Ajukan Pleidoi, Ketua Hakim PTUN Medan Mengaku Didesak OC Kaligis

Arsito Hidayatullah, Nikolaus Tolen

Kamis, 26 November 2015 | 16:53 WIB
Ajukan Pleidoi, Ketua Hakim PTUN Medan Mengaku Didesak OC Kaligis
Tripeni Dituntut Empat Tahun Penjara

Suara.com - Ketua Hakim Pengadilan Tata Usaha Medan yang sudah menjadi terdakwa dalam kasus suap hakim dan panitera PTUN Medan, Tripeni Irianto Putro menjelaskan bahwa dirinya didesak oleh pengacara Otto Cornelis (OC) Kaligis untuk menerima amplop yang diberinya. Hal itu dilakukan oleh Kaligis saat berkonsultasi untuk menggugat kewenangan Kejaksaan Tinggi dalam menangani kasus bantuan sosial di Provinsi Sumatera Utara.

"Pada saat selesai konsultasi, OC Kaligis meninggalkan ampolop. Namun seperti yang saya sampaikan, amplop itu benar-benar bukan keinginan saya tapi karena desakan pengacara OC Kaligis," kata Tripeni saat menyampaikan pleidoi atau nota pembelaan di Gedung Pengadilan Tipikor Jalan Bungur Besar Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis(26/11/2015).

Pria yang menjadi hakim ketua dalam menyidangkan pengujian kewenangan tersebut, menambahkan bahwa desakan yang dilakukan oleh mantan Ketua Mahkamah Partai Nasdem tersebut tidak bisa ditolaknya. Pasalnya dirinya mau menghormati Kaligis sebagai seorang profesor dan sudah berumur.

"Jadi sebelum perkara disidangkan oleh majelis hakim, saya terpaksa menerima karena ewuh pakewuh, dan tidak bisa menolaknya karena yang bersangkutan sudah berumur dan tidak enak saya menolaknya," kata Tripeni.

Lebih lanjut dia menjelaskan kepada majelis hakim, bahwa tidak sekali pun dirinya meminta uang atau sesuatu untuk balas jasa. Bahkan menurutnya, ayah dari artis cantik Velove Vexia tersebut dan Panitera PTUN Medan, Syamsir Yusfan, masuk ke dalam ruangannya tanpa ada permintaan izin atau pemberitahuan terlebih dahulu.

"Saya tidak pernah meminta dari siapapun untuk amplop itu, bahkan O.C. Kaligis masuk ke ruangan saya pun bukan inisiaif saya tapi karena panitera Syamsir Yusfan yang tiba-tiba masuk ke ruangan saya bersama O.C. kaligis tanpa sebelumnya melaporkan," tutup Tripeni.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut Teipeni dengan tuntutan pidana penjara selama empat tahun.  Dia dinilai secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan menerima uang sebesar 5.000 dolar Singapura dan 15.000 dolar Amerika Serikat.

Terdakwa lain yang sudah dituntut dalam kasus ini adalah Syamsir Yusfan dituntut penjara selama empat tahun. Sementra O.C. Kaligis dituntut sepuluh tahun penjara oleh Jaksa KPK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Anak Buah Kaligis Didakwa Karena Suap Hakim PTUN Medan

Anak Buah Kaligis Didakwa Karena Suap Hakim PTUN Medan

News | Rabu, 25 November 2015 | 21:19 WIB

Terkini

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×