Dugaan Malpraktik RS Awal Bros, Usai Digeledah, Dokter Diperiksa

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Selasa, 24 November 2015 | 17:08 WIB
Dugaan Malpraktik RS Awal Bros, Usai Digeledah, Dokter Diperiksa
Rumah Sakit Awal Bros di Jalan KH. Noer Ali, Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat.[suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Polda Metro Jaya akan segera memeriksa perawat dan dokter Rumah Sakit Awal Bros, Kota Bekasi, Jawa Barat, terkait dugaan malpraktik terhadap bayi berumur 15 bulan bernama Falya Raafani Blegur.

"Beberapa surat juga kita siapkan untuk memanggil saksi perawat dan dokter ya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Selasa (24/11/2015).

Falya dirawat di rumah sakit mulai Rabu (28/10/2015). Dia meninggal di RS Awal Bros pada Minggu (1/11/2015). Keluarga mengatakan sebelum diberi antibiotik oleh dokter, Falya sudah mulai sehat. Keluarga Falya menduga pemberian antibiotik tersebut tidak sesuai prosedur.

Iqbal mengatakan keterangan perawat dan dokter penting untuk membantu mengungkap kasus dugaan malpraktik yang semula dilaporkan keluarga Falya ke Polda Metro.

"Perlu sekali penyidik memeriksa secara ilmiah penyebab kematiannya," katanya.

Iqbal tidak menjelaskan kapan perawat dan dokter RS Awal Bros akan diperiksa. Dia hanya mengatakan pemeriksaan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Penyidik telah meminta keterangan keluarga Falya. Tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sudah menggeledah Rumah Sakit Awal Bros, Senin (23/11/2015) malam.

"Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus melakukan penggeledahan untuk mencari bukti dugaan malpraktik RS Awal Bros Bekasi," kata Iqbal.

Iqbal mengatakan dalam operasi penggeledahan kemarin, tim penyidik mengamankan dokumen.

"Kami masih akan mempelajari dokumen tersebut sebelum menarik kesimpulan," kata Iqbal.

Dari Kota Bekasi dilaporkan, siang tadi, keluarga almarhumah Falya meninggalkan ruang mediasi yang berlangsung di ruang Aspirasi, DPRD Kota Bekasi. Mereka protes karena tidak boleh didampingi pengacara di dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup.

"Keluarga datang ke sini untuk mengikuti rapat proses mediasi, tapi dari pihak DPRD keberatan kalau keluarga didampingi," ujar salah satu pengacara keluarga Falya, M. Ihsan, setelah keluar dari ruang mediasi.

Mediasi yang digagas oleh DPRD Kota Bekasi sejatinya untuk mendapatkan kronologis kasus Falya. Falya merupakan bayi yang diduga menjadi korban malpraktik yang dilakukan dokter Rumah Sakit Awal Bros, Kota Bekasi. Pertemuan tersebut juga dihadiri Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Bekasi, dan Rumah Sakit Awal Bros.

Ihsan menyayangkan sikap DPRD yang melarang kuasa hukum ikut pertemuan.

"Pertanyaannya apa pembicaraannya, orangtua kan lagi berkabung, dia sedang dalam kondisi tidak stabil. Ketika orang dalam forum berbicara A, dia akan ikut A, pertanyaannya ada nggak ada orang yang menjelaskan. Dan kenapa kami dibatasi, yang lain boleh rombongan, harusnya Ketua Komisi D DPRD biarkan forum terbuka, " tutur Ihsan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Besok, Bayi Diduga Korban Malpraktik RS Awal Bros Diautopsi

Besok, Bayi Diduga Korban Malpraktik RS Awal Bros Diautopsi

News | Selasa, 24 November 2015 | 16:25 WIB

Dilarang Bawa Pengacara, Keluarga Bayi Falya Tinggalkan Mediasi

Dilarang Bawa Pengacara, Keluarga Bayi Falya Tinggalkan Mediasi

News | Selasa, 24 November 2015 | 15:56 WIB

DPRD Kota Bekasi Mediasi Dugaan Malpraktik RS Awal Bros Tertutup

DPRD Kota Bekasi Mediasi Dugaan Malpraktik RS Awal Bros Tertutup

News | Selasa, 24 November 2015 | 12:03 WIB

Dugaan Malpraktik Bayi, Polda Sita Dokumen RS Awal Bros

Dugaan Malpraktik Bayi, Polda Sita Dokumen RS Awal Bros

News | Selasa, 24 November 2015 | 11:47 WIB

Dugaan Malpraktik RS Awal Bros, Keluarga Bayi Kritik Pedas Dinkes

Dugaan Malpraktik RS Awal Bros, Keluarga Bayi Kritik Pedas Dinkes

News | Jum'at, 20 November 2015 | 16:02 WIB

Terkini

Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan

Zulhas di Rakernas PAN: Konflik Israel-Iran 'Biadab' dan Di Luar Batas Kemanusiaan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:58 WIB

Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi

Perubahan Iklim Tekan Produksi Pangan, BRIN Dorong Adaptasi dan Mitigasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:50 WIB

SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar

SPPG Kemayoran Distribusikan Makan Bergizi Gratis, Libatkan 70% Warga Sekitar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:47 WIB

Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu

Diproduksi dalam Kamar Hotel Bogor, Polisi Bongkar Praktik Pembuatan Uang Palsu

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:40 WIB

5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:35 WIB

Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar

Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:28 WIB

Wamendagri Warning ASN: WFH Bukan Berarti Libur, Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu!

Wamendagri Warning ASN: WFH Bukan Berarti Libur, Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:25 WIB

Pengamat UGM Nilai Keputusan Tahan Harga BBM Tepat, Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global

Pengamat UGM Nilai Keputusan Tahan Harga BBM Tepat, Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:21 WIB

Pramono Akui Laporan JAKI Banyak Mandek, Kasus Zebra Cross Tebet Disorot

Pramono Akui Laporan JAKI Banyak Mandek, Kasus Zebra Cross Tebet Disorot

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:13 WIB