Madura Mau Jadi Provinsi, Fahri: Banyak Orang Nekat di Sana

Laban Laisila, Bagus Santosa

Selasa, 10 November 2015 | 14:21 WIB
Madura Mau Jadi Provinsi, Fahri: Banyak Orang Nekat di Sana
Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah [suara.com/Nur Habibie]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah setuju dengan usulan pemekaran Madura menjadi provinsi tersendiri dan terpisah dari Jawa Timur.

Menurutnya, pola pemerintahan di Indonesia sudah seharusnya diubah dari sentralisasi menjadi desentralisasi dengan alasan lokasi dan jumlah penduduk yang besar.

"Pemerintah harus berpikir bahwa Indonesia harus dimekarkan lebih banyak dan sistem otonomi yang kita gunakan sekarang dengan UU desa, dan sebagainya, adalah masa depan Indonesia," kata Fahri di DPR, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Untuk Madura, Fahri mengatakan, wilayah itu bisa menjadi provinsi sendiri dan mengatur kehidupan sendiri.

"Orang NTB saja mampu, apalagi Madura. Banyak orang nekat kan di sana," kata politisi PKS ini.

Fahri menambahkan, Indonesia sudah saatnya memikirkan desentralisasi. Serta, sudah saatnya pemerintah pusat mempercayakan kapasitas lokal dalam menata wilayahnya.

"Saat ini kita percayakan setiap desa pegang uang Rp1 miliar. Itu adalah bentuk kemampuan atau kemauan kita agar mengajarkan setiap pemerintah pada semua tingkatan itu bisa mengelola uang masuk dan keluar," ujar dia.

Selain itu, pemerintah pusat harus memberikan keleluasan kepada daerah untuk mencari pemasukan daerah lewat pajak yang menjadi prioritasnya.

 "Misalnya pajak berburu, pajak memancing atau lainnya, supaya lingkungan kita juga terjaga. Nah ini harus diberikan tanggungjawab kepada masyarakat, itu biar serahkan ke daerah, biar dikelola. Kecil saja itu, tetapi itu cukup untuk memberikan tanggungjawab," kata dia.

Fahri juga menyarankan, supaya sistem ekonomi di Indonesia juga diubah. Dari ekonomi komando menjadi ekonomi koordinatif yang mengandalkan jaringan.

Sebelumnya, sekelompok tokoh masyarakat Madura yang mengatasnamakan Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Madura (P4M), berencana mendeklarasikan berdirinya Provinsi Madura.

Deklarasi Provinsi Madura akan dilakukan berbarengan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November mendatang. (baca: Ini Syarat agar Madura Pisah dari Provinsi Jawa Timur)

Acara deklarasi Madura sebagai provinsi baru itu diklaim sudah mendapat dukungan dari empat bupati di Pulau Madura, yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Alasan menjadikan Madura sebagai provinsi antara lain, selama ini pemerintah dinilai menganaktirikan dan tidak pernah memperhatikan Madura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mau Revisi UU KPK, Fahri Hamzah Minta DPR Tunggu Sikap Jokowi

Mau Revisi UU KPK, Fahri Hamzah Minta DPR Tunggu Sikap Jokowi

News | Kamis, 08 Oktober 2015 | 12:43 WIB

Sebut Anggota DPR 'Bloon', Fahri Minta Pemeriksaan MKD Ditunda

Sebut Anggota DPR 'Bloon', Fahri Minta Pemeriksaan MKD Ditunda

News | Senin, 05 Oktober 2015 | 14:16 WIB

Pimpinan DPR: Ada Upaya Pemerintah untuk Diam-diam Memaafkan PKI

Pimpinan DPR: Ada Upaya Pemerintah untuk Diam-diam Memaafkan PKI

News | Rabu, 30 September 2015 | 20:56 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×