Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS

Arief Apriadi | Suara.com

Senin, 20 April 2026 | 09:45 WIB
Iran Bersedia Negosiasi tapi Siap Perang! Teheran Ogah Tunduk pada Tipu Daya AS
Ilustrasi Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump [Suara.com/hd]
  • Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Iran tetap bersiap untuk perang total karena tidak memercayai komitmen diplomatik Amerika Serikat yang sering melakukan tipu daya.
  • Iran mengeklaim kemenangan militer atas AS dan Israel setelah sukses menghancurkan ratusan drone serta jet tempur canggih selama agresi sejak Februari lalu.
  • Teheran menolak keras blokade laut di Selat Hormuz dan menuntut agar Hezbollah dimasukkan ke dalam setiap poin kesepakatan gencatan senjata di masa depan.

Suara.com - Republik Islam Iran secara tegas menyatakan bahwa mereka tetap membuka pintu diplomasi dengan Amerika Serikat namun dalam posisi siaga tempur penuh untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk di medan laga.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan bahwa Teheran sama sekali tidak menaruh kepercayaan pada janji-janji Washington setelah mengalami serangkaian pengkhianatan di tengah proses perundingan.

Keberhasilan Iran dalam merontokkan ratusan drone dan jet tempur canggih milik lawan menjadi bukti bahwa "Diplomasi Kekuatan" yang dijalankan Teheran jauh lebih efektif dibandingkan sekadar tunduk pada tekanan blokade ilegal.

"Diplomasi Kekuatan" Melawan Tipu Daya Washington

Mohammad Bagher Ghalibaf (Parlemen IRAN)
Mohammad Bagher Ghalibaf (Parlemen IRAN)

Mohammad Bagher Ghalibaf menyampaikan pesan keras tersebut dalam pidato yang disiarkan televisi nasional pada Senin pagi waktu setempat.

Ia mengungkapkan bahwa konflik yang kini terjadi merupakan bentuk dari "perang ketiga yang dipaksakan" oleh pihak asing terhadap kedaulatan bangsa Iran.

"Kami tidak memercayai musuh. Sewaktu-waktu, mereka mungkin meningkatkan eskalasi perang," ujar Ghalibaf mengacu pada rekam jejak militer Amerika Serikat dan sekutunya dikutip dari Anadolu, Senin (20/4/2026).

Pihak Teheran merasa sangat kecewa karena agresi militer yang dimulai pada 28 Februari lalu justru terjadi saat proses negosiasi sedang berlangsung secara intensif.

"Kami sedang bernegosiasi, tetapi kami bersiap untuk langkah-langkah yang diperlukan," tambah Ghalibaf untuk menunjukkan kesiapan militer Iran yang tak tergoyahkan.

Prestasi Militer di Medan Tempur: Rontokkan Jet dan Drone

Ghalibaf mengeklaim bahwa militer Republik Islam Iran telah menunjukkan keunggulan kualitas dan perencanaan strategis yang jauh melampaui perkiraan para jenderal di Pentagon.

Data resmi menunjukkan bahwa pasukan pertahanan Iran berhasil mencegat antara 170 hingga 180 drone selama agresi yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel berlangsung.

Selain itu, keberhasilan menjatuhkan sejumlah jet tempur mutakhir musuh diklaim sebagai buah dari rancangan operasional yang telah dikembangkan secara saksama selama berbulan-bulan.

Iran mengakui secara objektif bahwa Amerika Serikat mungkin memiliki sumber daya militer yang lebih besar secara keseluruhan.

Namun, Ghalibaf menegaskan bahwa hasil akhir di lapangan membuktikan Iran keluar sebagai pemenang karena ketepatan strategi dan keberanian para pejuangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.172 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:41 WIB

Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat

Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat

News | Senin, 20 April 2026 | 09:40 WIB

AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran

AS Luncurkan Robot Bawah Laut di Selat Hormuz, Sita Kapal Kapal Iran

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 09:27 WIB

Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz

Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 20 April 2026 | 07:39 WIB

Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak

Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak

News | Senin, 20 April 2026 | 07:31 WIB

Terkini

Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN

Ironi Jakarta: WNA Jerman Dijambret di Tengah Status Kota Teraman ASEAN

News | Senin, 20 April 2026 | 09:43 WIB

Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat

Kapal Touska Disita, Iran Pastikan akan Balas Tindakan Amerika Serikat

News | Senin, 20 April 2026 | 09:40 WIB

Biadab! Rezim Zionis Israel Ingin 'Gazafikasi' Lebanon Selatan

Biadab! Rezim Zionis Israel Ingin 'Gazafikasi' Lebanon Selatan

News | Senin, 20 April 2026 | 09:27 WIB

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

Jasa Boyong Jokowi dari Solo Diungkit, PSI: Penentu Kemenangan Itu Rakyat, JK Pasti Paham Ini

News | Senin, 20 April 2026 | 09:22 WIB

Jaksa Agung: Jangan Kriminalisasi Aparat Desa, Kecuali Duit Negara Dipakai Nikah Lagi!

Jaksa Agung: Jangan Kriminalisasi Aparat Desa, Kecuali Duit Negara Dipakai Nikah Lagi!

News | Senin, 20 April 2026 | 08:48 WIB

Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?

Menjual Nama Halte ke Parpol: Terobosan PAD atau Politisasi Ruang Publik?

News | Senin, 20 April 2026 | 08:17 WIB

Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz

Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz

News | Senin, 20 April 2026 | 07:39 WIB

Fraksi PKB DPRD DKI Soroti 'Benang Kusut' Jakarta Barat: Fokus Pada Aksi, Bukan Wacana!

Fraksi PKB DPRD DKI Soroti 'Benang Kusut' Jakarta Barat: Fokus Pada Aksi, Bukan Wacana!

News | Senin, 20 April 2026 | 07:36 WIB

Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak

Iran Belum Kirim Delegasi di Perundingan Kedua, Emosi Donald Trump Meledak

News | Senin, 20 April 2026 | 07:31 WIB

Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka

Fakta Mengerikan Penembakan 8 Anak di AS: Pelaku Eks Tentara, 7 Korban Anak Kandung Tersangka

News | Senin, 20 April 2026 | 07:02 WIB