Dipulangkan dari Thailand, 14 Orangutan Selundupan Jalani Tes DNA

Ruben Setiawan

Sabtu, 21 November 2015 | 05:29 WIB
Dipulangkan dari Thailand, 14 Orangutan Selundupan Jalani Tes DNA
Repatriasi 14 Ekor Orangutan

Suara.com - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan pengecekan DNA 14 orangutan yang dipulangkan dari Thailand untuk mengetahui daerah asalnya di Kalimantan sebelum dilepasliarkan.

"DNA awal sudah dicek, 14 orangutan ini berasal dari Kalimantan. Tetapi belum jelas asalnya apakah Barat, Timur atau Tengah. Setelah masa pemulihan, akan dites DNA layaknya dilepasliarkan dimana," kata Direktur Konservasi Sumber Daya Alam, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Konservasi (KSDAE), Bambang Danohaji, dalam Lokakarya Awal Enhanching the Protected Area System in Sulawesi for Biordiversity Conservation (EPASS) di Novotel, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat.

Bambang mengatakan, 14 orangutan yang diselundupkan ke Bangkok Thailand terjadi pada tahun 2009, setelah melalui proses panjang di pengadilan, baru dapat dipulangkan ke Tanah Air pada 12 November lalu.

Ia mengatakan, saat ini 14 orangutan tersebut sedang menjalani masa karantina di Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, untuk mengetahui kondisi kesehatannya sebelum dilepasliarkan.

"Karena sudah begitu lama berada di luar habitatnya. Sebelum dilepasliarkan kita karantina untuk memastikan agar tidak ada penyakit yang dibawa olehnya. Pastikan kondisinya benar-benar sehat, tidak ada penyakit seperti TBC, dan lainnya," kata Bambang.

Dikatakannya, ke 14 orangutan tersebut akan berada di TSI selama kurang lebih satu bulan, setelah kondisinya benar-benar baik akan direhabilitasi di Kalimantan sebagai tempat asalnya.

"Ada tiga strateginya yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Ini harus diseleksi lagi, berdasarkan hasil DNA nya. Yang pasti di tiga wilayah ini kita memiliki pusat rehabilitasi," katanya.

Bambang menegaskan, 14 orangutan tersebut akan benar-benar dilepasliarkan apabila kondisinya sudah benar-benar pulih baik dari sisi kesehatan, maupun ketahanannya kembali liar di alam. Sehingga ketika dilepaskan, tidak merusak habitat yang sudah ada.

"Lokasi lepas liar sudah siap. bisa di kawasan konservasi bisa juga di hutan lindung. Pelepasan ini tidak mudah, kita pastikan dulu perilaku liarnya sudah kembali agar bisa bertahan di alam. Jadi perlu tim juga untuk memantau perkembangannya," kata Bambang.

Direktur TSI, Frans Manansang mengatakan 14 orangutan yang dipulangkan dari Thailand telah dikarantina di TSI sejak Kamis (12/11) lalu. Belasan orangutan tersebut dikarantina di TSI Bogor selama satu bulan.

"Tim dokter hewan dari TSI sudah merawat satwa primata tersebut agar benar-benar sehat sebelum dilepasliarkan," kata Frans.

Menurut Frans, pihaknya tidak bisa terlalu lama menampung dan mengkarantina satwa selundupan tersebut karena daya tampung di TSI juga sudah "over load" akibat kelahiran.

"Kita tidak bisa lama-lama, karena kondisi saat ini TSI sudah over load, dalam setahun ini kita sudah kelahiran banyak bayi orangutan," kata Frans.

Frans mengatakan, kondisi 14 orangutan tersebut dalam keadaan baik sejak awal sampai. Selama dikarantina, akan dilihat kondisi kesehatannya, untuk mencegah terjangkit penyakit dari manusia.

"Selama inikan mereka tinggal sama manusia, kita observasi dulu apakah ada penyakit yang diinfeksi dari manusia seperti TBC, diare, atau radang paru-paru," katanya.

Setelah dikarantina, lanjut Frans, urang utan tersebut akan dilepasliarkan di wilayah Kalimantan di pusat konservasi orangutan untuk kembali ke habitatnya.

"Kita tidak tau pasti dimana dia akan dilepasliarkan, pemerintah yang akan melepaskannya. Yang pasti, kondisi saat ini banyak perburuan, kita khawatir satwa ini di alam bisa survive atau tidak," katanya.

Frans mengatakan, selama di masa karantina, 14 orangutan yang dipulangkan dari Thailand tersebut tidak boleh berinteraksi dulu dengan manusia, dan tidak bisa dikunjungi oleh para pengunjung TSI.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menyebutkan, proses karantina di instalasi karantina Taman Safari Indonesia-Bogor telah mendapat pengakuan internasional, oleh karena itu 14 orangutan yang dipulangkan dari Thailand dikarantina untuk dipastikan status kesehatannya. Tindakan rehabilitasi akan dilakukan untuk memulihkan, baik kesehatan maupun perilaku liarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Otaknya Nggak Kalah Sama Manusia! Ini 10 Hewan Paling Cerdas di Muka Bumi

Otaknya Nggak Kalah Sama Manusia! Ini 10 Hewan Paling Cerdas di Muka Bumi

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 17:31 WIB

Menguji Klaim Harmoni Sawit dan Orangutan: Mungkinkah Hidup Berdampingan?

Menguji Klaim Harmoni Sawit dan Orangutan: Mungkinkah Hidup Berdampingan?

News | Senin, 20 Oktober 2025 | 10:44 WIB

Bayi Orangutan Lahir di Riau, Tanda Harapan di Tengah Ancaman Masih Ada

Bayi Orangutan Lahir di Riau, Tanda Harapan di Tengah Ancaman Masih Ada

News | Senin, 26 Mei 2025 | 08:33 WIB

Sejumlah Ibu Muda Ajarkan Cara Menyusui pada Orangutan yang Baru Melahirkan di Kebun Binatang Dublin

Sejumlah Ibu Muda Ajarkan Cara Menyusui pada Orangutan yang Baru Melahirkan di Kebun Binatang Dublin

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 03:00 WIB

Yuk, Lestarikan Orangutan Demi Menghidupkan Masa Depan!

Yuk, Lestarikan Orangutan Demi Menghidupkan Masa Depan!

Lifestyle | Sabtu, 04 November 2023 | 18:30 WIB

Momen Pelepasliaran Orangutan di Petualangan Sherina 2 Nyata Adanya

Momen Pelepasliaran Orangutan di Petualangan Sherina 2 Nyata Adanya

Your Say | Selasa, 17 Oktober 2023 | 19:02 WIB

Diperingati sebagai Hari Orangutan Internasional, Berikut 3 Fakta Unik Satwa Satu Ini

Diperingati sebagai Hari Orangutan Internasional, Berikut 3 Fakta Unik Satwa Satu Ini

Your Say | Sabtu, 19 Agustus 2023 | 07:50 WIB

Edukasi Pelestarian Orangutan Harus Dipahami Generasi Muda, Ternyata Ini Pentingnya Untuk Lingkungan Hidup

Edukasi Pelestarian Orangutan Harus Dipahami Generasi Muda, Ternyata Ini Pentingnya Untuk Lingkungan Hidup

Lifestyle | Sabtu, 27 Mei 2023 | 09:35 WIB

Keberadaan Proyek PLTA Batang Toru Ancam Habitat Orangutan Endemik Tapanuli Hingga Kelestarian Lingkungan

Keberadaan Proyek PLTA Batang Toru Ancam Habitat Orangutan Endemik Tapanuli Hingga Kelestarian Lingkungan

News | Kamis, 09 Maret 2023 | 21:29 WIB

Forina Mengutuk Keras Pembubaran Paksa Diskusi PLTA Batang Toru: Menghambat Kebebasan Bicara!

Forina Mengutuk Keras Pembubaran Paksa Diskusi PLTA Batang Toru: Menghambat Kebebasan Bicara!

News | Kamis, 09 Maret 2023 | 19:18 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:15 WIB

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:20 WIB

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:10 WIB

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB