TNI di Papua Bela Tudingan Perusahaan Sawit Pemicu Kebakaran

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 10 November 2015 | 05:35 WIB
TNI di Papua Bela Tudingan Perusahaan Sawit Pemicu Kebakaran
Petugas Manggala Agni dan TNI memadamkan sisa api yang membakar perkebunan kelapa sawit di Sungai Aur, Muaro Jambi, Sabtu (12/9). (Antara)

Suara.com - Komandan Korem 174 Anim Ti Waninggap Merauke Brigjen TNI Supartodi membela tudingan jika perusahaan perkebunan sawit di Papua sebagai biang kerok terjadinya kebakaran lahan. Dia membantah tudingan itu.

Tudingan itu sebelumnya dinyatakan Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal. Brigjen TNI Supartodi malah meminta Klemen datang ke Merauke meninjau langsung perkebunan.

"Oh, tidak ada. Suruh beliau datang ke Merauke, jangan hanya terima laporan saja. Tidak benar kalau kebakaran di sana karena ulah perusahaan perkebunan," tegas Brigjen Supartodi kepada wartawan di Timika, Senin (9/11/2015).

Danrem tidak membantah jika di wilayah Bade, yaitu daerah perbatasan Kabupaten Merauke dengan Kabupaten Mappi terdapat sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dia mengungkapkan bahwa tumbuhan kelapa sawit di daerah itu kini sudah berumur satu tahun dan di lokasi tersebut tidak ada kebakaran.

"Di situ nggak ada kebakaran. Sawitnya sudah berumur satu tahun," kata Danrem.

Ia meminta para pejabat tidak sekedar memberikan pernyataan ke publik, tanpa didukung dengan data yang akurat.

"Pak Wagub sekali-kali turun ke lapangan biar tahu rakyatnya di sana. Kalau ke Merauke, jangan hanya di kotanya saja tapi sampai ke lokasi yang kemarin-kemarin itu terjadi kebakaran," ujar Danrem.

Danrem juga meminta semua pihak terutama di wilayah Kabupaten Merauke dan Kabupaten Mappi yang menjadi pusat bencana kebakaran tahun ini agar belajar dari pengalaman tersebut. Pemda tidak boleh tidur dengan situasi dan kondisi yang terjadi di daerahnya.

"Pemda dan "stake holder" (pemangku kepentingan) terkait dalam penanganan bencana tidak boleh hanya tidur-tiduran saja tapi harus membuat regulasi untuk ke depan seperti apa. Pengalaman ini menjadi landasan untuk penanganan-penanganan bencana selanjutnya," ujar Brigjen Supartodi.

Menyangkut penanganan kebakaran lahan di Merauke dan Mappi, Danrem mengakui menemukan banyak kendala di lapangan. Para prajurit TNI yang terlibat dalam Satgas Pemadaman Kebakaran tersebut tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

"Di sana nggak ada mobil pemadam kebakaran. Kita bingung juga, terpaksa prajurit pakai ember dan peralatan seadanya untuk memadamkan api," jelasnya.

Korem 174 ATW juga mengerahkan lima truk tanki air untuk dipakai memadamkan api, namun untuk lokasi-lokasi yang jauh dan tidak memiliki akses jalan raya, para prajurit terpaksa berjalan kaki berkilo-kilo meter sambil membawa ember dan jerigen untuk memadamkan api.

"Kalau ada sumber airnya tidak masalah, tapi kalau air juga tidak ada lalu kita padamkan api dengan cara apa. Seperti di SP5 Merauke, saya terpaksa suruh alat berat buka jalan supaya mobil tanki bisa masuk," tuturnya.

Di sisi lain, katanya, Pemkab Merauke dan Mappi hingga kini belum memiliki sebuah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mengkoordinasi penanganan bencana yang terjadi di daerah itu. Danrem mengatakan kini di wilayah Merauke dan Mappi sudah nyaris tidak ada lagi titik api.

Lokasi yang paling parah mengalami kebakaran seperti di Kimaam, Bade, Pure, Jakebop, Tanah Miring, Wasur dan Mappi. Kondisi hutan savana yang penuh ilalang dan semak belukar di daerah-daerah tersebut kian memicu terjadi kebakaran, apalagi ditambah dengan musim kemarau yang berkepanjangan.

Sebagian besar pasukan yang terlibat dalam satuan tugas pemadaman kebakaran lahan di Merauke dan Mappi, katanya, sudah ditarik ke Korem 174 ATW Merauke.

"Tinggal satu SSK yang ada di lapangan yaitu di Mappi tapi sekarang sedang bergerak menuju Merauke dengan kapal," jelas Brigjen Supartodi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prof Hero: Bencana Kebakaran Lahan dan Kabut Asap Belum Berakhir

Prof Hero: Bencana Kebakaran Lahan dan Kabut Asap Belum Berakhir

wawancara | Senin, 09 November 2015 | 07:00 WIB

Alat Ciptaan ITB Sudah Dikirim ke Daerah Bencana Asap

Alat Ciptaan ITB Sudah Dikirim ke Daerah Bencana Asap

News | Kamis, 05 November 2015 | 19:23 WIB

Sepekan, 21,3 Miliar Meter Kubik Hujan Turun di Area Kebakaran

Sepekan, 21,3 Miliar Meter Kubik Hujan Turun di Area Kebakaran

News | Kamis, 05 November 2015 | 18:55 WIB

Ini Alat Canggih Kampus di Indonesia untuk Tanggulangi Asap

Ini Alat Canggih Kampus di Indonesia untuk Tanggulangi Asap

News | Kamis, 05 November 2015 | 17:25 WIB

Asap Tak Habis-habis, Pemerintah Sebaiknya Terima Bantuan Asing

Asap Tak Habis-habis, Pemerintah Sebaiknya Terima Bantuan Asing

News | Kamis, 05 November 2015 | 17:16 WIB

Menristek Apresiasi Kampus yang Bantu Tangani Kebakaran Lahan

Menristek Apresiasi Kampus yang Bantu Tangani Kebakaran Lahan

News | Kamis, 05 November 2015 | 16:07 WIB

Presiden: El Nino Masih Kuat

Presiden: El Nino Masih Kuat

News | Rabu, 04 November 2015 | 18:08 WIB

35 Berkas Perkara Pembakar Lahan Riau Siap Diajukan ke Pengadilan

35 Berkas Perkara Pembakar Lahan Riau Siap Diajukan ke Pengadilan

News | Rabu, 04 November 2015 | 10:23 WIB

Norwegia Siap Bantu Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

Norwegia Siap Bantu Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan

News | Rabu, 04 November 2015 | 00:33 WIB

Kebakaran Hutan di Lereng Merapi Telah Padam

Kebakaran Hutan di Lereng Merapi Telah Padam

News | Selasa, 03 November 2015 | 22:25 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×