keamanan non tradisional. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Tangkap 119 WNA Tersangka Penipu asal Cina dan Taiwan

Polisi Tangkap 119 WNA Tersangka Penipu asal Cina dan Taiwan

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 16:38 WIB

Kapolri Copot Kapolres Aceh Singkil

Kapolri Copot Kapolres Aceh Singkil

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 09:10 WIB

RI Tolak Ajakan Cina Latihan Militer Bersama di Laut Cina Selatan

RI Tolak Ajakan Cina Latihan Militer Bersama di Laut Cina Selatan

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 12:27 WIB

Cina Kembali Tangkap Perempuan Jepang Atas Tuduhan Mata-mata

Cina Kembali Tangkap Perempuan Jepang Atas Tuduhan Mata-mata

News | Senin, 12 Oktober 2015 | 03:35 WIB

Terkini

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:00 WIB

×