Gerindra Pertanyakan Program Bela Negara

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 29 Oktober 2015 | 16:12 WIB
Gerindra Pertanyakan Program Bela Negara
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendatangi Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Kamis (26/3). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Joko Juliantono mempertanyakan program bela negara yang sedang digadang-gadang oleh pemerintah saat ini. "Saya heran, ini kenapa program bela negara bisa dikeluarkan oleh pemerintah. Urgensinya apa? Emang Indonesia ini negara yang rawan perang, makanya butuh pasukan cadangan kalau sewaktu-waktu diperlukan," kata Ferry Joko Juliantono dalam acara diskusi Perspektif Bela Negara Pengusaha Muda HIPMI di Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2015).

Selain itu, pemerintah juga tidak menjelaskan secara detail apa yang sedang dihadapi oleh Indonesia saat ini dengan gamblang, sehingga program bela negara ini dikeluarkan oleh pemerintah.  Menurutnya, konsep bela negara ini sangat tidak tepat diterapkan saat ini, hal tersebut lantaran Indonesia bukan sebagai negara yang rawan peperangan sehingga membutuhkan pasukan cadangan.

"Pemerintah nggak jelasin secara gamblang, apa sih yang sedang dihadapi Indonesia saat ini. Emang ada ancaman apa, emang mau diserang siapa? Ini sangat tidak masuk akal. Jangan-jangan bukan ancaman fisik lagi, tapi lebih parah, atau apa. Ini kan jadi menerka-nerka kan kita semua," tegasnya.

Menurutnya mengatasi permasalahan ekonomi lebih penting daripada program bela negara. Pasalnya sampai saat ini daya beli masyarakat semakin menurun akibat adanya gejolak perekonomian global yang berdampak pada Indonesia.

"Yang penting itu masyarakat harus kenyang, terus kalau mau berobat masyarakat ada uang, nggak pusing. Kalau bela negara ini diterapkan karena ada ancaman ekonomi saya setuju, maka tempatkanlah pengusaha muda. Dengan begitu perekonomian bisa membaik," tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk menjelaskan secara detail, apa yang sedang dihadapi Indonesia saat ini sehingg, konsep bela negara ini menjadi sangat mendesak.

"Kalau nggak penting ya nggak usah. Urusin aja perekonomian, kalau perekonomian berjalan dengan baik, keadilan dan kesejateraan dapat berjalan," katanya. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kesibukan Baru Tedjo Edhy Setelah Tak Jadi Menterinya Jokowi

Kesibukan Baru Tedjo Edhy Setelah Tak Jadi Menterinya Jokowi

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:47 WIB

Bela Negara Menurut Tedjo Edhy

Bela Negara Menurut Tedjo Edhy

News | Selasa, 27 Oktober 2015 | 17:38 WIB

Publik Diminta Jangan Serius-serius Tanggapi Program Bela Negara

Publik Diminta Jangan Serius-serius Tanggapi Program Bela Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 18:11 WIB

Luhut: Bela Negara Itu Kewajiban Semua Warga Negara

Luhut: Bela Negara Itu Kewajiban Semua Warga Negara

News | Rabu, 21 Oktober 2015 | 13:17 WIB

Setahun Pemerintah Jokowi, Demonstran Tolak Program Bela Negara

Setahun Pemerintah Jokowi, Demonstran Tolak Program Bela Negara

News | Selasa, 20 Oktober 2015 | 12:47 WIB

Pembentukan Kader Bela Negara Dimulai 22 Oktober

Pembentukan Kader Bela Negara Dimulai 22 Oktober

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 14:14 WIB

Wujudkan Program Bela Negara, Ical: Indonesia Tak Kekurangan Duit

Wujudkan Program Bela Negara, Ical: Indonesia Tak Kekurangan Duit

News | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 20:03 WIB

Terkini

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

22,4 Juta Batang Rokok Ilegal Disita di Sumsel dan Sekitarnya, Mengapa Peredaran Sulit Diberantas?

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:51 WIB

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Tak Harus Mengubah Bentuk Wajah, Ini Cara Baru Menjaga Penampilan Tetap Awet Muda

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

Survei Kinerja Bahlil Tuai Sorotan, Bos IPO Beberkan Mengapa Hasilnya Beda denagn Celios

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:45 WIB

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Hantu hingga Manusia Serigala Hiasi Pedestrian Sudirman Jelang Halloween

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Dua Kali Kebakaran di Konsesi Sawit OKI, Ini Profil PT Ricky Agrindo Sejahtera yang Disidik Polisi

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

Bakal Dibuka Nonstop! Pramono Matangkan Rencana 76 Taman di Jakarta Beroperasi 24 Jam

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Studi: Lebih dari 3.500 Orang Indonesia Tewas Akibat Kabut Asap Kebakaran Hutan di September Saja

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:31 WIB

×