Indonesia Sudah Jadi Bagian ISIS, Waspadalah

Siswanto

Jum'at, 20 November 2015 | 19:39 WIB
Indonesia Sudah Jadi Bagian ISIS, Waspadalah
Ilustrasi anggota polisi (suara.com/Agung Sandy Lesmana)

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme meminta Presiden Joko Widodo mewajibkan seluruh komponen bangsa mengantisipasi kemungkinan serangan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria ke Indonesia.

"Ini penting karena mau tidak mau, Indonesia telah menjadi bagian ISIS dengan masih adanya 364 WNI yang bergabung dengan ISIS di Suriah," kata Juru Bicara BNPT Irfan Idris di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Apalagi, kata dia, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan telah memantau keberadaan kantung-kantung ISIS di Indonesia.

"Meski dianggap rendah atau sedikit, tapi kalau ada di mana-mana, tentu itu akan sangat berbahaya. Mungkin terornya tidak sebesar Paris, tapi itu bisa menjadi pesan bahwa mereka masih ada dan eksis," kata dia.

Faktanya jelas seperti kasus Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Investasi BP Batam Dwi Djoko Wiwoho yang gabung ke ISIS, juga dua pemuda Indonesia asal Pekanbaru yang ditangkap di Singapura, serta kasus serupa di Korea Selatan, tutur Irfan.

Irfan mengatakan teror di Paris, Jumat (13/11/2015), yang menewaskan 129 orang tewas dan mencederai ratusan orang lainnya harus menjadi bahan pembelajaran dan antisipasi.

BNPT mensinyalir ISIS mengubah pola teror. Menurut analisis BNPT, serangan teror di Paris merupakan model baru.

"Kalau selama ini mereka melakukan teror dan serangan di wilayah yang pendukung ISIS banyak seperti Suriah dan Irak, sekarang mereka menghantam wilayah yang pendukung mereka sedikit, tapi memiliki dampak yang sangat luar biasa," ujar Irfan.

Strategi ini, lanjut Irfan, adalah bagian dari strategi melebarkan sayap karena saat ini kedudukan ISIS di Suriah tengah dibombardir pasukan Rusia, sehingga misi mereka menyebarkan paham ekstrem dan khilafah sekaligus menebar teror menjadi terbatas.

Dari situlah, kata dia, ISIS lantas membalas negara-negara yang ikut membombardir mereka melalui pengikut-pengikutnya di negara-negara tersebut.

"Memang secara jumlah, pengikutnya tidak terlalu banyak di setiap negara, tapi ancaman seperti teror Paris, bisa terjadi di negara-negara lainnya. Target mereka selanjutnya mungkin Italia dan Amerika Serikat," kata Irfan.

Kalau ISIS terus memainkan strategi itu, kata Irfan, pasti akan terjadi banyak teror dan ledakan bom di banyak negara yang ada simpatisannya, termasuk Indonesia.

Karena itu, lanjutnya, seluruh komponen bangsa Indonesia harus ikut aktif membantu BNPT dan lembaga-lembaga terkait dalam penanggulangan terorisme dengan cara meningkatkan kewaspadaan serta memperketat keamanan di tempat-tempat keramaian.

"Selain itu juga memperketat pengawasan secara massif di lembaga-lembaga pendidikan seperti kampus dan pondok pesantren, yang notabene dihuni anak muda yang mudah dicekoki paham-paham ekstrem," kata Direktur Deradikalisasi BNPT. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Diduga Terlibat ISIS, 1 WNI Ditahan di Korsel

Diduga Terlibat ISIS, 1 WNI Ditahan di Korsel

News | Jum'at, 20 November 2015 | 19:37 WIB

Cina Serang 'Geng Teroris', 28 Orang Tewas

Cina Serang 'Geng Teroris', 28 Orang Tewas

News | Jum'at, 20 November 2015 | 12:16 WIB

Isu HAM Jadi Kendala Utama Pemberantasan Terorisme

Isu HAM Jadi Kendala Utama Pemberantasan Terorisme

News | Jum'at, 20 November 2015 | 06:13 WIB

Terkini

Geger Bau Busuk! Mahasiswi S3 UI Ditemukan Tewas Telentang di Kamar Kos Kawasan Beji

Geger Bau Busuk! Mahasiswi S3 UI Ditemukan Tewas Telentang di Kamar Kos Kawasan Beji

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:08 WIB

Harga HP Samsung Galaxy A Series Terbaru November 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Harga HP Samsung Galaxy A Series Terbaru November 2026, Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 18:04 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun, Gantung Sepatu dari Timnas Portugal

Cristiano Ronaldo Pensiun, Gantung Sepatu dari Timnas Portugal

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 18:02 WIB

Tayang 2 Desember, Enam Aturan Mengerikan Warnai Misi The Great Escape

Tayang 2 Desember, Enam Aturan Mengerikan Warnai Misi The Great Escape

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:00 WIB

Suara Silmy Karim Bergetar Saat Bacakan Nota Perlawanan, Teringat Anak dan Keluarga

Suara Silmy Karim Bergetar Saat Bacakan Nota Perlawanan, Teringat Anak dan Keluarga

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:55 WIB

Bukan Hanya Kumpul Biasa, Saatnya Klub Buku Memiliki Kekuatan Politik Baru

Bukan Hanya Kumpul Biasa, Saatnya Klub Buku Memiliki Kekuatan Politik Baru

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:55 WIB

Masa Tunggu Haji Capai 5,8 Juta Orang, Apakah Uang Jemaah Cuma Diam di Rekening?

Masa Tunggu Haji Capai 5,8 Juta Orang, Apakah Uang Jemaah Cuma Diam di Rekening?

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 17:54 WIB

Profil Hakim Christina Endarwati di Sidang Roy Suryo Cs: Minta Jokowi Jawab Tegas

Profil Hakim Christina Endarwati di Sidang Roy Suryo Cs: Minta Jokowi Jawab Tegas

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:49 WIB

SETARA: Kasus Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Penyalahgunaan Kekuasaan

SETARA: Kasus Penyadapan Prabowo Ancaman Serius Penyalahgunaan Kekuasaan

News | Kamis, 05 November 2026 | 17:49 WIB

Sadar Finansial vs FOMO Kuliner: Refleksi Realita Ekonomi Anak Muda

Sadar Finansial vs FOMO Kuliner: Refleksi Realita Ekonomi Anak Muda

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 17:45 WIB

×