KPK-Polri Didesak Selamatkan Pertamina

Ardi Mandiri | Suara.com

Selasa, 01 Desember 2015 | 00:10 WIB
KPK-Polri Didesak Selamatkan Pertamina
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Direktur Puskepi Sofyano Zakaria mendesak KPK dan Polri menjadikan surat palsu Setya Novanto kepada Dirut Pertamina, sebagai modal awal untuk menyelamatkan Pertamina agar jauh dari cengkeraman para mafia Migas dan pemburu rente.

"Adanya surat dari ketua DPR RI Setya Novanto kepada Dirut Pertamina yang telah dibantah sebagai surat palsu oleh pihak Sekjen DPR RI, dapat dimaknai bahwa Pertamina 'rentan' terhadap intervensi pihak lain dan juga senantiasa menjadi incaran mafia Migas," kata Sofyano Zakaria dalam keterangan tertulisnya kepada Antara di Pontianak, Senin (30/11/2015).

Surat Setya Novanto kepada Dirut Pertamina, terkait adendum perjanjian jasa penyewaan tangki penyimpanan BBM, agar Pertamina mau membayar jasa penyimpanan BBM sesuai kehendak mereka, sebelumnya sudah dikonfirmasi Sekretariat Jenderal DPR RI sebagai surat palsu.

Menurut Sofyano, jelas terbaca oleh publik, bahwa ada pihak yang memaksakan Pertamina agar mau membayar jasa penyimpanan BBM, sehingga membuktikan bahwa para mafia atau pengusaha hitam selalu berusaha mengejar rente dengan keserakahan sehingga harus mengcreate upaya-upaya dan dukungan kekuatan dari pihak luar.

"Terbongkarnya ada surat sakti kepada Dirut Pertamina yang walau diduga palsu tersebut, harusnya bisa menjadi pintu masuk bagi para penegak hukum di negeri ini seperti Polri dan KPK untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap hal tersebut tanpa harus menunggu adanya laporan dari pihak manapun," ungkapnya.

Menurut dia, surat tersebut harusnya bisa dinilai sebagai informasi awal bagi penegak hukum untuk masuk lebih jauh untuk menguak kemungkinan adanya peran pemburu rente, mafia dan pengusaha hitam yang bermain di BUMN Pertamina.

"Selain itu, adanya surat tersebut sekaligus juga membuktikan bagaimana peran dan keberadaan pihak ketiga terhadap ketahanan energi bangsa ini, sehingga untuk menyimpan BBM sebagai penyangga stok nasional harus bergantung kepada pihak ketiga," katanya.

Padahal untuk membangun tangki BBM sebesar seperti milik PT Orbit Terminal Merak tersebut, sangatlah tidak mungkin BUMN Pertamina tidak sanggup membiayai sendiri, tetapi kenapa harus menyewa dari pihak lain, ujarnya.

"Disinilah KPK seharusnya bisa terjun menyelidiki secara serius, apakah ada unsur kesengajaan dari pihak yang terkait, sehingga Pertamina tidak dibolehkan membangun tangki BBM sendiri dan akhirnya harus menyewa dari pihak lain," kata Sofyano.

KPK dan Polri bisa saja masuk menyelidiki ke Pertamina dengan bentuk memberi dukungan penuh kepada Pertamina yang sedang memberantas praktik-praktik pemburuan rente yang mungkin terjadi pada bisnis-bisnis Pertamina seperti penyewaan kapal, perdagangan aspal dan lain-lain, ujarnya.

"Presiden juga harus memberi dukungan terhadap upaya Pertamina memberantas mafia di tubuhnya dengan bisa memerintahkan Polri dan kejaksaan untuk membackup upaya itu, jika memang ingin melihat Pertamina mandiri, besar dan terbebas dari cengkeraman mafia sebagaimana yang telah dilakukan oleh ISC Pertamina dalam melaksanakan pembelian minyak dan BBM bagi Pertamina," kata Sofyano.

Menurut dia, Pertamina yang telah terbukti mampu melakukan efisiensi yang berhasil menghemat triliunan rupiah, harus mendapat dukungan penuh oleh pemerintah, dipacu untuk lebih besar lagi memperoleh efisiensi.

Pada sisi lain, sektor perkapalan di Pertamina yang terkait erat dengan keberadaan Pertamina, yang saat ini sedang mendapat prioritas, dibenahi Pertamina, jika ini berhasil dilakukan dengan maksimal maka terkait bisnis sewa menyewa kapal bisa menghasilkan penghematan yang besar sebagaimana yang telah dilakukan direksi pertamina saat ini.

Kepentingan operasional Pertamina selama ini nyaris sedikit yang dilayani oleh kapal milik Pertamina ketimbang dengan kapal yang disewa atau di charter dari pihak swasta harusnya bisa mendapat dukungan pemerintah dengan mendukung kebijakan memiliki kapal kapal sendiri, kata Sofyano. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina Kerjasama dengan PT Agro Harapan Senilai Rp167 Miliar

Pertamina Kerjasama dengan PT Agro Harapan Senilai Rp167 Miliar

Bisnis | Sabtu, 28 November 2015 | 15:04 WIB

Pertamina Teken Kontrak 5,5 Miliar Dolar AS dengan Saudi Aramco

Pertamina Teken Kontrak 5,5 Miliar Dolar AS dengan Saudi Aramco

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 07:44 WIB

Pertamina Tetapkan JGC Jadi Kontraktor Proyek Langit Biru

Pertamina Tetapkan JGC Jadi Kontraktor Proyek Langit Biru

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 07:37 WIB

Wapres JK Resmikan Kilang RFCC Cilacap Milik Pertamina

Wapres JK Resmikan Kilang RFCC Cilacap Milik Pertamina

Bisnis | Jum'at, 27 November 2015 | 07:31 WIB

Terkini

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

Mata Kiri Cacat Permanen, Keluarga Korban Air Keras Johar Baru Geram Penahanan Pelaku Ditangguhkan!

News | Senin, 20 April 2026 | 10:30 WIB

Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

Penembakan Massal di AS Ternyata Dipicu Konflik Rumah Tangga

News | Senin, 20 April 2026 | 10:29 WIB

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus dan Gereja di Lebanon, IDF Resmi Mengakui

News | Senin, 20 April 2026 | 10:22 WIB

Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024

Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024

News | Senin, 20 April 2026 | 10:21 WIB

Iran Restock Rudal dan Drone saat Donald Trump Sibuk 'Omon-omon'

Iran Restock Rudal dan Drone saat Donald Trump Sibuk 'Omon-omon'

News | Senin, 20 April 2026 | 10:15 WIB

Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima

Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima

News | Senin, 20 April 2026 | 10:12 WIB

Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan

Kebijakannya Baik Tapi Caranya Salah, MUI Sorot Metode DKI Musnahkan Ikan Sapu-Sapu: Itu Tidak Ihsan

News | Senin, 20 April 2026 | 10:06 WIB

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Publik: Hizbullah Tak Bakal Melakukan Itu

Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus di Lebanon, Publik: Hizbullah Tak Bakal Melakukan Itu

News | Senin, 20 April 2026 | 10:01 WIB

Resmi! Kaesang Umumkan Anggota DPD RI Bustami Zainudin Gabung PSI

Resmi! Kaesang Umumkan Anggota DPD RI Bustami Zainudin Gabung PSI

News | Senin, 20 April 2026 | 09:51 WIB

Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS

Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS

News | Senin, 20 April 2026 | 09:45 WIB