Menteri Yuddy Pastikan PNS Tak Netral di Pilkada akan Dipecat

Ardi Mandiri

Senin, 30 November 2015 | 06:36 WIB
Menteri Yuddy Pastikan PNS Tak Netral di Pilkada akan Dipecat
Menteri PAN dan RB Yuddy Chrisnandi [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengaku sudah menyiapkan surat pemecatan jika terbukti ada pegawai negeri sipil yang bersikap tidak netral dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015.

"Jika terbukti bersalah maka sanksinya sudah bukan teguran atau adminitrasi saja, tapi pemberhentian dengan tidak hormat," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Jatim, Minggu.

Menurut dia, netralitas PNS dalam Pilkada merupakan harga mati yang tak bisa ditawar, karena sebagai abdi Negara tidak boleh berpihak terhadap satu kepentingan politik tertentu.

Sebagai wujud ketidakberpihakan, pihaknya tidak hanya akan memproses aduan terkait PNS tidak netral, tapi akan menindaklanjuti jika ada temuan dari berbagai bentuk dengan menerjunkan tim investigasi.

"Semisal ada di media sosial bahwa ada PNS tak netral maka pasti kami tindak lanjuti kebenaran tersebut. Jadi kami tak hanya menunggu laporan masuk," ucapnya.

Menteri asal Partai Hanura itu juga berharap PNS di berbagai daerahnya bekerja secara profesional jika tak ingin ditunda promosinya, ditunda kenaikan pangkatnya, hingga ditundanya pemberian tunjangan kinerja atau Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Kendati demikian, ia mengakui kesulitan mendeteksi PNS tidak netral di Pilkada yang diselenggarakan 9 Desember 2015, mengingat jumlah anggotanya yang mencapai 4,517 juta orang se-Indonesia.

"Kalau harus netral 100 persen sepertinya sangat sulit karena jumlah PNS di Indonesia yang sangat banyak. Yang pasti jika ada PNS tidak netral itu wajar, tapi saya yakin 99 persennya netral," katanya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Pilkada yang digelar di 269 daerah di Tanah Air, kementeriannya telah sepakat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa lembaga Negara, seperti Menpan-RB bersama Mendagri, KASN, BKN serta Bawaslu.

Intinya, lanjut dia, diwajibkan kepada PNS bersikap netral, tidak boleh mendukung salah satu calon, tidak boleh menggunakan aset pemerintah dan tidak boleh mempengaruhi.

"Tidak boleh kampanye, dilarang menjadi tim sukses, bahkan menggunakan pengaruh dan kewenangannya untuk menggerakan anak buahnya dalam mendukung calon tertentu sekaligus mengganggu calon lain serta menggunakan fasilitas Negara," tukasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mendagri Sentil Calon Kepala Daerah 'Nakal'

Mendagri Sentil Calon Kepala Daerah 'Nakal'

News | Minggu, 29 November 2015 | 10:39 WIB

Sabotase, Dugaan Kebakaran KPU Kalimantan Tengah

Sabotase, Dugaan Kebakaran KPU Kalimantan Tengah

News | Minggu, 29 November 2015 | 08:04 WIB

Kantor KPU Kalimantan Tengah Terbakar

Kantor KPU Kalimantan Tengah Terbakar

News | Minggu, 29 November 2015 | 07:10 WIB

Warga Sultra Diminta Pilih Kepala Daerah Pro Lingkungan

Warga Sultra Diminta Pilih Kepala Daerah Pro Lingkungan

News | Minggu, 29 November 2015 | 06:56 WIB

Terkini

Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas

Nelayan Sergai Disambar Petir di Tengah Laut, 2 Tewas

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 12:39 WIB

Respons Tak Terduga Erick Thohir Usai Calvin Verdonk jadi Pemain Indonesia Pertama Raih MOTM

Respons Tak Terduga Erick Thohir Usai Calvin Verdonk jadi Pemain Indonesia Pertama Raih MOTM

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 12:38 WIB

7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan

7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:35 WIB

Gus Ipul Ajak Pemda Bangkitkan Agen dan Gerakkan ASN untuk Percepatan Perlinsos Digital

Gus Ipul Ajak Pemda Bangkitkan Agen dan Gerakkan ASN untuk Percepatan Perlinsos Digital

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:32 WIB

Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Batal Hadapi Yordania, PSSI Siapkan Plan B

Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Batal Hadapi Yordania, PSSI Siapkan Plan B

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 12:30 WIB

Begadang Demi Me Time: Hati-hati Jeda Palsu Revenge Bedtime Procrastination

Begadang Demi Me Time: Hati-hati Jeda Palsu Revenge Bedtime Procrastination

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:30 WIB

Rahasia di Balik Secangkir Kopi Enak, Brewer Harus Paham Suhu hingga Ekstraksi

Rahasia di Balik Secangkir Kopi Enak, Brewer Harus Paham Suhu hingga Ekstraksi

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:23 WIB

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

×