Keselamatan Pelayaran Indonesia Masih Rendah

Ardi Mandiri

Selasa, 01 Desember 2015 | 01:14 WIB
Keselamatan Pelayaran Indonesia Masih Rendah
Kampanye-Keselamatan-Pelayaran-250614-af-2ok

Suara.com - Direktur Utama PT Dumas Tanjung Perak Shipyard, Yance Gunawan, mengatakan keselamatan pelayaran di Indonesia masih tergolong rendah karena banyak permasalahan yang belum terpecahkan.

"Kami sebagai perusahaan galangan kapal terkadang bingung dengan temuan alat yang seharusnya tidak dipakai, namun ditemukan di pasar dan memiliki harga yang murah," katanya dalam diskusi Focus Group Discussion (FGD) tentang Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan: Kasus KMF Wihan Sejahtera di ITS Surabaya, Senin.

Ia mencontohkan, baju pelampung yang disediakan untuk penumpang kapal, seharusnya bisa digunakan lebih dari 3-7 hari, namun di pasaran ditemukan hanya bisa bertahan satu jam saja, kemudian tidak bisa digunakan lagi.

"Untuk baju pelampung saja, Indonesia masih belum bisa mengatasinya, padahal ini adalah aspek keselamatan sepele, namun risikonya bisa fatal. Seharusnya barang-barang semacam ini tidak digunakan, padahal di pasaran masih beredar," ujarnya.

Menurut dia, harus ada lembaga perlindungan konsumen yang bisa merambah ke laut, supaya ada pihak yang bisa melakukan razia terkait barang-barang semacam baju pelampung tersebut, apalagi dijual dengan harga yang sangat murah.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Persatuan Pengusaha Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional Indonesia DPC Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Surabaya, Stevens H. Lesawengan, yang mengatakan untuk mewujudkan kecelakaan nihil, maka pemerintah harus tegas.

"Untuk mewujudkan zero accident (kecelakaan nihil), maka pemerintah tidak membiarkan terjadinya pelanggaran dan tidak tegas dalam menegakkan aturan tentang keselamatan pelayaran," jelasnya.

Dikatakannya, kecelakaan kapal juga sering terjadi akibat rendahnya kualitas sumber daya manusia dan tidak memadainya kesejahteraan Anak Buah Kapal (ABK).

Keselamatan pelayaran ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu faktor kapal, kualitas ABK dan kesejahteraan ABK, serta faktor pengawasan operasional kapal.

"Melihat peristiwa tenggelamnya KM Wihan Sejahtera beberapa waktu lalu, jumlah penumpang dengan pelampung tidak sesuai, apalagi menurut Pelindo III data manifest di pelabuhan dengan di lapangan berbeda," terangnya.

Ia berharap, semua pihak terkait seperti pemerintah, pengusaha galangan kapal, penumpang, pihak pelabuhan agar sadar dalam keselamatan pelayaran, supaya tidak menimbulkan kecelakaan kapal, apalagi hingga adanya korban. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pendapatan Logindo Di Kuartal III 2015 Turun 34 Persen

Pendapatan Logindo Di Kuartal III 2015 Turun 34 Persen

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2015 | 12:14 WIB

Maklumat Kemenhub Pasca Gempa Chile: Utamakan Keselamatan Pelayaran

Maklumat Kemenhub Pasca Gempa Chile: Utamakan Keselamatan Pelayaran

Bisnis | Kamis, 03 April 2014 | 12:24 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×