Penipuan Uang Kuliah, Korban Pertanyakan Kealpaan Pihak UPI YAI

Ruben Setiawan | Suara.com

Jum'at, 30 Oktober 2015 | 01:15 WIB
Penipuan Uang Kuliah, Korban Pertanyakan Kealpaan Pihak UPI YAI
Demo Mahasiswa UPI YAI. (Suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Para korban dalam kasus dugaan penipuan pembayaran uang kuliah di kampus UPI YAI mengaku merasa ada yang tidak beres dengan sistem di kampus mereka. Pasalnya, kasus ini diduga sudah berlangsung sejak tahun 2002 silam dengan korban mencapai 1.080 orang, namun sama sekali tidak terdeteksi oleh pihak kampus.

"Nah kok bisa dah nggak ketahuan kasus ini sama pihak kampus, padahal ini kan dari tahun 2002," kata salah satu mahasiswa UPI YAI, Naldo, kepada Suara.com saat di kampus, Kamis (29/10/2015).

Dirinya pun juga menjelaskan seharusnya pihak kampus melakukan audit.

"Kenapa nggak ada tutup buku atau audit? Terus ini baru ketahuan juga karena medsos (media sosial) kan," ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa sistem yang saat ini sudah berjalan di UPI YAI tidak benar.

"Katanya mau ikut berapa kali cashback juga nggak bakal ketahuan, berarti nggak bener dong sistem UPI YAI," katanya.

Sebelumnya diketahui, salah satu mahasiswa Fakultas Komunikasi UPI YAI yang menjadi korban cashback, Naldo, mengatakan sempat tidak percaya dengan adanya cashback yang ditawarkan kepada dirinya. Akan tetapi, karena ada temannya yang mengajaknya, dirinya langsung bertemu dengan tersangka Kartika atau Tika.

"Awal semester satu masih bayar sendiri ke kampus. Nah, pas semester dua ketiga baru lewat cashback, karena gua tergiur sama tawarannya Tika,  nawarin 10 persen dari pembayaran gua Rp.5 juta, nah gua kan dapet Rp.500 ribu, kan lumayan itu," kata Naldo kepada Suara.com di kampus UPI YAI, Kamis (29/10/2015).

Menurut pengakuan Naldo, sebelum bertemu dengan Tika, dirinya sempat diminta mengisi biodata lengkap terlebih dahulu.

"Nah pas hari Minggu, gua ketemuan sama Tika di Utan Kayu, Jakarta Utara. Gua juga nggak curiga, karena dia bilang dah ada slipnya, dan soalnya slipnya itu asli juga pas gua liat," ujarnya.

Naldo percaya karena slip tersebut asli dan memang sudah ada biodata dirinya di slip pembayaran tersebut. Saat itu juga tersangka menyakinkan korban dengan mengatakan bahwa bayarannya itu sudah ditalangi terlebih dahulu menggunakan uang tersangka.

"Nah gua langsung kasih duit gua ke dia, gua juga langsung dikasih cashbacknya sama dia (tersangka) Rp. 500 ribu," katanya.

Setelah dirinya menerima slip itu dari tersangka, keesokkan hari pada Senin, dirinya langsung pergi ke bagian Tata Usaha.

"Hari Senennya gua langsung nukerin slip gua, gua sempet deg-degan, karena ini slip asli apa nggak. Tapi bodo amat lah, lolos nggaknya, gua langsung ke TU," ujarnya.

Ternyata saat dirinya menyerahkan slip itu kepada bagian TU, tidak ada masalah sama sekali. Pasalnya slip tersebut lolos masuk bagian TU.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:51 WIB

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:35 WIB

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:24 WIB

Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon

Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon

News | Minggu, 05 April 2026 | 23:15 WIB

AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari

AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari

News | Minggu, 05 April 2026 | 20:10 WIB

Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran

Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran

News | Minggu, 05 April 2026 | 20:09 WIB

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala

News | Minggu, 05 April 2026 | 20:02 WIB

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan

Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:16 WIB

Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak

Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:11 WIB

Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi

Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi

News | Minggu, 05 April 2026 | 19:05 WIB